Operasi Feeder Busway Jakarta-Bekasi Ditunda
Karena didemo, hari ini APTB dinyatakan ditunda operasinya.
Bus Transjakarta (VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews - Para pengguna Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) di Bekasi Jawa Barat, harus bersabar untuk bisa menikmati angkutan penghubung (feeder) dengan bus Transjakarta ini. Setelah diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pada Rabu, 28 Maret 2012 lalu, hari Senin ini APTB dinyatakan ditunda pengoperasiannya.
Kebijakan itu diumumkan setelah dilakukannya pertemuan antara Pemerintah Kota Bekasi dengan perwakilan awak serta pengusaha angkutan jenis mikrobus dan pejabat Dinas Perhubungan DKI, di kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Hasilnya, semua pihak sepakat menghentikan sementara operasional APTB.
Sebelum pertemuan itu dilakukan ratusan awak mikrobus yang trayeknya bersinggungan dengan APTB, melakukan aksi demonstrasi. Aksi sempat dilakukan dengan merusak kantor Dinas Perhubungan. Massa melempari kantor itu dengan dengan batu dan kayu. Beruntung aksi anarkis massa bisa diredam.
"Ditunda sampai ada kesepakatan dari semua pengusaha angkutan," ujar Seroja Tarigan, perwakilan pengusaha Bekasi Transjaya, Senin, 2 April 2012.
Seroja menambahkan, para pengusaha angkutan yang trayeknya bersinggungan dengan APTB di Bekasi Timur dan Bekasi Barat, dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat untuk mencari solusi. Hasil rapat akan disampaikan kepada pemerintah Bekasi dan Jakarta.
"Sampai kapan penundaan APTB, kita tidak tahu. Yang pasti penundaan APTB akan dilakukan sampai ada kesepakatan," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, usai mengumumkan penundaan operasional APTB di Bekasi mengatakan, kebijakan itu terpaksa diambil untuk menjaga situasi Kota Bekasi tetap kondusif.
"Secara teknis kita sudah siap untuk mengoperasikan APTB. Fasilitas dan utilitas sudah ada. Tapi, ada hal-hal yang tersumbat di bawah. Itulah yang harus dicarikan solusinya," katanya.
Rayendra mengungkapkan, sebenarnya APTB ini tidak menyerobot trayek angkutan mikrobus di Kota Bekasi. Karena, APTB hanya diperkenankan mengambil penumpang di lokasi yang sudah ditentukan, diantaranya di Terminal Bekasi.
"Mereka (APTB) tidak mencari penumpang di jalan. Nggak bisa sembarangan berhenti, seperti mikrobus. Supaya tidak ada kesalahpahaman, makanya kita akan musyawarahkan lagi dengan pengusaha angkutan, apa solusi yang mereka (pengusaha angkutan) inginkan," terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Luar Trayek Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI, Baihaqi menuturkan, pihaknya akan kembali melakukan rapat dengan Pemerintah Kota Bekasi. Rapat dilakukan untuk mencari solusi terbaik, guna memecahkan persoalan trayek yang dikeluhkan para awak mikrobus di Bekasi.
"Kita lihat nanti saja, bagaimana keputusannya," katanya. (hp).
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
RD Puji Penampilan Radja Nainggolan
-
Andik Lengkapi Koleksinya dengan Kostum Radja Nainggolan
-
BBM Naik Ditolak, Bagi-bagi Dana Kompensasi Didukung
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



