METRO

Kata Foke Soal Kartu Inafis

Menurut Fauzi Bowo semua kartu identitas semestinya sudah harus terintegrasi.

ddd
Senin, 23 April 2012, 18:09 Eko Priliawito, Oscar Ferri
Pembuatan kartu Inafis
Pembuatan kartu Inafis (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Mabes Polri telah meluncurkan kartu Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis). Dalam kartu itu terdapat chip yang akan menampung semua data pemegang kartu. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ikut angkat bicara mengenai hal ini. Menurut dia, seharusnya semua kartu identitas sudah harus terintegrasi.

"Pada awal memang bisa saja ini sub-sub sistem tersendiri. Akhirnya, yang paling bermanfaat adalah jika sistem-sistem itu bisa terintegrasikan dalam satu sistem," kata Fauzi di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin 23 April 2012.

Menurut Foke--begitu Fauzi Bowo biasa disapa--Indonesia sebenarnya sudah mengambil langkah yang baik melalui single identity number (SIN) untuk seluruh penduduknya. Sistem ini akan dikembangkan lebih lanjut.

"Di negara maju, orang hanya bawa satu kartu, tidak segepok. Bisa untuk urusan pajak, jaminan kesehatan, jaminan sosial, sub sistem pajak, dan sub sistem lainnya. Kita belum pada bentuk yang final," kata dia.

Sebelumnya, Mabes Polri resmi meluncurkan kartu Inafis. Kartu yang diprakarsai kepolisian itu bukan cuma data singkat sebagaimana yang ada dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP). Selain nama Anda, juga tertera tempat tanggal lahir, foto, juga ada sidik jari, nomor kendaraan, nomor BPKB, nomor sertifikat rumah, dan bahkan nomor rekening bank.

Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan konsep kartu Inafis dan e-KTP yang dimotori Mendagri jauh berbeda. Inafis merupakan bagian dari upaya mengidentifikasi penduduk secara keseluruhan dan sudah terdata dalam server komputer yang terpusat.

Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, menjelaskan kartu pintar ini akan sangat mendukung penyidikan polisi. Selain data pemilik, terdapat pula catatan kriminal yang pernah dilakukan pemiliknya. "Ketika membuat aplikasi kredit, bank bisa mempertimbangkan kalau dia memiliki catatan kejahatan," kata Bekti.
 
Ada sembilan biometrik di tubuh manusia yang terdata dalam kartu ini, di antaranya sidik jari, muka, hidung, telapak tangan, dan jejak kaki. "Di e-KTP, alur sidik jarinya kurang lengkap. Di Inafis itu lengkap dan pasti tidak terbantahkan," Bekti memastikan.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
segoro
24/04/2012
gak penting bangeettt!!!! cukup satu kartu yg terintegrasi ......ada2 aja....
Balas   • Laporkan
bayumas
23/04/2012
KTP lebih banyak manfaatnya dari pada Inafis
Balas   • Laporkan
bobby_why
23/04/2012
Setuju bung Foke...efisiensi biaya juga, rakyat tidak dibebani banyak pungutan
Balas   • Laporkan
dufu
23/04/2012
apalagi klo ga mencari sela tuk korupsi... kan da dikit lagi masa penggantian jabatan
Balas   • Laporkan
leser
23/04/2012
(buang napas) duit rakyat sia2..... siapa yg arogan ya? yg jelas harus salah satu yg bisa jadi alat hukum. mana bisa satu org punya data berbeda di e-ktp sama inafis?. bisa sih kalo....wani piro?
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru