METRO

Geng Motor

Profesional, Penembak Prajurit TNI dari Yaris

Membutuhkan keahlian khusus untuk membidik sasaran dari tempat yang bergerak.

ddd
Rabu, 18 April 2012, 08:23 Desy Afrianti, Luqman Rimadi
Bentrokan
Bentrokan (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Untung Suropati, menduga penembak misterius dua anggota TNI Pratu Apm Sugeng Riyadi dan anggota Lembaga Farmasi TNI AL Prada Akbar Fidi adalah seorang profesional.

Sugeng dan Akbar ditembak pengemudi Toyota Yaris di Jalan Pramuka, Jakarta Timur. Ini salah satu titik di mana sekawanan pengendara sepeda motor berbuat onar dan brutal pada Jumat pekan lalu.

Menurutnya, hal itu dilihat dari kemampuan pelaku menembak dari dalam mobil yang sedang berjalan. "Kalau saya melihat tingkatannya, ini jelas dilakukan oleh penembak yang profesional," kata Untung, Rabu 18 April 2012.

Untung menyatakan, membutuhkan keahlian khusus untuk membidik sasaran dari tempat yang bergerak. Karena itu, instansinya hakulyakin sang penembak bukan pemula. "Ini bukan pekerjaan gampang, menembak target dari mobil yang berjalan. Itu sulit. Kalau penembak pemula, itu tak mungkin," katanya.

Untung memperkirakan kedua prajurit itu sudah diincar sebelumnya. "Ya kan pelaku menembaknya dengan sengaja," kata dia mencoba menjelaskan.

Dia menjelaskan keberadaan dua prajurit TNI di lokasi bentrokan itu tidak direncanakan. Mereka kebetulan saja sedang lewat di daerah itu. "Ini kan jalan umum, semua boleh dong lewat sana," dia berdalih.

Penembakan itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB. Disebutkan Untung, Sugeng Riyadi mengalami luka tembak pada telinga kanannya. Sedangkan Prada Akbar Fidi Aldian, mengalami luka tembak pada dada sebelah kanan, tembus ke punggung.

Saat ini polisi masih memburu pengendara Yaris. Usai melepaskan tembakan, pengemudi Yaris berwarna putih itu melarikan diri ke arah Rawasari kemudian masuk jalan Tol. Tak ada saksi mata yang melihat pelat nomor mobil itu.

"Kami masih dalami siapa pengemudi Yaris yang melepaskan tembakan itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto. (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
auliasarah
22/04/2012
buat bang denis 04..bang semua pistol kayaknya satu deh magazinenya.masak ada revolver ampe punya 5 magazine..kapasitasnya kali bang yang ampe 6...kalo FN..bukan 12 tapi rata2 14 butir per magazine
Balas   • Laporkan
yongky.bachtiar
21/04/2012
yg ngebunuh staff marinir,Genk pimpinan Joshua (anak petinggi Polri),yg ngebalas Marinir berfita kuning, jd yg nembak ya pasti si Polisi.....ini mah seteru antara petinggi marinir dan Polisi...gitu logikanya bro...
Balas   • Laporkan
hendra078
20/04/2012
nanggung cuma 2.......pengacaunya ada 200an waktu itu,sekalian aja semuanya ditembak, kita butuh aparat yang melindungi bukan gerombolan pengacau...
Balas   • Laporkan
denis04 | 20/04/2012 | Laporkan
hehehe.... sudah dari dulu emank begitu bang. selalu ditutupi2 klo "anggota mereka" berbuat onar. Tapi klo kena batunya.... bilangnya mereka dizolimi. Saya juga heran kenapa cuma dua ya. Padahal Magazen pistol antara 5 klo revolver atau 12 klo FN........
tanpabeban
18/04/2012
Kali aje gerombolan emang banyak anggota TNI, jadi asal tembak aje langsung kena deh anggota TNI. Terus ditutupin kalo yang kena anggota yang kebetulan lewat. Cuma 2 pula. Siapa yang mau ditipu ini?
Balas   • Laporkan
penonton1 | 20/04/2012 | Laporkan
pas balek dari club malam, ga pake seragam, jd penonton aza, ga brni tindak akhirnya jd korban. gitu kali ceritanya. Ngakak!!!
bobdarren | 19/04/2012 | Laporkan
Sangat setuju
skinhead
18/04/2012
tolong kpd aparat penegak hukum usut tuntas kasus ini sejelas-jelasnya supya tdk berlarut-larut yg membuat public resah jika hendak keluar malam hari.klo bantai geng motor kriminal silahkan tapi jgn smpai salah sasaran
Balas   • Laporkan
iqxbal
18/04/2012
Lagi-lagi TNI jadi korban.... Siapa kira2 yang bertanggung jawab ya?? Gagal membasmi korupsi, gagal memberikan rasa aman kepada masyarakat, pejabatnya terlibat kasus rekening gendut yang tak terselesaikan. apakah nama organisasi itu??
Balas   • Laporkan
sarjana
18/04/2012
Sudah Rahasia Umum Antara Oknum Aparat Saling Melindungi.. sering kita lihat di jalan raya Oknum Aparat berkendara tanpa Spion atau tdk menggunakan helm jarang yang di tilang, klo rakyat biasa lupa menyalakan lampu utama saat siang hari langsung ditilang.
Balas   • Laporkan
komisitiga
18/04/2012
Kenapa gak Ngecek CCTV di Jalan Tol ? Intelnya dimana ? Pada tiduran ?
Balas   • Laporkan
komisitiga | 18/04/2012 | Laporkan
Maksudnya CCTV di gerbang Tol. pada sekitar jam kejadian dan Check Mobil yaris Yg Masuk. Warna mobil. Ketauan dah.
adrel
18/04/2012
Door.. Door.. langsung cabut... memang profesional... aparat kita hrs lebih prof lg untuk secepatnya memangkap pelaku penembakan tsb, biar semuanya jelas tanpa ada yg dirugikan..
Balas   • Laporkan
dhs78
18/04/2012
"keberadaan dua prajurit TNI di lokasi bentrokan itu tidak direncanakan. Mereka kebetulan saja sedang lewat di daerah itu. "Ini kan jalan umum, semua boleh dong lewat sana," .. Berani sumpah ga pak klo mereka hny KEBETULAN sdang lwat ???
Balas   • Laporkan
penonton1 | 20/04/2012 | Laporkan
cm lewat mo beli minum, skalian jd penonton aza. Ngakak!!!


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru