METRO

Polisi Grebek Pabrik Shabu

Proses Pembuatan Pakai Metode Baru

Mereka membuat shabu-shabu tanpa pembakaran tanpa penyulingan.

ddd
Jum'at, 21 November 2008, 14:06 Maryadie, Nicolaus Tomy Kurniawan
Barang bukti shabu-shabu yang disita di Kebon Jeruk
Barang bukti shabu-shabu yang disita di Kebon Jeruk (VIVAnew/Aries Setiawan)

VIVAnews - Proses pembuatan di pabrik shabu kompleks Taman Ratu Kebon Jeruk, Jakarta Barat memakai metode baru. Metode baru ini dipakai di sejumlah negara di Asia.

"Mereka menggunakan metode baru, yaitu tanpa pembakaran tanpa penyulingan. Bahan-bahannya tetap sama," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Arman Depari di lokasi penangkapan, Jumat, 21 November 2008.

Metode baru ini dipakai sindikat narkoba yang beroperasi di rumah-rumah. Jika produksi dilakukan di pabrik besar bisa mencapai ratusan kilogram shabu per harinya. "Kalau yang di rumah bisa sedikit  10-20 kilogram per hari," kata Arman.

Arman menyatakan, dengan metode baru ini shabu yang diproduksi memang sedikit. "Tapi harga shabu sudah mulai naik. Sekarang 1 gram shabu harganya Rp 2 juta," katanya.

"Harga naik karena narkoba sedang kita hantam," tambahnya.

Arman mendapatkan informasi tentang metode baru ini dari komunitas anti narkoba internasional.

Salah satunya adalah dari Drug Enforcement Administration (DEA) atau Satuan Anti Narkoba Amerika Serikat. Metode baru ini sudah digunakan di beberapa negara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura dan Australia.

Arman mengatakan, para tersangka termasuk sindikat internasional. Dua tersangka yang berwarga negara asing adalah seorang apoteker.

Polisi mengintainya sudah sejak lama. Sekitar satu satu bulan polisi mengawasinya. "Kita ikuti secara intensif," tambahnya.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com