METRO

Misa di Gereja ini Gunakan Tiga Bahasa

Gereja Immanuel, Gambir, yang dibangun pada 1839 tetap mempertahankan kebudayaannya.

ddd
Minggu, 25 Desember 2011, 11:35 Hadi Suprapto, Febry Abbdinnah
Misa Natal di Gereja Immanuel
Misa Natal di Gereja Immanuel (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Kalau biasanya Misa Natal diadakan hanya satu bahasa, lain halnya dengan di Gereja Immanuel, Gambir, Jakarta Pusat. Misa Natal di gereja ini sudah tradisi menggunakan tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Belanda, dan Inggris.

Gereja yang sudah berdiri sejak 1839 ini bahkan menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa awal siar agama. "Dulu tidak ada bangsa Melayu yang beragama Kristen. Jadi, sejak didirikan Gereja ini sudah menggunakan Bahasa Belanda. Seiring perkembangannya, baru memakai Bahasa Indonesia, " ujar Pdt. H Deni Matulapelwa ketika ditemui VIVAnews.com usai Misa di Jakarta, 25 Desember 2011.

Meski masih menjalankan tradisi Misa Natal dengan menggunakan tiga bahasa, jamaat yang datang pada Misa berbahasa asing sudah mulai berkurang. "Biasanya jemaat merupakan pendatang," paparnya.

Sejak pukul 08.00, jemaat tampak mememuhi ruang gereja yang dipimpin oleh Pdt. H Deni Matulapelwa. Dijadwalkan, Misa Natal berbahasa Indonesia diadakan pada 18.30 WIB, sedangkan yang berbahasa Inggris pada pukul 17.00 WIB, sedangkan bahasa Belanda pada 10.00 WIB.

Menurutnya, makna Natal tahun ini menggambarkan manusia yang selalu diperbaharui, meski tetap memegang teguh kesederhanaan. "Seharusnya umat yang merayakan Natal tidak berpesta pora, tetapi lebih merayakannya di dalam hati."

Ia pun berharap pada tahun yang baru, umat dapat memperbaharui diri dengan cinta kasih dan kesederhanaan. "Semoga dihindarkan dari pengaruh yang tidak baik seperti korupsi. Buat apa merayakan Natal kalau tetap menjalankan korupsi," katanya. (eh)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
pinukuik_angek
25/12/2011
antahlah yuang, batua juo kato berita ko, dulu ndak ado bangsa melayu nan ikuik natal, makonyo missa pakai baso balando jo baso inggiriih,..... kini lah ado pulo missa pakai baso malayu, jadi lah banyak na keberhasilan bulando di negara kito ko
Balas   • Laporkan
seppalea | 25/12/2011 | Laporkan
jaman emang selalu berubah kawan, jauh sebelumnya di negri kita tercinta ini yg ada cuma hindu dan budha..di amerika dan eropa sana tidak mustahil suatu saat menjadi negara mayoritas seperti yg anda mau..SELAMAT NATAL bagi yg merayakan..
chikoozon | 25/12/2011 | Laporkan
io nah sanak bahkan alah adoloh urang awak nan pindah agamo ka agamo nan nyo bao dek urang balando tu , bisuek tu adoloh gereja minang kabau lai !!! Gereja minang kabau di indonesia barat !!! aneh se namonyo pakai indonesia barat gai (GPIB)!!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru