METRO

Pemerintah Turun Tangan Atasi Macet Jakarta

Pemda hanya bertindak sebagai pelaksana karena kerap gagal mengatasi macet Jakarta.

ddd
Selasa, 21 Februari 2012, 13:57 Anggi Kusumadewi, Dwifantya Aquina
Kemacetan Jakarta yang parah membuat pemerintah pusat turun tangan untuk mengatasinya.
Kemacetan Jakarta yang parah membuat pemerintah pusat turun tangan untuk mengatasinya. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews – Masalah kemacetan dan transportasi di Jakarta akan diselesaikan pemerintah pusat melalui pembentukan Otorita Transportasi Jabodetabek. Pembentukan OTJ yang merupakan arahan Presiden ini tengah menunggu Perpres untuk dapat segera dilaksanakan tahun ini.

“Saat ini masih dibahas di Menko Perekonomian. Untuk transportasi Jakarta memang levelnya harus menteri. Jadi nanti bisa melaporkan langsung ke Presiden,” ujar Deputi Bidang Koordinator Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Menko Perekonomian Luky Eko Wiryanto di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 21 Februari 2012.

Luky mengatakan proyek OTJ tidak akan diberikan kepada pemerintah daerah, mengingat beberapa pengalaman sebelumnya tidak berhasil dijalankan oleh pemda. Pemda sendiri nantinya tetap akan dilibatkan, namun dalam kapasitas sebagai pelaksana.

Masterplan saat ini sudah diserahkan kepada Sekretaris Kabinet dan sedang menunggu Perpres diterbitkan. “Rencana induknya sudah selesai, sudah diserahkan ke Setkab. Sudah menampung semua komentar baik dari pemda maupun Kemenhub. Kalau sudah jadi, itu seperti buku pintar,” papar Luky.

Masterplan itu nantinya memuat 20 langkah penanganan transportasi di Jabodetabek. Rencana pengembangan sistem transportasi ini terpadu untuk periode 20 tahun, yakni 2011-2030.

Luky menekankan, kota metropolitan selevel Jakarta memerlukan moda transportasi yang terintegrasi. “Banyak pekerja Jakarta yang tidak tinggal di DKI. Oleh karena itu sistem transportasinya tidak bisa dipecah-pecah,” kata dia.

Pengembangan moda transportasi massal semacam TransJakarta yang hanya untuk kawasan Jakarta, atau transportasi lainnya yang hanya untuk Tangerang, ke depannya akan diintegrasikan. Setelah OTJ diberlakukan, sistem transportasi di wilayah Jabodetabek akan terintegrasi.

Oleh karena itu, lanjut Luky, perlu koordinasi antarpemerintahan provinsi, tak cukup sekedar Kementerian Perhubungan. “Harus dibangun institusi khusus untuk mendukung ini. Untuk itulah kita bentuk OTJ,” ujar dia. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
kapolsek
20/03/2012
Solusinya cuma satu, benahi transportasi massal semacam kereta api, di negara2 maju kota metropolitan juga sangat mengandalkan moda transportasi ini. Baru batasi mobil. Seandainya monorail direalisasikan sangat membantu mengatasi kemacetan. MRT ajah telat
Balas   • Laporkan
papane.nyempluk
21/02/2012
kan dia cuma ahli mlintar mlintir kumisnya ajee---apa prestasimu--gitu mau nyalonkan lagii--diketawain sama tukang sapu di jalanan
Balas   • Laporkan
koberkobere
21/02/2012
...mengingat beberapa pengalaman sebelumnya tidak berhasil dijalankan oleh pemda... lho katanya pemda sudah dipimpin oleh ahlinya...? piye to iki?
Balas   • Laporkan
Bnyak pintu TOL di Indonesia tdk menggunakan pembyaran automatic.antrean panjang,mau ngsih tiket,sisa uang kembaliannya lg tmbh ribet deh.
Balas   • Laporkan
kerenman
21/02/2012
Harus ada grand design yg jangka panjang utk menguraikan kemacetan di jakarta dan butuh keberanian dan ketegasan
Balas   • Laporkan
rosihanz
21/02/2012
Halah ngurusin macet aja gak becus, makanya di oatak itu jangan hanya uang isinya, stop pertumbuhan kndrn roda dua dan roda empat, tambah transportasi umum. 1 anggota keluarga hanya boleh memiliki paling banyak 2 buah kendaraan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com