METRO

Demo BBM

Kenapa Hanya FUI yang Diterima Istana

Sementara, demonstran di Gedung DPR justru dibubarkan paksa.

ddd
Jum'at, 30 Maret 2012, 21:44 Eko Huda S, Suryanta Bakti Susila
Massa FPI demo kenaikan harga BBM
Massa FPI demo kenaikan harga BBM (VIVAnews/ Oscar Ferri)

VIVAnews - Sejumlah perwakilan Forum Umat Islam (FUI) yang menggelar aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak akhirnya dipersilakan memasuki Istana Presiden, Jakarta, Jumat 30 Maret 2012. Mereka diterima di Wisma Negara.

Perwakilan yang diterima itu antara lain Habib Rizieq, Abu Jibril, Muhammad Al Khaththath, Munarman, Muzakir, H Encep, dan Firman dari JAT. Mereka ditemui oleh Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha dan Staf Khusus Daniel Sparingga.

Pantauan VIVAnews, pembicaraan antara FUI dan staf Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tampak hangat. Tak diketahui, apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Sekitar pukul 19.45, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, tiba. Dia kemudian bergabung dalam pertemuan itu. Saat ditanya mengapa pihak Istana hanya menemui FUI sedangkan demonstran lain tidak ditemui, Djoko menjawabnya diplomatis.

"Yang di sana kan sudah ada, ya bagi-bagi. FUI kan demonya di depan Istana," kata Djoko. Sementara itu, di depan Istana Merdeka, massa FUI masih tampak bertahan hingga malam ini.

Sementara itu, aksi demo di depan gedung DPR dibubarkan paksa oleh polisi. Mereka terpecah ke sejumlah tempat. Di Slipi, sebuah pos dan mobil patroli milik polisi dibakar demonstran. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
tonisaja
31/03/2012
Demo sekarang udah gk murni gk sprt 98 , banyak kepentingan politik (sekalian pada iklan) soalnya dua tahun lagi pemilu, partai berani membiayai sebesar2nya ditambah lagi ada partai baru2 yg lagi cari masa biar dikata Pahlawan pokoknya "Taik lah"
Balas   • Laporkan
tukik
31/03/2012
Demonstran bisanya merusak barang rakyat... blum tau naik engganya BBM dah anarkis, kayaknya mereka stress IP nya ga naik2...
Balas   • Laporkan
sudah cukuplah demonstran kasih aspirasi.. kalau kelamaan akan menjurus anarki.. mas djoko tolonglah kasih deadline demo kalau senin belum selesai ambil tindakan tegas ala pak harto...
Balas   • Laporkan
fannyl | 30/03/2012 | Laporkan
SETUJU!!! SY BENCI DEMONSTRAN!!! BKN KRN SY SE7 KENAIKAN BBM TP GARA2 DEMO2 KAMI GAK BS CARI NAFKAH
rawuhhakim
30/03/2012
mas.....mudahan komen saya gak ditolak lagi sama filter otomatis....hihihi.....yang percaya sama mereka itu pantasnya cuma jadi penjilat. penjilat umat penjilat penjahat
Balas   • Laporkan
rawuhhakim
30/03/2012
sekalian minta dicariin cewek.....wkwkwkwkwkwk......
Balas   • Laporkan
mahadewa
30/03/2012
Kutu kupret ini ngapain lagi ikut2an mahasiswa..!Syariah lagi yah .! bikin aja negara di kepulauan sendiri atau kembali ke nenek moyangnya di arab!
Balas   • Laporkan
rawuhhakim | 31/03/2012 | Laporkan
pokoke jangan ada syariah di negeri ini. ambil mayoritas sistem dunia. yaitu liberal dan dikendali pancasila. selama nafsu dikandung badan jangan pakai sistem yg bau bau agama ntar malah jadi munafiq macam si riziek resekkkkk.......
jaykay | 31/03/2012 | Laporkan
kalo gitu jangan campuri urusan agama orang laen dong! kalo mereka mewakili umat Islam seIndonesia gw terima. ini segelintir doang yg tukang bikin kacaw. Gw dukung syariat, tapi bukan dengan gaya mereka!
belakebenaran | 31/03/2012 | Laporkan
lho yg kutu kupret, kenapa lho nggak suka dgn syariah yah ? ingat bung NKRI ini mayoritas Islam jd berhak utk menegakkan syariah, apa yg lho takuti dr pnerapan syariah?
koomingpoek
30/03/2012
wah itumah bukan pendemo tapi mau minta makan..kali..
Balas   • Laporkan
rawuhhakim | 31/03/2012 | Laporkan
banyak orang lagi bingung makan dinegeri ini. sampai2 demo bisa jadi nafkah. ini semua gara gara yahudi teriak teriak yahudi.
riyadhie | 30/03/2012 | Laporkan
eee,,mas broo..qlo ngemengg jg ngasal loo.. demo kaga,,mala ngatain... lo pasti yahudi


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru