Walhi Desak DKI Kelola Sampah Sendiri
Pemprov DKI harus mengurus persoalan sampahnya sendiri agar lebih efektif.
Sampah Di Bantar Gebang (Reuters/Beawiharta)
VIVAnews - Sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani sendiri sampahnya, dan tidak bergantung dengan daerah penyangga yang ada di sekitarnya. Karena itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendukung pembangunan tiga tempat pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Fasility (ITF).
Seperti disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkngan Hidup (WALHI), Ubaidillah, sudah saatnya pengolahan sampah di Jakarta tidak lagi dilimpahkan ke daerah penyangga. Bagaimanapun juga, Pemprov DKI harus mengurus persoalan sampahnya sendiri.
"Perhitungan kami, dari efisiensi dan efektifitas, pengolahan sampah dalam kota lebih baik daripada membangun di luar kota Jakarta," ujar Ubaidillah, Rabu, 7 Desember 2011.
Menurut Ubaidillah, dengan pendekatan 3 R atau recycle, reduce, dan refuse, sistem ITF dapat meminimalisir pencemaran yang kerap mengganggu kesehatan masyarakat. Dengan teknologi itu, seluruh sampah bisa diurai hingga tidak tersisa atau zero to waste.
"Teknologi ini juga digunakan negara maju yang punya persoalan sama dengan Jakarta. Dengan Teknologi ini masyarakat akan diuntungkan karena tidak ada lagi sampah yang tidak bisa diuraikan. Tapi, pengolahan sampah juga harus memperhatikan kesehatan masyarakat," Jelas Ubaidillah. .
Dengan konsep pembangunan ITF Sunter, teknologi incenarator yang digunakan baik dan mendukung teknologi ramah lingkungan. Teknologi ini lebih baik daripada TPST Bantar Gebang, atau open dumping dan sanitary landfill.
Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna mengatakan, pembangunan ITF Cakung Cilincing, ITF Sunter dan ITF Marunda, dilakukan sesui Pergub DKI Jakarta No.77/2009 tentang Penetapan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di KEK Marunda, dan Keputusan Gubernur No.1851/2009 tentang Pembentukan tim kerja program pembangunan ITF.
Nantinya, ITF Marunda akan dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprov DKI dan bekerjasama dengan investor selaku pemilik lahan dan penyedia teknologi.
"Akan membangun fasilitas pengolahan sampah di atas lahan seluas 12 hektar pada tahun 2012. Pola pengelolaannya sama dengan ITF Cakung Cilincing yaitu pihak swasta bekerja sama dengan BUMD yang akan mengelola KEK Marunda," ujarnya.
Dia menjelaskan sarana dan prasaranan pendukung ITF Marunda yang segera akan dibangun antara lain pengelolaan sampah sungai dan laut di sekitar kawasan KEK Marunda dengan Pantai Laut Jawa melalui sungai Blencong.
Pengelolaan sampah sungai dan laut lanjutnya, akan dilengkapi dengan armada kapal pembersih sampah pantai dan fasilitas lain berupa intalasi pengolahan limbar berupa oli bekas kapal.
Fasilitas instalasi pengolahan limbah, terutama yang berasal dari oli bekas kapal itu nanti sesuai dengan International Maritime Organization (IMO) Convention dan rencana pelabuhan yang rencana dibangun di kawasan itu. (umi)
-
Ashley Cole & Anton Ferdinand Nyaris Adu Jotos di Los Angeles
-
Menghebohkan, Remaja Ini Berenang Bersama Hiu 9 Meter
-
Sewa PSK, Bintang Bayern Munich Terancam 3 Tahun Penjara
-
Video Biksu Naik Jet Pribadi Hebohkan Thailand
-
Kota Hilang Seperti "Atlantis" Ditemukan di Kamboja
-
Maradona Menangkan Gugatan Rp4,8 Miliar dari Perusahaan China
- Info Momentum
- Misteri Autisme Dibalik Kejeniusan Einstein
- Konspirasi Terselubung Bom Boston Marathon 2013
- Andrea Gail, Kapal yang Karam Dihantam Ombak Siluman
- Kupas Tuntas:Saat Radiasi Ponsel Sebabkan Kanker dan Kemandulan
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Misteri Gurun Pasir Bernyanyi Di China
- FOTO: Venus Kim Hyo Yeon, Personil Girls? Generation yang Cantik


