METRO

Saksi Kunci Lupa Wajah Anggota Geng Motor

Ketika Kelasi Arifin dikeroyok, anggota TNI AL itu langsung melarikan diri.

ddd
Selasa, 17 April 2012, 08:15 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Bentrokan
Bentrokan (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Polisi telah memeriksa Kelasi Satu (KLS) Albert Tabra, teman Kelasi (KLS) Arifin, staf khusus Panglima Armada Maritim Barat, yang tewas dikeroyok geng motor di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, pada 31 Maret 2012. Albert merupakan saksi kunci yang ada di lokasi saat kejadian.

Di hadapan penyidik, Albert mengaku tidak ingat akan sosok penyerang Arifin. Sebab, ketika temannya itu dikeroyok, dia langsung melarikan diri.

"Begitu Arifin dikeroyok, dia menghindar jauh meninggalkan Arifin. Ceritanya serupa dengan saksi-saksi lain," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa 17 April 2012.

Albert juga tidak tahu ciri-ciri pengeroyok Arifin. Menurut Rikwanto, pemeriksaan terhadap Albert dianggap sudah cukup. Namun, polisi akan kembali memeriksa jika masih memerlukan keterangan lebih lanjut.

"Kalau memang diperlukan akan diperiksa lagi. Kami akan kerja sama dengan Polisi Militer TNI. Pemeriksaan kemarin, penyidik mendatangi markas TNI AL," kata Rikwanto.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan TNI AL, Laksama Untung Suropati, menjelaskan bahwa pada Sabtu tengah malam, Arifin berboncengan sepeda motor bersama Albert hendak menuju kapal untuk mengambil sepatu futsal. Namun, saat melintas Jalan Benyamin Sueb, Arifin melihat ada kerumunan orang.

Arifin mendekati kerumunan itu dan ternyata ada seorang sopir truk yang sedang dianiaya sekelompok pemuda. "Karena mungkin terpanggil, dia akhirnya melerai. Ternyata, justru dia yang kena keroyok," papar Untung.

Sementara itu, Albert langsung melarikan diri meninggalkan Arifin dan sepeda motornya di lokasi kejadian. "Dia kabur dan lapor ke Pomal. Baru diketahui kemudian, Arifin tewas di sana," ucapnya. Arifin tewas dengaan luka bacok di bagian punggung.

Polisi sudah membekuk satu orang tersangka dalam kasus itu yakni JRR (21), warga Koja, Jakarta Utara. Polisi menduga ada lebih dari 10 orang pelaku yang mengeroyok korban dan kini masih dikejar aparat kepolisian. (art)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
ewinlilim
17/04/2012
setelah pembunuh kelasi Arifin 1 minggu kemudian terjadi penyerangan balasan di kemayoran dan sunter... 2 minggu kemudian penyerangan di tanjung priok, salemba dan pramuka...polisi mau nunggu berapa minggu/penyerangan lagi seeeeehhhh....
Balas   • Laporkan
ratsniper
17/04/2012
MEMANG BENER LEBIH ENAK JAMANNYA ORBA......RAKYAT LEBIH AMAN DAN TENTRAM.....GIMANA NEH KINERJA POLISI??? KOK DIBIARKAN SAJA MERAJALELA???? APA MASIH KURANG GAJI AMA REMON NYA????
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 17/04/2012 | Laporkan
zaman orba...wah mundur...emang nya undur 2 ...dasar anak orba..
fei989 | 17/04/2012 | Laporkan
ya udah mending balik ke jaman kerajaan...
hiutodak | 17/04/2012 | Laporkan
jaman orba rakyat ngga bisa ngomong, suasana nya mencekam, banyak organisasi tanpa bentuk.. sereeeeemm.. mendingan balik lagi di jaman penjajahan aja atw jaman dinosaurus sekalian..
anak_negeri
17/04/2012
kembalikan aja dwi fungsi abri kalau gini terus acaranya....... rakyat kecil ga aman dan tenteram.... kalau dl yg ga aman cm musuh orba..skr semuanya.
Balas   • Laporkan
kan biasanya reserse disusupkan ke geng motor atau biasanya menempatkan informan, masa sulit sih...?
Balas   • Laporkan
koomingpoek | 17/04/2012 | Laporkan
bkn sulit tp kering..kali
fei989 | 17/04/2012 | Laporkan
justru itu polisinya takut, kan kalo daftar anggota genk motor harus disiksa dulu


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com