METRO

Oknum TNI di Geng Motor, Kapolri Tak Komentar

Polisi akan mengambil tindakan prefentif, dengan merangkul klub motor.

ddd
Selasa, 17 April 2012, 14:07 Eko Priliawito, Dwifantya Aquina
Kapolri Timur Pradopo
Kapolri Timur Pradopo (Antara)

VIVAnews - Kapolri Jenderal Timur Pradopo, tak bersedia berkomentar mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam aksi brutal ratusan pria yang berkaitan dengan geng motor. Menurut Timur, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menelan korban jiwa itu.

"Sedang proses penyelidikan. Kasus pertama dulu kami proses. Tunggu hasil lengkapnya," kata Timur Pradopo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 17 April 2012.

Menurut Timur, kepolisian akan mengambil tindakan prefentif. Dengan banyaknya klub motor yang berada di bawah binaan kepolisian, maka pihaknya akan mensinergiskannya.

"Jadi langkah prefentifnya ada, pencegahannya ada. Kalau melanggar hukum kita ambil tindakan hukum," katanya.

Dia mengatakan geng motor yang melakukan aksi kekerasan hanya sebagian kecil dari klub-klub motor yang ada. Menurut Timur, masih banyak organisasi yang masih bagus.

"Itu yang sekarang kita bangun dan kemudian kami lakukan langkah-langkah pencegahan. Ini dilakukan tiap malam," katanya.

Sementara itu, Mabes TNI kembali membantah mengenai keterlibatan anggotanya dalam aksi pengeroyokan dan penganiayaan yang berujung kematian di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, Sabtu 7 April 2012 lalu.

Dari rekaman gambar CCTV diketahui bahwa pelaku menggunakan bahasa komando. Polisi juga sedang menyelidiki keterkaitan kejadian ini dengan aksi terakhir saat terjadi penyerangan di Jalan Pramuka dan Supermarket 7-Eleven.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenum) Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, bahasa komando bisa digunakan siapa saja tidak hanya anggota TNI. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
adrel
18/04/2012
fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.... biarkan aparat keamanan yg menyelesaikannya, kita masy jgn terbawa emosi oleh pemberitaan2 yg terkadang mencari sensasi hnya untuk mendapatkan sesuap nasi.
Balas   • Laporkan
zulkarnaens28
18/04/2012
Situasi yg sdh mulai tidak memanas jgn ditambah dg Statment2 yg Provokasi lah.Belum tentu di Geng Motor itu ada Oknum TNI ny siapa tahu POLISI sendiri atau Org2 yg pny latar belakang Kriminal.Jd kalau ingin mencari siapa2 yg terlibat.Mari sama2 mencari.
Balas   • Laporkan
ratsniper
17/04/2012
ayo TNI AL......lancarkan balas dendammu untuk para geng motor.... fungsikan lagi DWI FUNGSI ABRI.... biar negara ini tentram.....polisi ngga akan bertindak kalo ngga ada duitnya......semua juga tau itu.......
Balas   • Laporkan
cocotmu
17/04/2012
klo emng oknum TNI yg jadi geng motor..sungguh terlalu.. dibayar untuk jadi geng...
Balas   • Laporkan
akhii
17/04/2012
yahh... ntar kalo TNI disikat,, polisinya malah ga kebagian apa2!!!
Balas   • Laporkan
sarjana
17/04/2012
Jangan pura-pura tidak tahu.. buka mata, buka telinga.. Ingat, hukum Karma Berlaku Lho..
Balas   • Laporkan
koberkobere
17/04/2012
polisi takut pada TNI AL..... ayo TNI AL ngaku sajalah....!!!
Balas   • Laporkan
radenpawiro
17/04/2012
kok polisi lamban amat? ato pura2 bodoh? pelaku teroris yg ga dikenali saja bisa disketsa wajah dan ketemu. dr cctv kan bisa dikembangkan? zoom nomor motornya, rekonstruksi komputer sejelas2nya, ketemu no-pol motor, cek pemiliknya siapa, apa susahnya?
Balas   • Laporkan
akhii | 17/04/2012 | Laporkan
susah pak... soalnye TNI punya tank.. polisi cuma punya mobil patko... hehehe


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru