METRO

Warga Malaysia Selundupkan Sabu dalam Permen

Pelaku ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, karena gerak-geriknya mencurigakan.

ddd
Senin, 16 Januari 2012, 15:53 Desy Afrianti
Polisi sita sabu-sabu
Polisi sita sabu-sabu (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Warga Negara Malaysia berinisial FEMB, 33, ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, setelah kedapatan membawa sabu seberat 1,6 gram yang dikemas di dalam bungkus permen.

"Tersangka mengaku sebagai seorang manajer di perusahaan. Setelah didalami, ternyata tujuannya adalah untuk menemui bos-nya yang pada 2010 ditangkap atas kasus serupa, kepemilikan sabu," kata Kepala Bea dan Cukai Bandara soekarno Hatta, Oza Olavia, Senin 16 Januari 2012.

Saat turun dari pesawat Air Asia (QZ-7691) rute Kaulalumpur-Jakarta di terminal 3 kedatangan, pelaku ditangkap karena gerak-geriknya mencurigakan. "Setelah diperiksa ditemukan sabu itu disimpan dalam tas jinjing," ujarnya.

Selain itu, warga negara Indonesia berinisial PY juga ikut ditangkap karena menerima paket sabu seberat 509 gram dengan nilai barang Rp1,1 miliar. "Ada kiriman paket mencurigakan dari Abidjan, Pantai Gading, Afrika Barat,  melalui perusahaan jasa titipan," ujarnya.

Setelah ditelusuri, dalam paket perhiasan yang terbuat dari kayu itu ditemukan sabu yang dibagi menjadi lima paket. "Jadi, barang itu disembunyikan dalam dinding kotak kayu," ucap dia.

Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat Dwiyanto, menambahkan pihaknya mengamankan dua narapidana Lapas Narkotika Kelas II A Sungguminasa, Makassar, yakni KM, 37, dan DW, 43. Keduanya ditangkap setelah kedapatan mengendalikan penyebaran narkotika di Makassar.

"Kami amankan sabu 44 kg yang tadinya akan dikirim ke alamat fiktif," kata Sumirat. Ternyata, alamat itu hanya digunakan KM, dan barang bukti tersebut milik mereka. "Istrinya yang disuruh mengambil barang tersebut. Dia mengendalikan dari Lapas," ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan kemungkinan barang tersebut disebarkan untuk di lapas. Namun bisa juga untuk dijual di luar, namun dikendalikan dari dalam.

Laporan: Muhammad Iyus | Tangerang, umi


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru