METRO

Jakarta Miliki Alat Pemantau Kualitas Udara

Gubernur Fauzi Bowo gembira atas keberadaan alat seharga Rp5,5 miliar itu.
Minggu, 29 November 2009
Oleh : Ita Lismawati F. Malau, Fadila Fikriani Armadita
Bajaj tetap bertahan meski menyumbang polusi

VIVAnews - Jakarta akhirnya memiliki stasiun pemantau kualitas udara tepi jalan. Stasiun berukuran 2x3 meter itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, hari ini.

Pantauan VIVAnews, Minggu 29 November 2009, stasiun pemantau kadar udara itu diletakkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), tepat di sebelah utara pos polisi Thamrin.
 
Dalam sambutannya, Gubernur Fauzi Bowo mengungkapkan kegembiraannya atas keberadaan alat seharga Rp5,5 miliar ini. "Ini merupakan alat ukur untuk bercermin diri kita," kata Fauzi Bowo.

Fauzi juga mengatakan stasiun ini menunjukkan kualitas udara di Jakarta, khususnya di kawasan Thamrin.

Mengapa dipilih bundaran HI? "Karena ini merupakan titik simpul, berbagai jenis kendaraan," jawab Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.
 
Peresmian stasiun ini berbarengan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor di kawasan Thamrin. Tampak warga Jakarta menikmati bebasnya bundaran Hotel Indonesia dari polusi asap kendaraan bermotor.

Lingkungan menjadi permasalahan serius di Jakarta. Bahkan buruknya kualitas lingkungan menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk ketiga di dunia setelah Meksiko dan Thailand.

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found