METRO

SPBU di Palmerah Diperintahkan Stop Operasi

Pertamina akan memberikan sanksi kepada pengelola SPBU

ddd
Kamis, 26 April 2012, 19:27 Syahid Latif, Iwan Kurniawan
SPBU Palmerah Meledak
SPBU Palmerah Meledak (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAnews - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Palmerah Barat telah diperintahkan untuk menutup operasional bisnisnya. Perintah ini muncul setelah terjadi ledakan di SPBU itu, yang terletak di Jalan Palmerah Barat, Kemandoran Dua, Kebayoran lama, Jakarta Selatan.

"Pertamina meminta agar dilakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab musibah tersebut," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.com, Kamis, 26 April 2012.

Hanung menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pengelola SPBU sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pertamina menegaskan pengelola SPBU dengan nomor 34.12205 merupakan milik swasta atau dealer owned dealer operated (DODO).

Dalam kesempatan itu, perusahaan milik pemerintah ini juga menyampaikannya penyesalannya terhadap munculnya  musibah meledaknya SPBU yang telah menewaskan salah seorang pekerja.

Dengan munculnya musibah tersebut, Pertamina berjanji akan meningkatkan sosialisasi lebih intensif kepada seluruh pengelola dan pekerja di SPBU untuk mengutamakan keselamatan dalam setiap aspek operasionalnya.

Satu Tewas

SPBU di Jalan Palmerah Barat, Kemandoran Dua, Kebayoran lama, Jakarta Selatan sekitar pukul 13.30 WIB meledak. Musibah tersebut menyebabkan tewasnya satu orang pekerja yang tengah merenovasi SPBU tersebut.

Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan, menjelaskan awalnya Saimin dan Deden Suherman sedang membersihkan tangki penampungan Pertamax. Merasa yakin di dalam tangki tidak ada sisa Pertamax, kedua pekerja itu langsung mengelas.

Seketika api menyembur ke atas, dan terjadilah ledakan. Saimin langsung terlempar setinggi lima meter. "Badannya hancur," kata Hermawan di lokasi kejadian. (ren)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
agussalamt
26/04/2012
pertamax, makin tinggi oktan (daya bakar) makin tinggi risiko ledakan, gimana kalau BBG yah...
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru