METRO

Waspada, Modus Penipuan Polisi Narkoba

Mereka selalu memeras korban dengan ancaman penangkapan.

ddd
Senin, 22 November 2010, 12:19 Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra
Gelar barang bukti penipuan
Gelar barang bukti penipuan (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Aksi penipuan dan pemerasan bermodus oknum Polisi yang mengaku sebagai anggota narkoba semakin marak. Mereka selalu memeras korban dengan ancaman penangkapan.

Direktorat IV Narkoba Mabes Polri mengimbau warga untuk tidak mudah percaya terhadap orang yang mengaku polisi dari satuan narkoba tanpa ada tanda pengenal baik di tingkatan Mabes, Polda, Polres maupun Polsek.

Direktur IV Narkoba Mabes Polri, Brigadir Jenderal Arman Depari, tidak menampik masih ditemui adanya oknum yang mengaku sebagai anggota narkoba dan melakukan pemerasan terhadap warga.

"Sedang melacak mereka yang mengaku sebagai anggota namun justru melakukan pemerasan terhadap warga," katanya kepada wartawan, Senin 22 November 2010.

Arman mengaku, Kamis 18 November 2010, telah terjadi aksi modus penipuan yang dilakukan empat pria yang mengaku sebagai anggota Direktorat IV Mabes Polri. Saat itu mereka mendatangi sebuah kios pulsa telepon seluler di Jalan Mojokerto Raya, Utan Kayu, Jakarta Timur.

Dengan berdalih tengah melakukan pengembangan atas penangkapan tersangka sebelumnya yang kedapatan memiliki 4 gram shabu-shabu, keempat pria tersebut membawa paksa pemilik kios dan anaknya.

Kedua korban yang bernama Widiantoro Ekin Putra dan  Ike widowati kemudian dibawa berputar-putar menggunakan Isuzu Panther D 1819 EL hingga melintasi gedung DPR sebelum akhirnya kembali ke lokasi awal.

Ironisnya, dalam perjalanan tersebut  Widiantoro dan putrinya dipaksa mengakui barang bukti shabu sebagai miliknya. Tak hanya itu, keduanya dipaksa memberikan sejumlah uang ataupun menyebutkan nama tersangka lain seraya dipukuli dan disabet menggunakan gantungan baju.

Namun karena merasa tak bersalah, Widiantoro dan putrinya tak mengindahkan permintaan tersebut. Meski tak melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian, namun pemerasan berikut penganiayaan itu tak urung membuat Widiantoro dan keluarganya menjadi trauma.

Salah seorang pelaku mengaku bernama Pendi. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
reiraka
14/12/2010
wakakakaka...... boro2 yang berdiri....yang tidur aja nyusahin...........
Balas   • Laporkan
wni
22/11/2010
udah sering pak polisi bukan cuma akhir2 ini aja. mungkin baru diungkap skrng krn ganti kapolri. dan tolong juga oknum perwira2 yg di atas kasi contoh yg benar biar yg di bwah ga pada ngiri...ok
Balas   • Laporkan
Wasno Gunungkidul
22/11/2010
polisi lagi polisi lagi, kacian beliau2 ini yang gak tahu apa2
Balas   • Laporkan
namalosaluhut
22/11/2010
Memang dulu RENCANA-nya Polisi didirikan utk memerangi kejahatan.. kalau Polisi sekarang aq nggak tau....
Balas   • Laporkan
jepe
22/11/2010
aparat sampah!!! nggilani memalukan menjijikkan gak tau malu, robot yg dikendalikan atasan , tukang ngeles tukang bikin skenario suck
Balas   • Laporkan
lenong
22/11/2010
kelakuan OKNUM polisi, bukan di narkoba saja, banyak di bid. lain nya. misal ke toko HP, bawa 1 orang yg ngaku pencuri, asal tunjuk jual di toko mana, yang punya di bawa ke kantor, dicuekin, di suruh ngaku, ujung nya UUD, kalau nggak di ancam dikandangin.
Balas   • Laporkan
ocie
22/11/2010
Mereka belajar dari rekening gendut perwira ingin punya uang banyak. Jadi yang korban masyarakat, seharusnya dilindungi malah di peras dan disiksa. Dosa apa yang dilakukan oleh negara ini.
Balas   • Laporkan
supri Hw
22/11/2010
PR buat yg terhormat Bpk2 Polisi......
Balas   • Laporkan
lobster
22/11/2010
p0l1si g0bl0k p0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0kp0l1si g0bl0k F p0l1si g0bl0k p0l1si g0bl0k p0l1si g0bl0k
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com