METRO

VIDEO: Mobil Dinas TNI AD di "Koboi Palmerah"

Pengendara Avanza berkaos putih keluar dari mobil sambil menenteng pistol di tangan kiri.

ddd
Selasa, 1 Mei 2012, 16:43 Ismoko Widjaya, Siti Ruqoyah
Cuplikan video
Cuplikan video "Koboi Palmerah" (youtube)

VIVAnews - Video berjudul "Koboi Palmerah" beredar di Youtube dan menjadi perbincangan ramai di dunia maya. Dalam video itu terlihat pengendara mobil Avanza hitam pekat dengan pelat nomor dinas TNI AD mengintimidasi pengendara motor yang menyerempetnya.

Video berdurasi 2 menit itu diunggah pada 30 April 2012 kemarin. Dalam video itu terlihat kemacetan di ruas jalan yang sempit. Mobil dinas dengan pelat nomor 1394-00 berlogo bintang itu terlihat jelas disorot kamera. Logo bintang pada pelat nomor itu menunjukkan mobil dinas itu milik TNI AD. Bintang itu bukan menunjukkan pangkat tertentu.

Dalam rekaman terlihat dari mobil dinas TNI itu keluar dua orang pria. Satu berpakaian safari hitam, satu lainnya memakai baju putih-krem. Orang yang berpakaian putih itulah yang mengintimidasi pengendara motor skuter berkaos biru.

Pengendara motor skuter terlihat berada di belakang mobil dinas TNI AD. Masih mengenakan helm itu, dia terlibat keributan satu lawan satu dengan pengendara Avanza berkaos putih, yang keluar dari mobil sambil menenteng pistol di tangan kirinya dan benda lain di tangan kanan.

Keributan terjadi.

Si pengendara motor dipukuli beberapa kali oleh pengendara mobil dinas TNI AD. Terlihat jelas, sejumlah bogem mendarat di tubuh pengendara skuter itu.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Pandji Suko Hari Yudho mengatakan pihaknya masih mengkonfirmasi isi video itu. Pandji tidak membantah maupun membenarkan pelat nomor dinas 1394-00 itu. "Ini masih ditangani. Kami masih mengumpulkan keterangan. Saya masih menyelesaikan ini dulu," kata Pandji saat dihubungi VIVAnews, Selasa 1 Mei 2012.

Tonton aksi "Koboi Palmerah" di video ini. (kd)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
seal
02/05/2012
Oknum TNI itu bencong ya kayaknya, lihat bentuknya, celananya, tasnya. Maunya mukul gratisan pake pistol & besi. Udah gitu meleset mulu, cebolan sih.Takut ya tong. Ini pasti nyogok jadi TNI-nya, anak mami jadi tentara, tengsin deh
Balas   • Laporkan
blackzeed007
02/05/2012
Ahh "OKNUM" TNI, ngrusak nama baik TNI aj, yg gni ni yg harus diksh tndakan tegas.. Nenteng snjata & pistol lg, liat lwnny aj tngn kosong, klo brani by one tngan kosong jg, CACADDD..!!!!!
Balas   • Laporkan
bunggun
02/05/2012
Apakah undang-undang membenarkan bahwa mobil dinas TNI ANGKATAN DARAT " DIPERGUNAKAN UNTUK KEPENTINGAN DILUAR DINAS " !!!???. Saya dulu juga mengalami hal yang sama didesa, langsung oleh dilaporkan ke atasannya nggak banyak cingcong aparat tsb. dimutasi.
Balas   • Laporkan
ryumaster8 | 05/05/2012 | Laporkan
setuju...tampilin aja mukanya besar2an dimedia biar malunya minta ampun ampe tujuh turunan liat kelakuan dia sendiri,aparat=penegak hukum,gmn bs maju bangsa ini kl penegak hukumnya kayak si cebol ini
viki_azmin | 02/05/2012 | Laporkan
mobil dinas kok dibuat kepentingan pribadi kapten gua doain nyokap lu mati sekalian deh ngeliat kelakuan lu tu.. ngapain simpati ama keparat seperti lu..
gogi | 02/05/2012 | Laporkan
betul bos. tentara ini udah melanggar banyak pasal, pake mbl dinas dan gak pake seragam pula
hiutodak
02/05/2012
pakai kendaraan dinas, menggunakan senjata untuk menakut-nakuti sipil, bersikap arogan di jalan, kenapa orang gila kayak gini bisa masuk tentara ya?
Balas   • Laporkan
mahadewa
02/05/2012
SEBARKAN BERITA INI TERUS MENERUS SEBELUM KAPTEN PENDEK INI MEMINTA MAAF DI NASIONAL TV..
Balas   • Laporkan
gogi | 02/05/2012 | Laporkan
kok minta maaf bos ? ... pecatttt
ronyranu
02/05/2012
untung ente kagak di masa sama warga sekitar....
Balas   • Laporkan
nanangher
02/05/2012
daripada nungguin PD 3 ,ga perang2,pingin banget perang di empet jadi bisul,nonjokin rakyat aja buat pemanasan, oknum koplak!!!!
Balas   • Laporkan
jopi
01/05/2012
Aparat yang Brubah Menjadi Keparat...!!!
Balas   • Laporkan
gogi | 02/05/2012 | Laporkan
ha ha ha
blueberry
01/05/2012
pecat aja anggota nya , kalo TNI tidak menidak anggota nya , bubarkan TNI aja skalian........
Balas   • Laporkan
awingawing
01/05/2012
kirain apaan, ternyata cuma liat B A N C I..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru