METRO

ABG Jual Diri di Facebook

Mereka Telah Eksis Saat Booming Friendster

Cerita para ABG menjual diri lewat situs jejaring sosial tidak hanya terjadi di Surabaya.

ddd
Selasa, 2 Februari 2010, 10:38 Maryadie
Profil Marina, bukan nama sebenarnya di Friendster
Profil Marina, bukan nama sebenarnya di Friendster (Friendster)

VIVAnews - Cerita para anak baru gede (ABG) menjual diri lewat situs jejaring sosial tidak hanya terjadi di Surabaya. Jauh sebelum Facebook menjadi booming, kisah remaja belia menjual diri di situs jejaring sosial telah lama berlangsung di Jakarta.

Pada tahun  2004 hingga tahun 2006 saat masa kejayaan Friendster, para  ABG sudah menjajakan dirinya. Ketika itu, situs www.friendster.com telah menjadi cara yang mudah bagi ABG ini untuk mendapatkan uang banyak secara cepat dan mudah.

VIVAnews sempat mewawancarai beberapa ABG itu. Marina, sebut saja begitu namanya. Mojang asal Bandung itu kini menginjak usia 23 tahun dan saat menjajakan diri umurnya masih 17 tahun.

Dia sengaja menampilkan dirinya melalui Friendster kepada calon pelanggannya, agar lelaki hidung belang bisa melihat profil dan wajah gadis cantik ini.

Jangan harap, lelaki yang ingin mengencaninya itu akan menemukan nomor telepon atau kata ajakan untuk check in di situs friendsternya. Mereka juga tidak akan menemui foto bugilnya. Seperti pemilik account friendster lainnya, Marina akan menampilkan profilnya secara wajar.

Namun ada yang membedakannya, dia akan lebih tampil lebih berani di album fotonya. Tapi tidak sampai bugil habis. "More sexy-lah pokoknya," tutur gadis berkulit putih ini.

Penyuka dunia malam ini biasa menjajakan dirinya melalui chatingdi room-room dunia maya, seperti lewat yahoo messenger ataupun mirc. Media apapun di internet akan dia gunakan untuk menjaring uang dari laki-laki yang butuh kehangatan. Dia juga kerap aktif di situs forum untuk menjaring pelanggannya.

Dari sini biasanya, Marina akan bicara terang-terangan kepada calon pelanggannya. "Tinggal gue suruh mereka liat di foto gue di friendster. Yang udah-udah semuanya tertarik, narsis banget ya gue," tutur Marina.

Cerita pun berlanjut hingga ke ranjang. Namun sebelum itu, Marina biasanya bertemu teman kencannya di sebuah kafe ataupun restoran sebelum check in di hotel.

Tapi, dia juga tak keberatan jika harus bertemu langsung dengan calon pelanggannya di sebuah kamar hotel. Tapi kebanyakan sih, kata Marina, biasanya sebelum ritual intim, dia akan bicarakan soal harga. "Standarlah," kilahnya.

Kalau soal tarif, Marina biasa mematok antara Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta untuk sekali kencan. Tapi tarif itu buat kencan selama 3 jam. Jika lebih dari 3 jam, misalnya, untuk kencan semalam atau one nite stand, gadis berambut hitam lebat ini memberi harga hingga Rp 1,3 juta.

"Tarif 3 jam itu paling apes-apes ya Rp 750 ribu. Di bawah itu gue nggak maulah," tutur perempuan penyuka kacamata hitam ini sambil tertawa lepas.

"Tapi kalau yang ngajak check in  masih muda and ganteng, gopek (Rp 500 ribu) juga nggak apa-apa," tambahnya.

Namun setelah booming Friendster telah lenyap. Marina pun kini menggunakan akun di Facebook. Namun tetap saja, untuk menjajakan dirinya.

Lain Marina, lain juga cerita Dinar. Dinar saat menjajakan diri via Friendster adalah sebuah SMU swasta di Jakarta Selatan.

Dinar juga bercerita soal friendster. Dinar kenal situs pertemanan ini sudah sejak lama. Tadinya dia malas untuk membuka situs-situs internet, namun setelah diajak seorang teman Dinar pun tertarik. Dari sinilah dia mulai suka surfing dan chating. Ketertarikannya pada friendster pun didapat dari teman sesama chating.

Lantaran mulai suka surfing dan chating,  Dinar yang memang telah berprofesi sebagai ABG panggilan pun tubuhnya lewat friendster. Caranya pun nyaris sama, dia mencoba mendekati calon pelanggannya lewat chating di MIRC atau Yahoo Messenger ketika itu.

Dari sini juga biasa Dinar memperkenalkan teman-teman seprofesinya kepada pelanggannya.

Bicara soal harga sekali kencan, Dinar merasa perlu meninggikan harga. Selain modal wajahnya yang cantik, Dinar pun terhitung masih belia. Sekali kencan, Dinar mematok Rp 1 juta.

Tidak ada tawar menawar. Dia juga tak pernah memilih-milih pasangan mainnya, apakah tua, muda, jelek ataupun ganteng. Tapi soal tempat kencan intim Dinar akan lebih selektif. "Paling nggak hotel bintang dualah," sumbar Dinar.

Hingga kini Dinar tetap eksis di dunia esek-esek. Seiring menghilangnya tren Friendster, Dinar pun beralih ke Facebook.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
puetry
18/08/2010
waah .. gilaa yah, temanku ada yang mau .. tapi di samarinda ./
Balas   • Laporkan
deviana
22/05/2010
boleh boking kah
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com