METRO

John Kei Diduga Incar Saham Ayung

Kuasa Hukum John Kei membantah informasi yang menyatakan kliennya mengincar saham Ayung

ddd
Senin, 23 April 2012, 22:13 Syahid Latif, Siti Ruqoyah, Dwifantya Aquina
John Kei kala dirawat usai operasi pengangkatan projektil
John Kei kala dirawat usai operasi pengangkatan projektil (Antara)

VIVAnews - Polda Metro Jaya bakal mendalami informasi yang menyebutkan pembunuhan Direktur Utama PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung oleh tersangka John Kei diduga dilatarbelakangi kepemilikan saham perusahaan.

"Ada penjelasan yang perlu pendalaman lagi, karena hanya sebatas informasi, dugaan keinginan John Kei memiliki saham perusahaan PT Sanex Steel Indonesia yang dipimpin Ayung," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Toni Harmanto, di Jakarta, Senin, 23 April 2012.

Toni mengatakan, pihak penyidik sampai kini masih menduga motif pembunuhan Ayung terkait dengan persoalan tagihan utang.

Menanggapi kabar tersebut, kuasa hukum John Kei, Tofik Chandra, justru mengaku heran dengan pernyataan pihak kepolisian tersebut. Alasannya, pemberkasan kasus kliennya sudah akan dilimpahkan ke Kejaksaan besok.

"Itu tidak benar sama sekali, kami membantah keras," kata Tofik saat dihubungi VIVAnews.

Tofik menegaskan dalam dua kali pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya, baik ketika kliennya diperiksa di RS Polri maupun Polda Metro Jaya, pihak penyidik tidak pernah menanyakan mengenai informasi dugaan bahwa John Kei mengincar saham Ayung.

"Pada saat BAP tidak ditanyakan hal itu, baik saat klien saya diperiksa dalam posisi tersangka maupun saksi."

Tofik menilai aneh jika Polda Metro Jaya tiba-tiba mendalami informasi yang belum tentu benar tersebut. Lebih lanjut Tofik menegasnya pihaknya tetap berpegang bahwa kematian Ayung tak ada kaitannya sama sekali dengan John Kei.

"Apalagi kalau dikaitkan dengan indikasi keinginan menguasai saham. Ini aneh sekali," tuturnya. (adi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
agusdidong
05/05/2012
Jadi, tembak saja dgn headshot? Memang preman tidak perlu ada di bumi Indonesia ini, buat rusuh aja. Preman bukan manusia jadi sikat saja sampai modar agar kehidupan masyarakat baik2 bisa aman tenteram.
Balas   • Laporkan
polisi kebiasaan merekayasa kasus
Balas   • Laporkan
anticarmuk
24/04/2012
Ah, andaikan ada PETRUS lagi.... cukup 2 hari...
Balas   • Laporkan
dejenairo
24/04/2012
udahh headshot aja pak pulisi, urusan HAM mah gak berlaku buat preman
Balas   • Laporkan
abs1203
24/04/2012
setuju dgn Lawyernya Gak masuk Akal & Aneh, Preman mana Tau Saham.dibelakangnya pasti ada motif rebutan bisnis dengan group lain. John Key hanya executor.mungkin Jembatan Selat Sunda ? yg pernah dimuat di Viva news jg
Balas   • Laporkan
zulkarnaens28
23/04/2012
Kenapa yach.Negara yg kita Cintai ini msh ada Preman yg menguasai Ibukota spt "John Kei" pita Merah.Bukannya Dia terkenal disaat kerusuhan Ambon dg Pinta Merahnya yg berbau SARA.Mbok yach orang spt ini di jg di Elu-elukan lah.Biar sgr diadili lah.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru