Kata Foke Soal Kartu Inafis
Menurut Fauzi Bowo semua kartu identitas semestinya sudah harus terintegrasi.
Pembuatan kartu Inafis (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Mabes Polri telah meluncurkan kartu Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Dalam kartu itu terdapat chip yang akan menampung semua data pemegang kartu. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ikut angkat bicara mengenai hal ini. Menurut dia, seharusnya semua kartu identitas sudah harus terintegrasi.
"Pada awal memang bisa saja ini sub-sub sistem tersendiri. Akhirnya, yang paling bermanfaat adalah jika sistem-sistem itu bisa terintegrasikan dalam satu sistem," kata Fauzi di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin 23 April 2012.
Menurut Foke--begitu Fauzi Bowo biasa disapa--Indonesia sebenarnya sudah mengambil langkah yang baik melalui single identity number (SIN) untuk seluruh penduduknya. Sistem ini akan dikembangkan lebih lanjut.
"Di negara maju, orang hanya bawa satu kartu, tidak segepok. Bisa untuk urusan pajak, jaminan kesehatan, jaminan sosial, sub sistem pajak, dan sub sistem lainnya. Kita belum pada bentuk yang final," kata dia.
Sebelumnya, Mabes Polri resmi meluncurkan kartu Inafis. Kartu yang diprakarsai kepolisian itu bukan cuma data singkat sebagaimana yang ada dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain nama Anda, juga tertera tempat tanggal lahir, foto, juga ada sidik jari, nomor kendaraan, nomor BPKB, nomor sertifikat rumah, dan bahkan nomor rekening bank.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan konsep kartu Inafis dan e-KTP yang dimotori Mendagri jauh berbeda. Inafis merupakan bagian dari upaya mengidentifikasi penduduk secara keseluruhan dan sudah terdata dalam server komputer yang terpusat.
Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, menjelaskan kartu pintar ini akan sangat mendukung penyidikan polisi. Selain data pemilik, terdapat pula catatan kriminal yang pernah dilakukan pemiliknya. "Ketika membuat aplikasi kredit, bank bisa mempertimbangkan kalau dia memiliki catatan kejahatan," kata Bekti.
Ada sembilan biometrik di tubuh manusia yang terdata dalam kartu ini, di antaranya sidik jari, muka, hidung, telapak tangan, dan jejak kaki. "Di e-KTP, alur sidik jarinya kurang lengkap. Di Inafis itu lengkap dan pasti tidak terbantahkan," Bekti memastikan.
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
RD Puji Penampilan Radja Nainggolan
-
Andik Lengkapi Koleksinya dengan Kostum Radja Nainggolan
-
BBM Naik Ditolak, Bagi-bagi Dana Kompensasi Didukung
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



