METRO

Pelajaran Berharga Kasus Selly, Penipu Cantik

Dari kasus Selly bisa dipetik pelajaran. Apalagi, penipuan dengan berbagai modus marak.
Kamis, 31 Maret 2011
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Harwanto Bimo Pratomo
Selly Yustiawati

VIVAnews -- Rasellya Rahman Taher alias Selly Yulistiawati kini harus merasakan dinginnya sel Kepolisian Kota Bogor, Jawa Barat. Ia diperkarakan dalam kasus penipuan dengan modus penjualan pulsa elektronik.

Sempat buron setahun -- Selly ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) 4 Maret 2010 -- ia ditangkap di sebuah hotel di kawasan Seminyak, Bali pada Minggu 27 Maret 2011.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Baharudin Djafar mengatakan, dari kasus Selly bisa dipetik pelajaran berharga. Apalagi, penipuan dengan berbagai modus kini marak.

Saat ingin bertransaksi, kata dia, diperjelas dulu identitas orang yang akan menerima aliran uang. Hindarilah transaksi-transaksi dengan media elektronik yang rawan penipuan.

"Bertransaksi harus dengan jelas, nyata. Terkadang kita menggunakan media elektronik, tapi kita tidak begitu yakin," kata Baharuddin di Polda Metro Jaya, Kamis 31 Maret 2011. Apalagi, tambah dia, media elektronik sering dijadikan alat untuk menipu.

Soal kasus Selly, Baharuddin mengatakan, polisi memang memiliki sejumlah keterbatasan untuk menangkap pelaku penipuan.

"Ya kita tentu berobsesi pelaku tindak pidana ini secepatnya kita tangkap. Tapi kita tidak dapat memungkiri kita punya keterbatasan dan itu yang terus kita usahakan diperbaiki," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada laporan lagi mengenai hasil tindak penipuan Selly dari masyarakat. Baharrudin menghimbau agar masyarakat yang menjadi korban tidak ragu melapor. "Agar asas keadilan dapat ditegakkan."

Sebelumnya, Selly mengakui semua penipuannya dilakukan dengan modus bisnis penjualan pulsa elektronik.

Semua korban yang saya ajak bisnis fiktif adalah teman dekat. Mereka selalu saya ajak (senang-senang) usai saya dapat uang. Uang hasil kejahatan, tidak saya gunakan untuk diri sendiri,” kata Selly di Polres Bogor, Jawa Barat.

Uang hasil kejahatannya itu dipakai pakai untuk mentraktir teman, shooping dan karaoke. Teman yang menjadi korbannya pun ikut menikmatinya.

Pengakuan Selly, dirinya menipu pertama kali pada 2009 saat masih bekerja sebagai karyawan Harian Kompas. "Dari kerja di Kompas, saya termotivasi untuk hidup senang,” katanya. (SJ)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found