METRO

Mendagri: Foke Cagub, PNS DKI Harus Netral

Gamawan juga tidak mempermasalahkan status Alex dan Jokowi sebagai kepala daerah aktif.

ddd
Selasa, 27 Maret 2012, 13:13 Eko Huda S, Mohammad Adam
Foke-Nachrowi, salah satu pasangan calon mendaftar ke KPUD DKI Jakarta
Foke-Nachrowi, salah satu pasangan calon mendaftar ke KPUD DKI Jakarta (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, berharap Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta netral dalam proses pemilihan gubernur Juli 2012. PNS DKI, tidak boleh dimobilisasi untuk mendukung salah satu kandidat calon.

"Karena incumbent ikut di dalamnya, jangan ada PNS yang diminta untuk mendukung salah satu pihak dan tidak netral. Jangan ada usaha untuk mengarahkan PNS," ujar Gamawan di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa 27 Maret 2012.

Dia mengimbau para PNS DKI Jakarta menghindari kegiatan politik praktis. "Hendaknya PNS juga patuh terhadap peraturan yang ada. PNS harus netral dan tidak boleh terlibat politik praktis," kata dia.

Gamawan sendiri memperkirakan pilkada DKI Jakarta tahun ini akan berlangsung seru. Karena, menurutnya, konfigurasi para kandidat pesertanya sangat menarik.

"Ada dari independen, parpol, dan incumbent. Katakanlah incumbent itu didukung oleh Partai Demokrat. Ada Golkar dengan Alex, ada PDIP yang menawarkan figur yang populer. Ini menarik dan demokrasi kita makin cantik," ujar dia.

Terkait status dua calon gubernur yang masih berstatus Alex Noerdin dan Joko Widodo yang masih berstatus sebagai kepala daerah aktif di wilayah lain, Gamawan tidak mempersoalkannya. "Itu tidak apa-apa, karena undang-undang tidak melarang," ujar dia.

"Dulu ada UU No 12 tahun 2007 yang menyatakan bupati, walikota, gubernur yang pindah ke daerah lain atau promosi harus berhenti, tapi sekarang itu sudah dicabut. Karena itu sah saja Jokowi dan Alex Noerdin ikut berpartisipasi. Tanggung jawab sosial biar masyarakat saja yang menilai."

Saat ini, ada enam pasang calon yang mendaftar ke KPUD DKI Jakarta. Mereka adalah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Alex Noerdin-Nono Sampono, Joko Widodo-Basuki Tjahaya Purnama, dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

Dua pasang lainnya maju melalui jalur independen. Mereka adalah pasangan Hendardji Supandji-Ahmad Riza dan Faisal Basri-Biem Benyamin. Namun, keduanya masih diharuskan menambah dukungan sebagai syarat maju dalam pilkada nanti. (sj)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
hvyn
28/03/2012
kalo gak netral ya SID
Balas   • Laporkan
komisitiga
27/03/2012
Koq Cuma gubernur dan Walikota. Gimana dg anggota DPR yg Nyalon ? . Biar berimbang komentarnya.
Balas   • Laporkan
muhammadsaifuddinzuhri
27/03/2012
Foke sdh gagal mimpin jakarta mau nyalon lagi, gak punya malu.
Balas   • Laporkan
politisimuda | 27/03/2012 | Laporkan
1000 setuju
ririnaulia | 27/03/2012 | Laporkan
Setujuuu,,,


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru