8 Anggota TNI AL Ikut Aksi Geng Pita Kuning
Depalan anggota itu sudah dikenakan hukuman tindak disiplin, dan ditahan selam dua minggu.
Rekaman CCTV geng motor sebelum beraksi (tvOne)
VIVAnews - Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Soeparno, membenarkan bila ada anggotanya yang terlibat dalam kasus geng motor pada Jumat, 13 April 2012 lalu, di delapan titik di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.
"Setelah diselidiki ternyata tidak ada yang terlibat, pada saat itu hanya ikut konvoi saja, ada 8 orang," ujar Soeparno usai menghadiri acara peresmian Perubahan Klasifikasi RS Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Mei 2012.
Menurut Soeparno, kedelapan anggota TNI AL tersebut sudah menyalahi aturan karena keluar markas. Padahal, waktu untuk keluar dari markas sudah habis dan delapan anggota itu malah ikut konvoi. Mereka kata Soeparno, dikenakan hukuman karena tindak disiplin, dengan ditahan selama dua minggu.
"koordinasi dengan polisi ya sudah jelas pasti. Kan kalau kasus penusukan (Kelasi Arifin) sudah ditangkap sama polisi," jelasnya.
Sebelumnya, Kodam Jaya juga mendapati empat anggotanya dari kesatuan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 6, terlibat dalam aksi penyerangan bersama kelompok pria berpita kuning.
Mereka adalah Serda YP, Serda JP, Praka KM, dan Pratu MK. Serda YP dipastikan ikut semua kegiatan termasuk dalam aksi kekerasan di minimarket 7-Eleven di Jalan Raya Pramuka dan di sejumlah titik lain di Jakarta Utara. Sementara tiga anggota lainnya lebih dulu kembali ke markas.
Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Infanteri Adrian Ponto, mengatakan, mereka diberitahu melalui SMS dan BBM. Tujuan awal mereka adalah solidaritas teman seangkatan. Sebelum melakukan aksi perusakan dan penyerangan, anggota geng motor berpita kuning ini berkumpul di Monas, Jakarta Pusat.
Seperti diketahui, aksi brutal kelompok tak dikenal itu pertama kali terjadi di SPBU Shell, Danau Sunter, Jakarta Utara. Soleh (19), meninggal akibat luka tusuk. Aksi ini sempat terekam kamera CCTV di dalam minimarket.
Belum lagi polisi selesai menyelidiki aksi brutal itu, kejadian penyerangan terjadi di sepanjang Jalan Pramuka dan di minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat. Satu korban bernama Anggi Darmawan, meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.
Kedua aksi ini diduga kuat ada kaitan atas kematian Kelasi Satu Arifin Siri, oleh anggota geng motor berjuluk "Y-Gen". Hingga saat ini sudah 23 orang diperiksa, dan lima orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. (adi)
jangan gan...2 jam kelamaan.. yang bener ajak ke atas monas, trus jorogin dr sana, yar kapok wkwkwk
- Info Momentum
- Misteri Pembunuhan Presiden Kennedy Dengan Proyek UFO Rahasia
- Kawah Patomski, Kawah Misterius Bentukan Alien di Tengah Hutan Rusia
- "The Count" Penipu Ulung Paling Lihai di Dunia
- Hasta Brata, Misteri Ilmu Kepemimpinan Jawa
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Misteri Suara Denting Lonceng Di Komplek Pemakaman Menteng Pulo
- FOTO: Cantiknya Rosnita Putri Wanita Teman Dekat Arya Wiguna



