METRO

Foke: Di Angkot Pake Rok Mini, Bikin Gerah

Langkah ini untuk meminimalisir kriminalitas di dalam angkutan perkotaan.

ddd
Jum'at, 16 September 2011, 14:58 Aries Setiawan, Dwifantya Aquina
Angkot barang bukti kejahatan
Angkot barang bukti kejahatan  

VIVAnews - Maraknya aksi kejahatan dalam angkutan perkotaan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak. Utamanya, pemangku kepentingan.

Menanggapi masalah itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya akan membahas masalah keamanan angkutan perkotaan yang beberapa bulan terakhir mengalami peningkatan kriminalitas.

Selain akan meningkatkan pelayanan keamanan bagi warga Ibukota, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau masyarakat, khususnya wanita, untuk menjaga keamanan saat menggunakan jasa angkutan.

"Bayangkan saja kalau orang naik mikrolet, orang duduk depannya pakai rok mini agak gerah juga kan. Kalau orang naik motor pakai celana pendek ketat lagi. Bayangin aja, itu yang ikut di belakangnya bisa goyang-goyang," kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Jumat, 16 September 2011.

Foke begitu dia disapa, juga meminta masyarakat agar tidak mengenakan perhiasan berlebihan saat berada di angkutan umum. "Perlu menyesuaikan lingkungan sekelilingnya untuk tidak memancing orang melakukan hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Direktur Insitut Studi Transportasi, Darmaningtyas menilai,
maraknya pemerkosaan di dalam angkutan perkotaan karena tidak dilaksanakannya UU Lalu Lintas Nomor 2 tahun 2009. Di dalam UU tersebut dituliskan bahwa angkutan umum harus dikelola oleh badan hukum.

"Kalau bus besar ini kepemilikannya jelas, seperti Mayasari, Steadysafe, PPD, sehingga jika ada persoalan hukum yang terjadi disana kita menuntutnya gampang. Tapi kalau angkot ini kepemilikannya personal. Sehingga kalau ada kasus seperti pemerkosaan atau pembunuhan itu sulit dilacak," ujarnya.

Darmaningtyas menegaskan, Pemprov DKI dan kepolisian harus mendorong pembenahan proses kepemilikan angkutan perkotaan tersebut agar tindak kriminalitas dapat diminimalisir.

"Itu harus dilaksanakan karena dengan adanya badan hukum ketika ada persoalan hukum masyarakat mudah mengadukannya," ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, angkutan perkotaan di Jakarta mayoritas dimiliki secara personal, tanpa ada pool. Sehingga tak ada pihak yang dapat bertanggungjawab apabila ada masalah hukum terjadi.

Dia menilai, secara individu itu sulit untuk mempunyai pool sendiri. "Seperti kita lihat angkot itu banyak parkir di pinggir jalan, kalau dengan UU yang baru sebetulnya angkutan umum itu harus punya pool sendiri sehingga perawatannya terjaga dan kalau ada masalah apa-apa bisa terlacak," tandasnya.

Siapa yang berwenang mendorong hal ini terealisasi, dia menyatakan, Kepolisian dan Dishub DKI. "Mereka harus bersinergi. Kepolisian dalam menegakkan aturan, Dishub DKI itu dalam membuat aturan perizinan bisnis angkot," ucapnya. (eh)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
nyepongbob
23/09/2011
Saya tidak peduli dengan komentar" anda yang lain..... kalo saya nemu ada cewe pake rok di angkot,saya anggap rejeki. kalo nemu cewe berpakaian rapi dan wangipun saya anggap rejeki. tapi kalo sampe bertemu wanita yang sebaliknya daripada di atas.... musib
Balas   • Laporkan
iron maiden
17/09/2011
rok mini disalahkan kalau ada perkosaan, sama aja kalau banjir yg disalahkan hujannya atau air kiriman dari bogor. ini contoh ucapan pejabat yg tdk sensitif dan tdk pro hak2 perempuan.
Balas   • Laporkan
bangnapi79 | 18/09/2011 | Laporkan
anda itu pada punya agama ndak seh?? emang di agama anda tidak mengajarkan masalah menutup aurat??? hukum gantung pemerkosa dan hukum penjara bagi perempuan pengumbar syahwat (pake rok mini)
plungkie
16/09/2011
Gubernur aneh, yang dimasalahkan justru perempuan pakai rok mini. Inti masalahnya bukan itu! Heran gubernur seperti ini kok bisa dulu terpilih.
Balas   • Laporkan
v_v | 17/09/2011 | Laporkan
hahaha bener bngt ini gurbenur aneh bener... ya kl kejadian sama klrg/kerabat dia sendiri apa dia bisa nanti ngomong seperti ini??? bukannya pikir gimana pembenahan ini malah salahin rok..parahhh
hwt
16/09/2011
Udah diangkat jadi gubernur tapi Jakarta masih macet juga ... gerah juga kan ?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com