METRO

Sopir Angkot Gilir Siswi SMP di Puncak

Karena diancam dan tidak dapat melawan, korban menurut saja.

ddd
Rabu, 14 Maret 2012, 12:06 Eko Priliawito, Ayatullah Humaeni (Bogor)
Demo Perkosaan dan Pelecehan Seksual
Demo Perkosaan dan Pelecehan Seksual (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Kasus perkosaan yang dilakukan sopir angkutan kota (angkot) terhadap penumpangnya kembali terjadi di Bogor. Kali ini yang menjadi korban adalah Wati (bukan nama sebenarnya) siswa pelajar tingkat pertama di kawasan Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Pelaku perkosaan itu adalah R (22) dan P (20), sopir tembak angkot jurusan Ciomas-Ramayana. Keduanya melampiaskan nafsu bejatnya di kamar hotel di kawasan Puncak. Perkosaan itu terjadi pada 24 Februari 2012 lalu.

"Dicabuli dan disetubuhi secara bergatian," kata Kasat Reskrim Polres Bogor, Ajun Komisaris Imron Ermawan, Rabu, 14 Maret 2012.

Aksi ini berawal saat R dan P datang ke sekolah Wati dan merayu untuk mengantarkan pulang gadis baru gede itu. Tapi, dalam perjalanan, kedua sopir itu malah membawa Wati ke daerah Puncak.

Awalnya korban menolak masuk hotel itu. Tapi, karena diancam dan tidak dapat melawan, korban menurut saja. Di dalam kamar, Wati dicabuli dan diperkosaan secara bergantian dan baru dipulangkan esok harinya.

"Setelah selesai, tersangka mengantarkan korban pulang dan diancam agar tidak bercerita," jelasnya.

Tapi, dengan rasa takut, Wati menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Polres Bogor.

"Tersangka R kita tangkap di Ciomas, dan P masih diburu," katanya.

Kini tersangka meringkuk di dalam tahanan dan dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (hp).


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
aneh
15/03/2012
berlakukan hukum kebiri seperti di negara lain..agar tidak ada lagi pemerkosa2..biar kapok
Balas   • Laporkan
daduik
15/03/2012
hukum potoong habis,biar kapok..gak bisa kan?
Balas   • Laporkan
muhammadapriyansah
14/03/2012
kasih semut rang rang aja bagian yang nakal nya
Balas   • Laporkan
mickymouse
14/03/2012
YAH HARUS DITANAMKAN PENDIDIKAN SOAL SEX SEJAK DIBANGKU SD KALI. DAN HUKUM PEMERKOSA DENGAN HUKUMAN MATI ATAU SEUMUR HIDUP BIAR JERA.
Balas   • Laporkan
ramamz
14/03/2012
rata2 pelakunya ABG semua.. ada apa dengan pendidikan PPKn d Negara kita..
Balas   • Laporkan
werewolf
14/03/2012
Astagfirullah, saya sudah muak dg berita-berita kayak gini. kapan orang2 sadar bhw penyebabnya cuma 1: pornografi&pornoaksi. jaman dulu jarang ada paha diumbar di depan umum. sekarang banyak paha gratis bergentayangan. (tinggal bawa nasi aja, sama sambal)
Balas   • Laporkan
jatun_doro
14/03/2012
suka sama suka mah itu.. bukan pemerkosaan.. logika aja siswi SMP mau diantar pulang oleh 2 orang asing..
Balas   • Laporkan
poeun | 14/03/2012 | Laporkan
ngomong tong saenakna bro...!!! berita yg ditulis kan belum lengkap. jangan asal nuduh korban dulu...bisi KUALAT !!!
werewolf | 14/03/2012 | Laporkan
baca: SUPIR ANGKOT....
Potong... potong... potong sekarang juga.... sekarang juga... sekarang juga...
Balas   • Laporkan
indryagnesia
14/03/2012
lagian ngapain mau diajak orang-orang yang gak jelas gitu ciee...
Balas   • Laporkan
koberkobere
14/03/2012
lagilagi.....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru