METRO

Satpol PP dan Pedagang Kaki Lima

Apa bentuk tindakan tegas bagi PKL agar mau disiplin berjualan pada tempatnya?

ddd
Jum'at, 9 Juli 2010, 11:16
Satpol PP lakukan razia
Satpol PP lakukan razia (jakarta.go.id)

BUKAN pemandangan baru kalau menemukan pedagang kaki lima memenuhi jembatan penyeberangan dan trotoar di jalan-jalan protokol Ibukota Jakarta. Sebagai contoh di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Banyak alasan mengapa mereka sampai nekad menggelar dagangan di kawasan yang jelas-jelas dilarang untuk dijadikan tempat jualan. Salah satunya, karena lokasinya yang strategis.

Pada jam-jam tertentu, area itu banyak dilalui orang. Mereka memanfaatkan betul situasi ini untuk mendapatkan keuntungan, tanpa harus membayar sewa tempat atau pajak, seperti kalau berdagang di tempat yang ditentukan pemerintah.

Demi hidup yang lebih baik, mereka berani melanggar peraturan, dimana sanksi yang mereka akan tanggung juga berat.

Demi mencari nafkah keluarga, mereka juga harus waspada terhadap kedatangan anggota Satpol PP Jakarta yang sewaktu-waktu bisa menyita dan menghancurkan barang dagangan yang modalnya tentu tidak sedikit.

Ini memang dilematis. Di satu sisi keberadaan pedagang di area larangan untuk berdagang itu sangat tidak tepat karena dianggap mengganggu keindahan kota. Di sisi lain, Satpol PP juga tidak salah karena mereka bertindak atas dasar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007.

Perlukah Satpol PP Dipersenjatai

Belakangan, hak aparat Satpol PP memegang senjata menjadi berita utama di berbagai surat kabar.  Walau sebenarnya peraturan tentang Sapol PP dibekali senjata sudah ada sejak 2005.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2005 tentang Kelengkapan Satpol PP. Senjata itu meliputi senjata berpeluru karet, gas dan alat kejut listrik.

Pro kontra soal senjata itu sedang terjadi sekarang ini. Semua kalangan berpendapat. Ada yang mengritik, ada juga yang mendukung.

Menurut kalangan yang kontra, Satpol PP tidak perlu dipersenjatai karena itu berlebihan. Mereka khawatir, aparat Satpol PP makin beringas di lapangan kalau sampai diberi senjata.

Tapi ada juga pendapat yang bersahaja, penggunaan senjata ini bertujuan untuk kelancaran dan keberhasilan tugas dalam menegakkan pelaksanaan perda. Termasuk, memelihara dan menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, termasuk PKL. Apalagi senjatanya juga cuma senjata yang sangat standar.

Jadi, bagaimana seharusnya porsi tugas dari Satpol PP jika dikaitkan dengan uraian PKL tadi? Jika hanya mengandalkan kesantunan dalam beroperasi, yang terjadi, PKL akan terus menjadi PR yang tak pernah selesai bagi Satpol PP.

Apa bentuk tindakan tegas bagi PKL agar mau disiplin berjualan pada tempatnya? Jika tak perlu menggunakan senjata dan cukup dengan santun dan senyum dalam menertibkan, lantas sampai kapan keberadaan PKL di area publik bisa ditolerir?

Galuh Parantri Prasamuarsi



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
maymulyadi
09/06/2012
selama polisi pamong praja dan polisi republik Indonesia masih doyan duit pedagang kaki lima, pedagang kaki lima tidak akan bisa ditertibkan,makan tuh duit harraammmm najisss
Balas   • Laporkan
junoalex
27/04/2012
disatu sisi pedagang kecil jg mungkin ga mau dagang dipinggr2 jalan gitu seandainya pemerintah menyediakan tempat yang layak mah...kalo satpol pp dkasih fasilitas senjata kyknya lom tepat dah sekarang2..yg ada malah bikin masalah baru nantinya..
Balas   • Laporkan
decoder
27/03/2012
klo cara-cara manusiawi sudah dilakukan sejak puluhan tahun tapi ternyata pkl masih bandel bagaimana dong???
Balas   • Laporkan
comando
01/03/2012
Jangan gunakan kekerasan kalo hanya untuk menertibkan PKL, Masih banyak cara lain yang dapat digunakan dan mungkin akan lebih manusiawi.
Balas   • Laporkan
kerenman
31/01/2012
Kekerasan tdk menyelesaikan masalah, buat lahan-lahan kantong pkl dr dana pemerintah sbgmn mrk telah beri ijin mall, alfamart, indomaret dimana2. Inga'2 sdh mjd kewajiban pemerintah sediakan lap kerja bwt mrk
Balas   • Laporkan
jasmanrangkuti
30/12/2011
warga ibukota manusia yg masih patuh pada peraturan, pelanggaran yg selama ini terjadi lebih disebabkan oleh oknum2 satpol pp yg menarik restribusi tdk resmi. Satpol PP bukannya harus dipersenjatai tapi dibina moralnya agar disegani masyarakat.
Balas   • Laporkan
Nggak pake senjata aja udah belagu. apalagi dikasih senjata.... Sama aja ngasi senjata ke preman. Kalo mau ditest dulu. Sehat jasmani & rohani nggak. Jangan2 ntar malah disalah gunakan tuh senjata. Ato dijual belikan.
Balas   • Laporkan
kun19
11/10/2011
Itu mudah aja, Bersihkan aparat dari budaya korupsi, dan jangan memberi kesempatan pada pelanggaran yang ada walaupun itu baru sedikit, kalau udah rame emang mau disuruh berantem sama Satpol PP...
Balas   • Laporkan
mohfarid1208
27/09/2011
pedagang kaki lima berani berjualan ditempat terlarang karena dipungut ristribusi oleh petugas dinas pendapatan bahkan bahkan dipungut juga jasa keamanan, sehingga merasa diijini, tolong tertibkan dulu oknum-oknum petugas tersebut.
Balas   • Laporkan
Mose072000
09/09/2011
penertiban harus setiap hari di daerah2 yang dilarang berjualan......... jangan orang uda bayar pungli berkali-kali ama pihak oknum pemerintah baru di uber2 kaya kejar ayam......
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com