METRO

Menko: Tindak Geng Motor, Sipil atau TNI

Menko Polhukam Djoko Suyanto telah memberikan instruksi kepada Polri, POM TNI, dan POM AL.

ddd
Minggu, 15 April 2012, 06:45 Syahid Latif
Menko Polhukam Djoko Suyanto
Menko Polhukam Djoko Suyanto (ANTARA/Dhoni Setiawan)

VIVAnews - Pemerintah memberikan perhatian yang besar terhadap aksi-aksi brutal geng motor di Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Djoko Suyanto, pun angkat bicara. Dia memerintahkan kepolisian bersama Polisi Militer (POM) TNI dan POM Angkatan Laut untuk segera mencari dan menemukan pelaku tindak kriminal itu.
"Harus segera diungkap," kata Joko dalam pesan yang diterima VIVAnews.com, Sabtu, 14 April 2012.

Joko memastikan tidak akan membedakan asal-usul pelaku. Dia juga menjamin tidak bakal ada warga masyarakat di Indonesia yang bisa kebal hukum. "Siapapun pelakunya, apakah itu warga sipil atau oknum anggota TNI," dia menegaskan.

Joko menyatakan aparat penegak hukum dari unsur sipil dan TNI harus segera mengungkap aksi berdarah tersebut. Bahkan mereka diinstruksikan untuk segera menangkap dan membawa para pelaku ke meja hijau.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berjanji akan mengambil tindakan nyata untuk meredam aksi anarki itu agar tidak semakin melebar. "Saya dan Pak Kapolda akan menindak tegas geng motor itu," kata Foke, sapaan Fauzi Bowo, didampingi pengusaha Bob Hasan.

Kecaman keras atas kasus ini disuarakan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Koordinator KontraS Haris Azhar menyatakan rangkaian insiden itu menunjukkan aparat penegak hukum gagal melindungi warga. Haris mengatakan insiden ini bukan pertama kali terjadi. Setidaknya dalam beberapa hari terakhir tiga orang dilaporkan tewas diserang kelompok bersepeda motor.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
zulkarnaens28
15/04/2012
Posisi TNI selalu disalahkan apabila bertindak keras.Kemana keadilan buat Pak TNI.Kemana LSM-LSM yg menentang keras HAM.Hai LSM lihat Aparat juga lah mereka itu punya anak bini,yg hrs di nafkahi.Trima ksh Bpk Menteri sdh berani mengambil tindakan yg TEGAS
Balas   • Laporkan
andribayu
15/04/2012
Ini negara hukum, jadi siapa yg salah tetap dihukum, TNI pun tetap mendukung kebijakan tersebut, jadi tetap patuh dan taat terhadap hukum yg berlaku, jadi sy kira TNI pasti loyal dan bersedia dihukum kalau memang melanggar dan bersalah.
Balas   • Laporkan
gomez.siliang
15/04/2012
Asal usul...asal usul.Lihat aja nanti, yang ditangkap ecek-eceknya
Balas   • Laporkan
hiutodak
15/04/2012
jadi ingat judul film first blood dari rambo.
Balas   • Laporkan
setiyo_mdr
15/04/2012
Mari kita saksikan bersama-sama apakah instruksinya manjur atau tidak. Klo sampe tdk tuntas kita teriakin rame-rame.....maaannnduuullllll
Balas   • Laporkan
arihtakid
15/04/2012
karena tidak melibatkan FPI maka kasusnya tidak terlalu heboh. Soalnya yang diganggu bukan tempat maksiat.
Balas   • Laporkan
kurupukteuas
15/04/2012
teroris di tembak mati karena teror, geng motor juga harusnya di tembak mati kan kasusnya sama bikin teror.....!!
Balas   • Laporkan
ini negara hukum atau barbar..?? orang2nya masih primitif kayak jaman batu suka kekerasan... liat yg lemah ditindas,.. itu di jaman batu makanya gak maju2... pake kolor aja sekalian di jalan2 biar mirip...
Balas   • Laporkan
livreds
15/04/2012
gak mungkin...gak mungkin....tidak mungkin...tidak mungkin...
Balas   • Laporkan
Sudah menelan korban baru "beraksi"....lebih baik geng motor aja yg menjaga keamanan di jakarta daripada polisi....
Balas   • Laporkan
blender | 15/04/2012 | Laporkan
Nanti katanya Melanggar HAM... klu breaksi terlalu dini...


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru