METRO

Ungkap Pelecehan Seks BPN, Polisi Undang Ahli

Keterangan ahli diambil guna meneliti barang bukti yang diajukan korban.

ddd
Jum'at, 7 Oktober 2011, 14:28 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Ilustrasi
Ilustrasi (corbis.com)

VIVAnews - Kepolisian Daerah Metro Jaya akan memanggil saksi ahli dalam penyelidikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepada Direktur Pengaturan dan Penetapan Hak Tanah Badan Pertahan Nasional (BPN), Gn, 44, kepada tiga orang stafnya.

"Kemarin kami sudah melakukan gelar perkara. Kemudian akan mengundang ahli IT dan ahli bahasa untuk meneliti barang-barang yang dijadikan bukti yakni email, dan CD rekaman," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Untung S Rajab di Jakarta, Jumat 7 Oktober 2011.

Menurut Untung, keterangan ahli diambil guna meneliti barang bukti yang diajukan korban, sebab email dan rekaman tersebut sudah ada sejak laman tetapi baru dilaporkan saat ini. Pemanggilan saksi tersebut juga untuk melihat tingkat akurasi.

Untung berharap, keterangan ahli bisa menjadi pertimbangan penyidik apakah Gn bersalah atau tidak. "Jangan sampai ada motivasi tertentu untuk diributkan sehingga orang itu menjadi salah," kata dia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, menambahkan dua alhi IT dan Bahasa diundang karena beberap fakta.

Ahli IT akan menerangkan keaslian email yang diduga dikirim oleh pejabat eselon II itu dan dari mana asal postingan email itu.

Sedangkan ahli bahasa untuk menilai rekaman pengakuan pelaku, apakah masih asli atau tidak. "Semua bukti yang diberikan korban menjadi alat bukti bagi penyidik, tetapi bukan menjadi petunjuk," kata Baharudin.

Seperti diketahui, Gn dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Senin 13 September lalu atas dugaan pasal 294 ayat 2 KUHP tentang pencabulan. Gn dilaporkan oleh tiga perempuan yang merupakan staf dan sekretarisnya, berinisial AN, NPS, dan AIS.

Di dalam laporan resmi bernomor TDL/3124/1X/2011/PMJ/Dit.Reskrim.Um, dia dilaporkan telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap ketiganya. Pelecehan seksual itu diduga telah dilakukan pada 2010-2011. (sj)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
morena
14/10/2011
Biasa...polisi sudah dibayar mahal buat ngelindungi yg berani bayar.
Balas   • Laporkan
tung
07/10/2011
Mengapa Gunanegara terkesan dilindungi polisi?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com