METRO

Diverifikasi, Dukungan Independen Kurang 50 %

Banyak dukungan fiktif dan dukungan ganda dalam data dukungan.
Selasa, 28 Februari 2012
Oleh : Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Simulasi Pemilu

VIVAnews - Verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta terhadap data dukungan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta jalur independen hampir selesai. Dari pemeriksaan ini, jumlah dukungan yang ada berkurang hingga 50 persen.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdansyah, selain banyak dukungan fiktif, berkurangnya berkas dukungan juga disebabkan warga yang datang saat proses verifikasi faktual dilaksanakan hanya sedikit.

"Ini data sementara, masih ada beberapa kelurahan yang belum selesai," kata Ramdansyah, di kantor Panwaslu, Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Februari 2012.

KPU DKI Jakarta hingga saat ini terus melakukan rekapitulasi data berkas dukungan hingga Senin 5 Maret 2012 mendatang. Kelurahan yang belum menyelesaikan verifikasi faktual diantaranya, Kelurahan Penjaringan, Kelurahan Grogol, dan Kelurahan Petamburan.

"Masih ada rekapitulasi di tingkat provinsi. Tapi jadwal tidak akan mundur," ujarnya.

Data dari Panwaslu DKI Jakarta, untuk pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin pada awal pendaftaran, menyerahkan berkas dukungan sebanyak 496.155. Dari sejumlah dukungan tersebut ditemukan sebanyak 18.471 dukungan ganda, 29.493 KTP ganda, 5.326 bukan kelurahan setempat, dan 15.751 KTP kadaluarsa.

Sementara yang lolos administrasi hanya sebanyak 202.492 dukungan saja, dan yang hadir dalam verifikasi faktual hanya 23.957 warga saja. Ada 3.477 warga yang mengisi form B8 KWK KPU, tentang penolakan dukungan terhadap pasangan Faisal Basri-Biem Benyamin.

Kemudian pasangan Hendardji Supandji dan Achmad Riza Patria, menyerahkan 666.196 berkas dukungan. Ada  328.572 yang lolos administrasi. Dengan rincian 12.130 dukungan ganda, 8.621 KTP ganda, 8.521 bukan kelurahan setempat, dan 22.596 KTP kadaluarsa.

Pada verifikasi faktual pasangan ini, hanya  48.917 orang yang datang. Sementara yang mengisi form B8 KWK KPU, sebanyak 9.034 warga.

Ramdansyah mengaku pihaknya kesulitan mendapatkan data dari KPU Jakarta Timur. Sehingga berkas dukungan dari wilayah itu, sementara ini dimasukan dalam dukungan yang lolos verifikasi.

Karena itu, pihaknya akan mempelajari lebih dalam mengenai kesulitan mendapat data dari KPU Jakarta Timur.

"Kami akan mempelajari, apakah ada kesengajaan karena di wilayah lain bisa diakses. Harus ada asas keterbukaan," ujarnya. (eh)

 

TERKAIT
    TERPOPULER
    File Not Found