TKW Asal Bekasi Dianiaya di Jordania
Ibu tiga anak ini disiksa dengan cara disayat pisau di tangan, kaki, punggung, dan kepala.
Ibu tiga anak ini disiksa dengan cara disayat pisau di tangan, kaki, punggung, dan kepala. (ANTARA/SAPTONO)
VIVAnews - Penganiayaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia kembali terjadi. Kali ini menimpa Satem Binti Uin, 38, warga Kampung Bakung Kidul RT 11 RW 04, Desa Karang Patri, Kecamatan Pabayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Satem mengalami luka disekujur tubuh setelah disiksa oleh majikannya.
Penyiksaan itu terjadi di tempat kerja Satem di Jordania. Satem bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan majikan bernama Madam Serin dan Maral Sulaeman. Dia bekerja sejak 2009 hingga 2012. Satem berangkat ke Timur Tengah melalui jasa tenaga kerja PT Ciliwung yang berlokasi di Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Ibu tiga anak ini disiksa dengan cara disayat pisau di bagian tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri, punggung belakang, serta kepala. Bahkan, di pipi kiri juga tampak luka goresan akibat digosok setrika panas. Penyiksaan itu sudah dialaminya sejak awal bekerja di tempat itu.
Penyiksaan terparah terjadi saat Satem sedang mengambil kain lap kotor untuk membersihkan sampah rumah tangga di atas meja yang berada di ruang tamu. "Ibu majikan menyiksa saya dengan pisau di bagian tangan dan kepala. Karena menduga kalau saya mengambil kain lap bersih," tuturnya, Sabtu 28 April 2012.
Tak tahan sering disiksa majikan, Satem kabur dari tempat bekerja. "Saat itu saya loncat dari lantai dua dan meminta tolong ke tetangga sebelah rumah," tuturnya. Akibat meloncat dari lantai dua, Satem mengalami patah tulang kaki kanan.
Tetangga Satem bekerja langsung membawa dia ke rumah sakit terdekat. Namun, majikan korban kembali menemuinya dibawa pulang. "Ibu majikan membawa pulang saya ke rumah," katanya. Ironisnya, majikan Satem kemudian memulangkannya ke tanah kelahirannya pada Maret. Hanya saja, paspor Satem masih ditahan sang majikan.
Bukan hanya disiksa, istri Rohmat, 46, yang bekerja selama 2 tahun 8 bulan ini, belum menerima gaji selama 1 tahun 8 bulan. Padahal gaji yang harus dibayar majikan hanya Rp1,25 juta. Saat ini, korban bersama Kepolisian Resort Pabayuran, Kabupaten Bekasi, melaporkan penganiayaan itu ke Polda Metrojaya.
"Kami mengantar korban bersama suaminya ke Polda guna menindaklanjuti laporan ke Kedutaan Jordania di Indonesia," ujar Kapolsek Pabaturan AKP Cecep Sanusi. (eh)
-
Ditinggal Suami Merantau, Istri Dihamili Jin
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
Alasan Eks Penyanyi Cilik Ini Ubah Penampilan Jadi Wanita
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
Dena Rachman: Saya Ingin Menikah & Punya Suami
tdk ada 1 negarapun di dunia ini yg mampu menyediakan lpgn kerja 100% bagi warga negaranya, yg terpenting mendorong agar negara cq. pemerintah harus membela dgn sungguh2 para TKI yg didholimi di LN.
UDAH DISIKSA AMA UNTA TAPI KALO ADA YANG MAKI2 UNTA, PASTI SEBAGIAN BESAR ORANG INDO NGAMUK2 BELA2IN UNTA. TAPI YAH UDAHLAH EMANG NASIB ORANG INDO YG HARUS JD BUDAKNYA UNTA..HMMMM
KRN ORANG INDON ANGGAP KALO DISIKSA SAMA ORANG ARAB PASTI MATINYA MASUK SURGA,MRK LIAT ORANG ARAB SAMA DENGAN KETURUNAN NABI-NYA, JADI KALO DIBUNUH, DISIKSA...YNG PENTING ORANG ARAB
itulah kenapa para Nabi2 yg mulia diturunkan di Timur Tengah, karena orang2nya sadis2 hahaha CMIIW
- Info Momentum
- Pole Shift, Fenomena Anomali Cuaca Pindahnya Kutub Utara dan Selatan
- Wicca, Agama Tertua Di Dunia Beraliran Sihir
- Sapi Rekayasa China Hasilkan ASI untuk Manusia
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



