METRO

Komisi I Kritik Oknum TNI Terlibat Geng Motor

"Tegakkan aturan disiplin militer," kata Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq.

ddd
Senin, 23 April 2012, 11:25 Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika
Mapolrestabes Bandung gelar pasukan hadapi geng motor brutal
Mapolrestabes Bandung gelar pasukan hadapi geng motor brutal (ANTARA/Agus Bebeng)

VIVAnews – Ketua Komisi Pertahanan DPR Mahfudz Siddiq mengatakan, TNI harus mengusut tuntas keterlibatan anggotanya yang diduga terlibat serangkaian aksi brutal geng motor di Jakarta.

“Harus diusut tuntas dan ditegakkan aturan disiplin militer,” kata Mahfudz di Jakarta, Senin 23 April 2012. Menurutnya, TNI dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa lembaganya masih memiliki kredibilitas dengan menetapkan sanksi yang berat terhadap oknum TNI yang terlibat geng motor itu.

Selain itu, TNI dan Kementerian Pertahanan juga dapat menjadikan kasus ini sebagai pintu masuk untuk mengetahui persoalan-persoalan mengenai perilaku menyimpang oknum TNI yang melanggar sumpah dan janji prajurit TNI.

“Hal ini agar profesionalisme TNI dari sisi sumber daya manusia bisa terus dipertahankan dan diperkuat,” kata dia. Mahfudz juga khawatir kasus itu berpotensi menimbulkan konflik baru sehingga ia meminta Polri dan TNI mengkaji penyebab kasus bentrokan antaraparatnya.

“Kasus-kasus yang terjadi dikhawatirkan hanyalah fenomena puncak gunung es di mana tersembunyi potensi konflik yang lebih besar,” kata politisi PKS itu.

Mahfudz mengatakan, ada beberapa hal yang perlu dikaji. Pertama, kesenjangan pada standar kesejahteraan. Kedua, adanya irisan tugas operasional TNI di lapangan. Ketiga, kurangnya profesionalisme dan disiplin sumber daya manusia dalam organisasi TNI.

Sebelumnya, 4 anggota TNI dari satuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6 Tanjung Priok telah ditangkap karena keterlibatan mereka dengan aksi anarkis geng motor. Mereka adalah Serda YP, Serda JP, Praka KM, dan Pratu MK. Keempat anggota Kodam Jaya itu masih diperiksa Polisi Militer dan status mereka saat ini masih terperiksa sejak 18 April 2012.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
dwi_yudha
24/04/2012
Lah klo anggota DPR yg kerjanya molor sama sering bolos, hrs diapain tuh pak..????
Balas   • Laporkan
satriosabtupahing
23/04/2012
Smua nya MALING TERIAK MALING !!!!
Balas   • Laporkan
piussalomo
23/04/2012
wah TNI bnr2 salah langkah...upaya pelibatan kembali fungsi TNI ke masy dg payung yuridis spt uu intelejen, uu kerusuhan sosial dan fungsi pembantuan keamanan dg polri pasti akan mendpt resistensi tinggi dr masy...Panglima TNI hrs serius tuh...
Balas   • Laporkan
diana69
23/04/2012
Dan TNI juga mengkritik anggota Dewan yang hoby korupsi.......lebih parah coy....
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru