METRO

Pilih Mana: ERP atau Tarif Parkir Naik 5 Kali

Pemasukan dana parkir ternyata sangat kecil dibandingkan pertumbuhan jumlah kendaraan.

ddd
Kamis, 7 Oktober 2010, 11:08 Maryadie
Jalan di Singapura memakai sistem ERP
Jalan di Singapura memakai sistem ERP  

VIVAnews - Pemerintah Kota Jakarta menyiapkan banyak jurus untuk mencoba mengatasi kemacetan yang makin menggila. Di antara itu semua, yang paling santer dibicarakan belakangan ini adalah penerapan eletronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar, dan kenaikan tarif parkir hingga lima kali lipat.

Sebagian besar lahan parkir di Jakarta saat ini dikelola pihak swasta. Bahkan, pemasukan dari parkir untuk Pemerintah Jakarta terbilang kecil. Besarannya tak sesuai dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta yang begitu tinggi. Untuk tahun 2009 saja pendapatan parkir hanya Rp19,4 miliar.

Data yang didapatkan VIVAnews.com menunjukkan peningkatan pendapatan parkir sejak tahun 2006 hingga 2009 tidaklah terlalu signifikan. Bahkan, pada tahun 2008 pendapatan parkir malah lebih rendah dari tahun 2007 yang hanya sebesar Rp19,1 miliar. Padahal, tahun sebelumnya mencapai Rp19,3 miliar.

Secara detail data pendapatan parkir di Jakarta adalah sebagai berikut:

2006: Rp17.586.134.207
2007: Rp19.387.980.225
2008: Rp19.197.643.233
2009: Rp19.436.638.027

Untuk tahun 2010 hingga bulan Mei baru mencapai Rp8,7 miliar, padahal targetnya Rp22 miliar.

Data pendapatan parkir di atas jelas menunjukkan adanya kejanggalan. Apalagi, di tahun 2011 nanti, diperkirakan ada sekitar 700 ribu kendaraan baru yang akan masuk Jakarta, seperti dikatakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Artinya, pada tahun 2011 nanti, di Jakarta akan ada 12 juta kendaraan. Data ini berdasarkan penambahan dari jumlah kendaraan yang beredar pada 2010 di Jakarta yang mencapai 11,4 juta unit kendaraan. Terdiri dari 8,2 juta unit kendaraan roda dua dan 3,2 juta unit kendaraan roda empat.

Data lain dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.100 unit lebih per hari atau sekitar 9 persen per tahun.

Pertanyaannya, ke mana gerangan uang parkir itu pergi?

Lalu bagaimana dengan ERP?

Pengelolaan jalan berbayar akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI. Saat ini, pelaksanaannya tinggal menunggu peraturan pemerintah. Sistem Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, ERP akan diterapkan di 10 ruas berikut:

1. Jalan Sisimangaraja, jalur cepat dan jalur lambat;
2. Jalan Sudirman, jalur cepat dan jalur lambat;
3. Jalan MH. Thamrin, jalur cepat dan jalur lambat;
4. Jalan Medan Merdeka Barat;
5. Jalan Majapahit;
6. Jalan Gajah Mada;
7. Jalan Pintu Besar Selatan;
8. Jalan Pintu Besar Utara;
9. Jalan Hayam Wuruk;
10. Sebagian Jalan Gatot Subroto antara persimpangan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Gerbang Pemuda (Balai Sidang Senayan) sampai dengan persimpangan Jalan HR Rasuna Said - Jalan Gatot Subroto pada jalan umum bukan tol.

Jalan-jalan itu adalah yang kini merupakan kawasan 3 in 1 yang diberlakukan melalui Keputusan Gubernur DKI pada 2003 lalu.

Bagaimana pendapat Anda soal ini? Silakan sampaikan di sini untuk kami muat di VIVAnews.com. Terima kasih. (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
mafia
11/12/2010
parah emang si foke lama lama menjabat gubernur DKI...mungkin lama lama ML sama bini juga akan dipajakin sama foke tuh.....
Balas   • Laporkan
deddy
23/11/2010
yg bener itu parkir gratis, berarti indonesia sdh merdeka, dan juga tidak dijajah bangsa sendiri, bebas naruh kendaraan dmn sj,orang miskin kayak kita pas2 an masa mau kena parkir 5x? apa mending naik kuda aja
Balas   • Laporkan
budi anduk
08/10/2010
korupsi di dinas prparkiran DKI udh bkn barang baru. dinas parkir dki mrupakan sarang koruptor. mreka menaikkan tarif parkir, tp ga msk kas daerah, cuma msk ke kantong2 pjabat2 DKI. slama Foke mnjabat ga ada kliatan sama skali pembangunan.malah kacau bala
Balas   • Laporkan
agus
07/10/2010
Yang namanya mengatasi kemacetan di jakarta ini sebaiknya dengan peningkatan fasilitas seperti perbaikan jalan, akses jalan ke Jakarta, sarana transportasi yang baik, bukannya menambah penderitaan rakyat...
Balas   • Laporkan
Agus Simatupang
07/10/2010
ERP sangat baik diterapkan dikota Jakarta yang sangat macet ini. Hampir tidak banyak ruang untuk bergerak ketika jam berangkat dan pulang kerja. ERP ini harus dilaksanakan ketika seluruh transportasi massal di Jakarta sudah cukup memadai.Trans belum cukup
Balas   • Laporkan
boingdoing
07/10/2010
mau ERP? pasti bakalan lancar nggak jakartanya?? mau tarif parkir naik 5x, dijamin aman nggak kendaraan yg diparkir? kalau jaminan atas hal2 diatas tidak bisa diberikan, pemda cuma ambil keuntungan semata dari kesusahan rakyat jakarta
Balas   • Laporkan
Maharani Ahmad
07/10/2010
kl kata aq ga ada yang lebih baik dari dua pilihan iu. toh emang sudah jadi kebutuhan kita pake kendaran ke jakarta. jadi sebagai rakyat ikut aja pemerintah, slama belum ada fasilitas kendaraan umum yang memadai
Balas   • Laporkan
sibarakaduk
07/10/2010
senang banget pemerintah nyusahin warganya,.. kalo kebijakan itu bermanfaat untuk pendapatan daerah & dikembalikan lagi kepada warganya dalam bentuk fasilitas lain, mungkin publik tak akan menolak, yg terjadi duit parkir telah menjadi "atm" bagi para oknu
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru