METRO

Pengakuan Kapten A, Sang "Koboi Palmerah"

"Saya turun dan mengeluarkan dan mengacungkan air softgun dan stik besi."

ddd
Rabu, 2 Mei 2012, 06:43 Elin Yunita Kristanti, Dwifantya Aquina
Kapten A
Kapten A (youtube)

VIVAnews - Gambar ini gamblang ditunjukkan dalam video berjudul "Koboy Palmerah": seorang pria berpakaian putih dan krem, tangan kanan memegang tongkat besi dan pistol di tangan kiri, menghadapi seorang pengendara skuter yang tak sempat, atau mungkin tak berani, melepas helmnya.

Pria berbaju putih tampak agresif, berteriak-teriak, memukulkan tongkatnya berkali-kali ke arah pria berbaju biru yang terus berusaha menangkis. Pistol masih tergenggam di tangannya. Adegan kekerasan itu disaksikan banyak mata, para pengguna jalan yang melintas dengan perasaan ngeri.

Mobil berpelat nomor 1394-00 dengan tanda bintang memberi petunjuk siapa pria yang mengumbar senjata itu. Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin tak membantah bahwa oknum itu adalah anggotanya. Pangkatnya kapten, nama berinisial A. "Koboi Palmerah" itu adalah Kapten A.

Namun, Zaenal membantah keterangan saksi yang menyebut anggotanya itu sempat menembakkan senjatanya dua kali. Kata dia, pistol di tangan Kapten A bukan senjata, tapi mainan airsoft gun.

"Kami sangat menyayangkan kedua belah pihak tak dapat mengendalikan emosi. Sampai anggota kami juga mengambil pistol mainan, airsoft gun, dan hanya mengacung-acungkannya ke udara, tidak ditembakkan, karena itu kan bukan senjata api," ujar Zaenal, saat ditemui di kantornya, Mabes AD, Jakarta Pusat, Selasa, 1 Mei 2012.

Melalui secarik surat, Kapten A memberikan testimoni pada institusinya, tentang apa yang sebenarnya terjadi di Palmerah, sesuai versinya.

Berikut pengakuan Kapten A, seperti dibacakan Zaenal:

"Pada pukul 15.00 saat itu saya berniat akan menjemput orang tua saya di Bandara Soekarno Hatta. Saat melintas di Palmerah, situasi jalan raya sedikit tersendat. Pada saat mobil saya bergeser ke arah kiri, kaca kiri mobil saya diketuk. Pengendara itu berkata 'jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja'.

Saya kaget lalu turun dari mobil untuk menanyakan masalahnya. Saya berpikir motornya terserempet tapi ternyata tidak. Saya tinggalkan dia sambil dia mengancam akan melaporkan ke atasan saya. Saya bilang silakan saja.

Saya kembali ke mobil dan siap melanjutkan perjalanan menuju bandara karena khawatir, orang tua saya mengidap sakit jantung. Ketika akan menyalakan mesin mobil, pintu mobil saya ditendang dan kaca mobil diketok oleh pengendara motor itu. Saya turun dan sempat mengeluarkan dan mengacungkan air softgun dan stik besi yang saya punya agar dia mengeluarkan SIM miliknya. Lalu Pomdam Jaya melintas dan saya dibawa."

Sebelumnya, Andri seorang saksi mata mengungkapkan versi berbeda. Kata dia, motor skuter putih terlihat bersenggolan dengan mobil dinas milik TNI AD pada Senin 30 April 2012. Tidak terima, orang yang berada di dalam mobil dinas TNI AD langsung keluar mobil sambil menenteng senjata.

Saat pengendara mobil dinas TNI AD itu melepaskan tembakan, mobil di sekitar jalan itu langsung berhenti. Kemacetan tidak terhindari. Tetapi, tidak ada satupun warga dan pengendara yang berani melerai keduanya.



© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
thanbughost
08/05/2012
...."mengeluarkan dan mengacungkan air softgun dan stik besi yang saya punya agar"......,kyk y perlu pakar IT utk meriksa apakah adegan itu rekayasa, kok pengakuan y cm 'mengacungkan' dan bukan memukulkan berulang kali ke kepala...,hmm...aneh bin ajaib..
Balas   • Laporkan
jadul
02/05/2012
Kalau blm jelas masalahnya, jangan dulu komentar yang aneh-aneh, yang saya tau sekarang TNI yang sedang tidak bertugas tidak lagi pegang senjata, tidak lagi seperti kepolisian.. yang memang tugasnya menjaga keamanan masyarakat.
Balas   • Laporkan
azzzzu | 05/05/2012 | Laporkan
Kalo gak lg tugas, mukulin rakyat??????? kita komen apa yg kita liat bro......
militer / polisi yg berani ujuk senjata tajam apalagi sampai menembakkan (kecuali untuk keselamatan diri) hukuman nya wajib di PHK......
Balas   • Laporkan
komentar buruk tdk ada gunanya, saatnya indonesia berubah. Militer yang melakukan tindakan pidana umum sudah saatnya dibawa ke pengadilan umum. Jika di pidana militer pasti tdk adil dan tdk berpihak ke rakyat soal hakimnya juga dari militer dan tertutup.
Balas   • Laporkan
bidadaricute
02/05/2012
yang bener itu adalah kapten A ini mau unjuk gigi menunjukkan kepada masyarakat ayo masuk tni rame2..gua yang sakit jiwa aja bisa nyampe kapten??iya kan gitu dia mau bilang
Balas   • Laporkan
putra_bangsa7
02/05/2012
Inilah salahnya demokrasi di negeri ini... Gara-gara adanya HAM, TNI skr senjatanya airsoft gun... ngenes... Gmn mw perang lawan negara lain.. Preman aj pake senpi,,TNI mlh pk airsoft gun.. Dibalik aj preman yg jd tentara..
Balas   • Laporkan
wartawanlepas
02/05/2012
intinya tu ye aparat tu benar, rakyat selalu salah.. dasar aparat. gebukin aje loe baru tau
Balas   • Laporkan
hensmacho | 04/05/2012 | Laporkan
wkwkkwkkwkwk ada aja loe....
putra_bangsa7 | 02/05/2012 | Laporkan
Halah, kl kamu jd tentara jg sama aj.. apa bisa jamin kamu gk kyk gt...
akbarhamdani
02/05/2012
harusnya sebagai anggota TNI jangan bertindak seenaknya terhadap warga sipil.
Balas   • Laporkan
kasianyah
02/05/2012
kapten..TKI di bantai tuh 3 nyawa..lawan plisss..rakyat lu gebukin..dasar stresss!!!
Balas   • Laporkan
bolot27 | 02/05/2012 | Laporkan
betul, ada tki yang di bantai, tapi kedubes kita disana kagak ada suaranya yahhhhhhhh
orange01
02/05/2012
emank bisa ya dengerin suara orang dari dalam mobil?? Ditambah suara itu berasal dari pengemudi motor yang pakai helm???
Balas   • Laporkan
bolot27 | 02/05/2012 | Laporkan
kayaknya di ngaran dehhh, coba kesaksian lain di liput dong, jangan testimoni dia doang yg di liput nge eu


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru