METRO

Angka HIV/AIDS di Bekasi Meningkat

15 ribu kondom dibagikan gratis ke wilayah kota dan kabupaten Bekasi.

ddd
Sabtu, 12 November 2011, 23:07 Sandy Adam Mahaputra
Peringatan Hari AIDS Sedunia
Peringatan Hari AIDS Sedunia (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Penyebaran HIV/AIDS di wilayah Bekasi saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Pada akhir November 2010, angka penderita HIV sudah mencapai 568 dan 664 kasus AIDS. Sementara itu, di Kabupaten Bekasi sebanyak 504 penderita HIV dan 124 kasus AIDS.

Tingginya angka itulah yang membuat LSM pendamping penderita HIV/AIDS (ODHA) Mitra Sehati, membagi-bagikan 15 ribu kondom. Alat kontrasepsi tersebut dibagikan setiap bulan kepada lima populasi berisiko tinggi, antara lain pengguna jarum suntik, pekerja seks komersial, waria, gay, dan sopir truk maupun buruh pabrik.

Pembagian kondom dilakukan di seluruh lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus mematikan tersebut. Untuk Kota Bekasi sendiri tercatat di Kecamatan Jati Sampurna, Jati Karya, dan Bantar Gebang. Termasuk di antaranya sejumlah panti-panti pijat, diskotik, kafe, hotel, serta lokasi pekerja seks jalanan di antaranya di kawasan GOR dan Stadion Patriot.

Sementara itu, untuk Kabupaten Bekasi sendiri tercatat 24 lokasi rawan, namun hanya 13 titik yang terjangkau oleh lembaga tersebut. Antara lain Kecamatan Cibitung, yang terdapat empat lokalisasi, seperti Tenda Biru, Malvinas, Kedaung, dan Cibitung Belakang Laut. Kemudian Bulak Kapal, Bekasi Timur, Tambun sampai pasar seng di Cikarang Utara.

Selanjutnya, kawasan lokalisasi Tanah Merah di Kedungwaringin, Lubang Buaya di Kecamatan Setu, Pasir Konci di Kecamatan Cikarang Selatan, dan Tegal Danas serta Pasir Sedot di Cikarang Pusat. Dari sejumlah lokasi tersebut, Kecamatan Serang dan Cibarusah belum bisa terjangkau sehingga tak mendapatkan program pembagian kondom gratis.

Direktur LSM Mitra Sehati, A Hazami, mengatakan, pembagian kondom tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Meski begitu, pihaknya mengaku kejar-kejaran dengan laju peningkatan angka penderita yang sedemikian tinggi. ’’Pembagiannya dilakukan melalui lima lembaga di bawah koordinasi Mitra Sejati,’’ kata dia di Bekasi, Sabtu 12 November 2011.

Masing-masing lembaga tersebut akan menjangkau sekaligus mendampingi sejumlah orang yang memiliki risiko penularan sangat tinggi. Di Kota Bekasi sendiri antara lain Lembaga Studi Paradigma Rakyat (Lepra) menjangkau PSK dan laki-laki. Lembaga Kasih Indonesia menyasar pengguna jarum suntik dan ODHA, serta Gaya Patriot khusus untuk kaum gay.

Sementara itu, Kabupaten Bekasi dipegang oleh Perhimpunan Perempuan Sehati, menjangkau pekerja seks, laki-laki berisiko tinggi, dan gay. Selain itu, ada pula Grapik dengan sasaran pengguna jarum suntik narkoba dan ODHA.

Pembagian kondom ini dilakukan berkat bantuan dari Global Fund melalui Komisi Penanggulangan AIDS. Lewat bantuan yang telah dicairkan sejak Oktober tersebut, pihaknya mendapatkan dana sebesar Rp41 miliar. Dari jumlah itu, lembaga pimpinannya menyalurkan sekitar 2.000 kondom per bulan kepada masing-masing wilayah. (Laporan: Erik Hamzah | Bekasi, art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
b4db0y
13/11/2011
WELCOME TO THE HELL...
Balas   • Laporkan
garin
13/11/2011
parah..... bukanya memberantas malah ngasih peluang untuk melakukan zina... pantas inndonesia ini tidak henti2nya kenak azab Allah
Balas   • Laporkan
yayong
@Yayong
13/11/2011
loh kog cara menanggulangi penyebaran virusnya spt itu? itu menurutku bukan suatu pemecahan masalah. itu malah mendukung untuk adanya sex bebas! dimana imannya!!! menurut aku sex bebas itu yang dicegah, bukan malah dikasih kondom! :-P
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com