METRO

Situasi Kedubes Prancis Pasca Teror 'Anthrax'

Amplop mencurigakan dengan tulisan 'Anthrax' diterima dua staf Kedutaan kemarin.

ddd
Selasa, 24 April 2012, 15:01 Elin Yunita Kristanti, Oscar Ferri
Amplop dengan tulisan 'Anthrax' diterima dua staf Kedutaan Prancis
Amplop dengan tulisan 'Anthrax' diterima dua staf Kedutaan Prancis (US National Library of Medicine)

VIVAnews -- Sebuah kiriman misterius diterima Kedutaan Prancis di Jakarta, Senin 23 April 2012. Tulisan 'Anthrax' tertera di muka amplop. Apakah benar itu berisi virus mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis, belum dipastikan. Yang jelas dua staf disterilkan di RSPI Sulianti Soeroso, Sunter untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Sehari setelah teror anthrax, Kedutaan Prancis yang beralamat di Menara BCA lantai 40, Jl MH Thamrin No 1, Jakarta Pusat beroperasi seperti biasa. Tak ada penjagaan ketat. Hanya ada seorang satpam berusia muda berjaga di pintu masuk, dekat detektor metal.

Tak banyak informasi yang bisa diperoleh dari petugas satpam yang tak mau disebutkan namanya itu. Ia hanya mengatakan, persoalan pengiriman amplop diduga anthrax itu sudah selesai. "Oh itu sudah clear," kata dia singkat tanpa merinci lagi.

Suasana di sekeliling terlihat kondusif. Beberapa staf perempuan nampak keluar dari lift, mengobrol dalam Bahasa Prancis, sambil sesekali tertawa. Tak ada kepanikan atau kekhawatiran di wajah mereka.

Informasi soal teror amplop anthrax sebelumnya datang dari Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto. Amplop itu diterima dua orang staf Kedubes yang bernama Fabien dan Ghillain pada Senin 23 April 2012, pukul 19.30 WIB.

Karena melihat bubuk mencurigakan, salah satu staf kedubes langsung menghubungi kepolisian setempat. Polisi lalu membawa bubuk yang diduga terdapat kuman-kuman itu ke laboratorium kimia di Bogor.

Juru bicara Kedubes Perancis, Dominique Roubert, yang dikonfirmasi VIVAnews.com membenarkan pengiriman amplop berisikan bubuk mencurigakan tersebut. Namun, dia enggan berkomentar lebih jauh soal siapa pengirim dan kronologi peristiwa tersebut. (sj)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru