Cairan Kimia Dilempar dari Gedung DPR
Polisi berharap dalam waktu dekat ini pelakunya bisa diketahui.
Kamerawan Jak terkena cairan kimia (VIVAnews/Randi Aditya)
VIVAnews - Penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan pra rekontruksi untuk mengetahui arah pelemparan cairan kimia saat demo menolak harga kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tanggal 30 Maret 2012 di depan Gedung DPR.
Seperti disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, dari hasil pra rekonstruksi diketahui pelaku sengaja melemparkan cairan kimia tersebut dari dalam gedung.
"Cairan kimia dilempar dari dalam halaman gedung DPR. Tapi masih dikembangkan kemungkinan dari tempat lain juga," ujar Rikwanto, Selasa 17 April 2012.
Polisi berharap dalam waktu dekat ini pelakunya bisa diketahui. Pelaku pelempar cairan kimia itu akan dijerat dengan pasal penganiayaan dan membawa barang berbahaya.
Sebelumnya, Sebanyak lima wartawan menjadi korban atas pelemparan cairan kimia saat meliput aksi menolak kenaikan harga BBM. Mereka adalah, wartawan AlJazeera Boby Gunawan, wartawan Reuters Louis Bendjamin alias Benny, dan Alice Budi Satrio, wartawan dari BBC,
Lalu Kamerawan JakTV Ananto Handoyo, kamerawan ANTV Hartono. Sedangkan polisi yang ikut terkena cairan tersebut diantaranya Komisaris Besar Bimo, Brigadir Made Adamaz, dan Aiptu Sujono. (eh)
- Info Momentum
- Pole Shift, Fenomena Anomali Cuaca Pindahnya Kutub Utara dan Selatan
- Wicca, Agama Tertua Di Dunia Beraliran Sihir
- Sapi Rekayasa China Hasilkan ASI untuk Manusia
- Misteri Ritual Pemujaan Bacchic yang Dapat Menyebabkan Gila
- Misteri Bunuh Diri Massal Ribuan Burung di India
- VIDEO: Pesawat yang Hilang 35 Tahun, Kembali Muncul dan Mendarat
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



