METRO

TNI Amankan "Koboy Palmerah" Usai Beraksi

Kapten A masih menjalani pemeriksaan di Markas Polisi Militer Kodam Jaya.

ddd
Rabu, 2 Mei 2012, 10:24 Arry Anggadha, Oscar Ferri
Koboy Palmerah
Koboy Palmerah (youtube)

VIVAnews - Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI (Inf) Pandji Suko Hari Judho menegaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mengamankan Kapten A, oknum TNI yang bertingkah sebagai Koboy di Palmerah. "Saat kejadian, ada Pom Patroli melintas, saat itu juga Kapten A langsung diamankan," kata Pandji di Mabes TNI AD, Jakarta, Rabu 2 Mei 2012.

Pandji pun menjelaskan identitas "Koboy Palmerah" itu adalah anggota TNI yang bertugas di Detasemen Markas Besar TNI AD. "Benar, dia anggota TNI," ujarnya.

Saat ini, lanjut Pandji, Kapten A masih menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya. Pemeriksaan ini untuk memastikan sanksi apa yang akan diterima "Koboy Palmerah" itu. "Sanksinya akan ditunggu sesuai hasil pemeriksaan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam sebuah tayangan video berjudul "Koboy Palmerah" terlihat seorang pria berpakaian putih yang memegang tongkat besi pada tangan kanannya dan sebuah pistol pada tangan kirinya. Dia menghadapi seorang pengendara skuter yang masih memakai helm.

Pria berbaju putih tampak agresif, berteriak-teriak, memukulkan tongkatnya berkali-kali ke arah pria berbaju biru yang terus berusaha menangkis. Pistol masih tergenggam di tangannya. Adegan kekerasan itu disaksikan banyak mata, para pengguna jalan yang melintas dengan perasaan ngeri.

Mobil berpelat nomor 1394-00 dengan tanda bintang memberi petunjuk siapa pria yang mengumbar senjata itu.

Melalui secarik surat, Kapten A memberikan testimoni pada institusinya, tentang apa yang sebenarnya terjadi di Palmerah, sesuai versinya. Berikut pengakuan Kapten A:

"Pada pukul 15.00 saat itu saya berniat akan menjemput orang tua saya di Bandara Soekarno Hatta. Saat melintas di Palmerah, situasi jalan raya sedikit tersendat. Pada saat mobil saya bergeser ke arah kiri, kaca kiri mobil saya diketuk. Pengendara itu berkata 'jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja'.

Saya kaget lalu turun dari mobil untuk menanyakan masalahnya. Saya berpikir motornya terserempet tapi ternyata tidak. Saya tinggalkan dia sambil dia mengancam akan melaporkan ke atasan saya. Saya bilang silakan saja.

Saya kembali ke mobil dan siap melanjutkan perjalanan menuju bandara karena khawatir, orang tua saya mengidap sakit jantung. Ketika akan menyalakan mesin mobil, pintu mobil saya ditendang dan kaca mobil diketok oleh pengendara motor itu. Saya turun dan sempat mengeluarkan dan mengacungkan air softgun dan stik besi yang saya punya agar dia mengeluarkan SIM miliknya. Lalu Pomdam Jaya melintas dan saya dibawa."


Sebelumnya, Andri seorang saksi mata mengungkapkan versi berbeda. Kata dia, motor skuter putih terlihat bersenggolan dengan mobil dinas milik TNI AD pada Senin 30 April 2012. Tidak terima, orang yang berada di dalam mobil dinas TNI AD langsung keluar mobil sambil menenteng senjata.

Saat pengendara mobil dinas TNI AD itu melepaskan tembakan, mobil di sekitar jalan itu langsung berhenti. Kemacetan tidak terhindari. Tetapi, tidak ada satupun warga dan pengendara yang berani melerai keduanya.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sam.zaboravio
04/05/2012
wah ketauan deh...jemput ortu pake kendaraan dinas...jd bingung mana keperluan dinas atau pribadi
Balas   • Laporkan
jiepie
03/05/2012
ini bukti kalo anggota aparat kita memang pilihandr manusia2 di indonesia, jenderalnya jg, pembelaannya jg, ngaku mobil ditendang ? tahu dr mana dia kan didalam mobil, nampak betul bohongnya..air soft gun..? BOHONG
Balas   • Laporkan
gogonman
03/05/2012
@jablay5...kalo dilihat dari pengakuan si kapten...logikanya pasti dia yg ngebut/slonang-slonong krn harus menjemput ortunya yg katanya sakit jantung lalu nyenggol motor/biker..lagipula orang mana yg berani ama Angkatan yg pake mbl dinas.
Balas   • Laporkan
jablay5
03/05/2012
Bro..menurut pendapat gw neh..gak mungkin tuh Kapten dengan serta merta marah-marah terhadap pemotor kalo gak dimulai dari si PEMOTOR nya..jadi jgn institusi TNI nya yang di hujat, QT serahkan kasus ini ke ranah hukum utk proses lebih lanjut!!
Balas   • Laporkan
begawan.klampisireng
03/05/2012
sudah salah, malah sekarang ngibul, kayaknya kalo nggak di pecat kebiasaan buruk itu susah hilangnya.....TNI sedang mempertaruhkan NAMA BESAR KORP TNI AD dengan begundal cekeremes.....
Balas   • Laporkan
revans
02/05/2012
kalo aparat yg kaya gini g dipecat ,mau pada siapa lg kita percaya ?yg digaji oleh rakyat malah menindas rakyat,tu pistol ,mobil belinya pake uang rakyat !
Balas   • Laporkan
gomez.siliang
02/05/2012
Coba aja ga bawa senjata terus tarung, saya yakin 100 % yang baju biru yang menang,badannya lebih kekar. dan si oknum babak belur and KO.
Balas   • Laporkan
rossesr
02/05/2012
sama-sama temperamen ketemu dijalan.
Balas   • Laporkan
handguns25
02/05/2012
Begitulah Indonesia
Balas   • Laporkan
sadikolot
02/05/2012
KEMACETAN BIKIN ORANG STRESS..EMOSI TAK TERKENDALI..TAPI KALO PREMAN/KAPAK MERAH BENER TU PAK KAPTEN LAWAN PAKE SENJATA..KALO SIPIL MAH DAMAI AJA PAK..
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru