Mabes Polri Stop Sementara Proyek Inafis
Bila sudah mencapai 5.000 pendaftar, proyek Inafis akan distop sementara.
Warga antre di loket pelayanan penerbitan kartu Inafis (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
VIVAnews - Mabes Polri akan menghentikan sementara program pembuatan kartu Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) bagi masyarakat bila sudah mencapai 5.000 pendaftar.
Menurut Kepala Pusat Inafis, Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Bekti Suhartono, setelah sepekan pasca peluncuran kartu Inafis, banyak masukan dari masyarakat.
Misalnya, masyarakat minta biaya sebesar Rp35 ribu baru dipungut setelah target 5.000 orang pertama tercapai. Karena itu, polisi akan mengevaluasi masukan itu, dan juga terkait dengan proses pembuatannya.
"Sampai sekarang belum ada yang bayar dan masih gratis. Karena belum mencapai 5000 pendaftar," kata Bekti kepada VIVAnews.
Hingga hari ini, sudah 4.000 warga yang membuat kartu Inafis. Jumlah itu khusus untuk wilayah Polda Metro Jaya.
"Nantinya akan diusulkan agar kartu ini gratis bagi masyarakat," katanya.
Nantinya, bila tetap dikenakan biaya administrasi sebesar Rp35 ribu, uang itu akan disetor ke dalam kas negara, meski itu pendapatan negara bukan pajak.
"Intinya uang tersebut akan dikembalikan kepada masyarakat untuk membangun sistem," katanya.
Ditambahkan Bekti, di Indonesia sudah ada 41 titik tempat membuat kartu Inafis. Tapi hingga kini baru sekitar satu persen saja yang sudah berjalan sejak diresmikan.
Kartu Inafis ini dibuat via kepolisian. Bukan cuma data singkat sebagaimana yang ada dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu ini akan lebih lengkap. Selain nama, tempat tanggal lahir, foto, juga ada sidik jari, nomor kendaraan, nomor BPKB, nomor sertifikat rumah, dan bahkan nomor rekening bank akan tertampung di situ.
Menurut polisi, kartu Inafis dan e-KTP yang diusung Mendagri sangat jauh berbeda. Kartu Inafis merupakan bagian dari identifikasi penduduk secara keseluruhan dan sudah terdata dalam server komputer yang terpusat di negara.
Kartu pintar ini, juga dianggap sangat mendukung penyidikan polisi. Selain data pemilik, terdapat pula catatan kriminal yang pernah dilakukan pemiliknya.
"Ketika membuat aplikasi kredit, bank bisa mempertimbangkan kalau dia memiliki catatan kejahatan," kata Bekti.
Ada sembilan biometrik di tubuh manusia yang terdata dalam kartu ini. Di antaranya sidik jari, muka, hidung, telapak tangan, dan jejak kaki. "Kalau sidik jari di e-KTP, alur sidik jarinya kurang lengkap, untuk di Inafis itu lengkap dan pasti tidak terbantahkan," kata Bekti. (eh)
-
Cheryl Cole, Pemilik Tubuh Seksi dan Senyum Terindah di Dunia
-
Susunan Pemain Dortmund Vs Bayern di Final Liga Champions
-
Bayern Munich Juara Liga Champions 2012/2013
-
Zidane Tak Terkejut Final Liga Champions Sesama Klub Jerman
-
Wajib Tahu, Penyakit yang Bisa Memicu Disfungsi Ereksi
-
Robben Masih Tak Percaya jadi Pahlawan Kemenangan Bayern
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



