METRO

Pegawai BPKP Cabul di Busway Karena Iseng

Meski hanya iseng, pelaku akan tetap dikenakan sanksi hukum.

ddd
Rabu, 4 Agustus 2010, 11:08 Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani
Antri di halte busway
Antri di halte busway (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kepolisian Resor Jakarta Pusat akan tetap memproses kasus pelecehan seksual yang dilakukan pegawai Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meski alasan pelaku hanya karena iseng.

Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Pelaku DA dinyatakan sehat secara fisik dan mental.

Motivasinya meremas payudara dua mahasiswi di dalam bus Transjakarta karena terpacing rasa isengnya saja.

"Tidak perlu tes psikologi. Iseng saja dan terdorong rasa itu," ujar Kanit Reskrim Polres Jakarta Pusat, Komisaris Budi Sartono, Rabu 4 Agustus 2010.   
 
Tapi meski demikian, polisi tetap akan memasukan unsur pidana untuk menjerat pelaku, dengan Pasal 281 KUHP tentang Pencabulan.

Sebelumnya, Kepala BPKP Mardiasmo berjanji akan memberikan tindakan tegas terhadap DA berdasarkan kode etik profesional.

BPKP tidak segan melakukan pemecetan bila yang bersangkutan terbukti secara hukum melakukan tindakan amoral itu. Meski BPKP tetap menunggu proses hukum yang masih berlangsung.

"Kami harus Proporsional. Kami harus tegas," ujar Mardiasmo kemarin.

Korban DA adalah dua orang mahasiswi. Pertama mahasiswa UIN Jakarta dan korban lainnya dari kampus Trisakti. Kedua korban mengalami pelecehan seksual di Bus Transjakarta jalur Pulogadung-Harmoni, kemarin.

Modusnya, setiap kali bus yang ditumpangi itu mengerem atau mengurangi kecepatan, DA menciumi tangan korban sambil mengikuti irama gerakan bus.

Korban tidak melawan. DA pun semakin menjadi-jadi. Dia nekat menggerayangi payudara korban dan meremasnya saat bus oranye itu hendak berhenti.

Sepontan kedua korban berteriak dan menunjuk DA sebagai pelaku pelecehan. Petugas kemudian mengamankan pegawai negeri itu dan menyerahkan kepada polisi. (adi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
andi six
20/08/2010
Wkwkwk...nafsu tak tersalurkan....
Balas   • Laporkan
ozella
19/08/2010
Ada aksi pasti reaksi juga ada,...masaa ada asap tanpa api,...Bukan mo bela tp cuma sesal aza knapa tidak ditegur sejak awal gelagat tdk baek tu,..ada proses pembiaran terjadi dan kayaknya juga senang tu cuma malu diliatin orang,...
Balas   • Laporkan
Mr. Bond
19/08/2010
menjijikan
Balas   • Laporkan
thia
18/08/2010
wkwkkw..... gw bacanya malu malu geli gimana gt .... dasar orang aneh .... malu-maluin bgt... coba kalo anaknya yg diremas ... hmmmm
Balas   • Laporkan
dicky
18/08/2010
boleh sih marah tapi kan gk harus kita caci dia apalagi di pecat kasian anak istrinya donggg.....
Balas   • Laporkan
giebernau
06/08/2010
cckckckckc,,....... punya istrinya kurang masss!
Balas   • Laporkan
Eka Kukoc
05/08/2010
ada kelainan jiwa tuh orang, copot aja dinas-y, jadiin dia pegawai kontrak aja biar sengsara
Balas   • Laporkan
Kunti Rahayu
04/08/2010
Dasar manusia amoral n di hukum rajam aja manusia model spt iu ...........
Balas   • Laporkan
lingche
04/08/2010
jijik banget d ada manusia kaya gitu...dipisahin aja bus cewe n bus cowo or kursi cewe kursi cowo emang gilaaa ga usah dibus di antrian aja banyak org yg sengaja dempet2 mau cari untung jijay.com manusia tak punya otak!
Balas   • Laporkan
kritikus
04/08/2010
mainan isengannye aje udah begini... jangan digantung!! pulangkan ke alam habitat asalnya aja!! makhluk mana neh??
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com