Jubir BNPB: Pilih Cagub yang Peduli Gempa
Persiapan menghadapi bencana adalah investasi yang besar untuk masa depan.
Panik Gempa di Jakarta (ANTARA/Andika Wahyu)
VIVAnews - Tim Revisi Peta Gempa Indonesia mencatat bahwa terdapat 12 sumber gempa yang mengelilingi Jakarta. Sumber gempa itu berupa sesar dan subduksi. Letaknya di darat dan juga di laut. "Kami mengambil radius 500 kilometer dari pusat Jakarta. Dari jarak itu, Jakarta dikelilingi beberapa sumber gempa," kata Anggota Tim Revisi Peta Gempa Indonesia, Irwan Meilano, di Jakarta, Selasa 17 April 2012. (baca: 12 Sumber Gempa di Sekitar Jakarta)
Dalam catatan sejumlah ahli, Jakarta yang dulunya bernama Batavia itu, memang pernah diguncang gempa yang cukup besar. Sir Thomas Stamford Raffles dalam bukunya History of Java, menulis, "Gempa 1699 memuntahkan lumpur dari perut bumi. Lumpur itu menutup aliran sungai, menyebabkan kondisi lingkungan tak sehat, kian parah."
Saat itu, Gunung Salak meletus. Dari puncaknya setinggi dua ribu meter, gunung itu menyemburkan abu dan batu. Ribuan kubik lumpur muncrat. Puluhan ribu pohon tumbang, menyumbat aliran Sungai Ciliwung, membekap kali dan tanggul di Batavia, kota yang dibangun meniru Venesia.
Potensi dan catatan sejarah itulah yang mendorong sejumlah ahli dan badan pemerintah belakangan ini melakukan kajian dan menggelar latihan evakuasi darurat gempa. Pemerintah daerah juga diharapkan peduli dengan soal potensi gempa ini.
Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah DKI sepertinya kurang perhatian dalam masalah ini.
Karena itu, Sutopo menganjurkan agar warga DKI harus memasukan kriteria kepedulian terhadap gempa sebagai salah satu kriteria mencoblos kandidat gubernur yang digelar Juni ini. Pilih calon yang peduli dengan ancaman bencana.
"Ini tantangan baru. Lihat komintmennya mengenai kebijakan, pendanaan, master plan, dan mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana," kata juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho kepada VIVAnews. Jakarta, katanyam memerlukan pemimpin yang peduli dan berani menerbitkan kebijakan untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana.
"Bencana terjadi ketika kita tidak siap. Jadi harus ada pemimpin yang siap," katanya. Pemimpin yang berani membuat kebijakan yang berkaitan dengan pendanaan untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana gempa bumi. Meski tidak dapat dirasakan langsung, tapi persiapan itu adalah investasi yang besar untuk masa depan. "Investasi untuk mengurangi korban jiwa. Itu penghargaan yang sangat besar," katanya
Di Amerika, lanjutnya, ivestasi untuk persiapan gempa sebesar satu dolar, bisa mengurangi dampak kerusakan karena bencana yang mencapai empat dolar. Sementara di Eropa, satu dolar dapat menghemat 40 dolar.
"Di Jepang, seluruh perusahan telah menerapkan manajemen risiko bencana. Dan ini mampu mengurangi kerugian terhada bencana mencapai 75 persen," katanya lagi. Karenanya, biaya yang besar untuk melatih masyarakat secara terus menerus untuk menghadapi bencana gempa bumi akan mendatangkan hasil yang cukup besar dikemudian hari.
-
Cheryl Cole, Pemilik Tubuh Seksi dan Senyum Terindah di Dunia
-
Bayern Munich Juara Liga Champions 2012/2013
-
Susunan Pemain Dortmund Vs Bayern di Final Liga Champions
-
Zidane Tak Terkejut Final Liga Champions Sesama Klub Jerman
-
Wajib Tahu, Penyakit yang Bisa Memicu Disfungsi Ereksi
-
Robben Masih Tak Percaya jadi Pahlawan Kemenangan Bayern
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



