METRO

Korban "Koboi Palmerah" Dicari Anggota POMAD

Pemuda yang terlibat dengan Kapten A adalah Soeng Simon Priyadi.

ddd
Kamis, 3 Mei 2012, 18:20 Eko Priliawito, Siti Ruqoyah
Koboy Palmerah
Koboy Palmerah (youtube)

VIVAnews - Pengendara motor Vespa putih B 1359 U bernisial SSP, menghilang pasca terlibat keributan dengan Kapten A di kawasan Palmerah. Apalagi saat  kejadian kemarahan sang perwira TNI itu muncul di Youtube dengan nama "Koboy Palmerah".

Dari penelusuran VIVAnews, rumah SSP di kawasan Jalan Mawar 16, RT 6 RW 1, Kelurahan Jati Pulo, Tomang, Jakarta Barat, pria yang terlibat keributan dengan anggot TNI itu memang mirip dengan seseorang di rumah itu yang bernama Soeng Simon Priyadi.

Tapi sejak kejadian itu, pria bernam Simon itu tidak pernah terlihat ada di rumah berlantai dua yang pagarnya bercat putih itu. Di rumah itu sehari-hari hanya ditinggali kakek Simon yang bernama Soeng Cuek Kwung, dan tiga pembantunya.

"Kalau Simon memang tidak tinggal tetap di rumah itu. Tapi dari catatan kartu keluarga memang masih ikut dengan orangtuanya di situ," kata sekretaris RT 6 RW 1, bernama Suparmin kepad VIVAnews, Kami, 3 Mei 2012.

Dijelaskan Suparmin, pada Rabu, 2 Mei 2012 kemarin, dua anggota POMAD berseragam dan satu berpakaian bebas datang dan menanyakan keberadaan Simon. Tapi karena tidak bertemu yang bersangkutan, tak lama ketiganya lalu pergi.

Hari ini sekitar pukul 09.00 WIB,  tiga orang yang juga mengaku sebagai anggota TNI datang dan kembali mencari Simon. Mereka menjelaskan kepada Suparmin, bahwa Simon ingin dimintai keterangan seputar kejadian itu.

"Mereka datang alasannya supaya kasus ini cepat selelsai, karena Simon itu saksi korban, dan akan dimintai keterangan," kata Suparmin.

Dalam video berjudul "Koboy Palmerah", seorang pria berpakaian putih dan krem, tangan kanan memegang tongkat besi dan pistol di tangan kiri, menghadapi seorang pengendara skuter yang tak sempat, atau mungkin tak berani, melepas helmnya.

Pria berbaju putih tampak agresif, berteriak-teriak, memukulkan tongkatnya berkali-kali ke arah pria berbaju biru yang terus berusaha menangkis. Pistol masih tergenggam di tangannya. Adegan kekerasan itu disaksikan banyak mata, para pengguna jalan yang melintas dengan perasaan ngeri.

Mobil berpelat nomor 1394-00 dengan tanda bintang memberi petunjuk siapa pria yang mengumbar senjata itu. Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin, bahwa oknum itu adalah anggotanya. Pangkatnya kapten, berinisial A. "Koboi Palmerah" itu adalah Kapten A.

Namun, Zaenal membantah keterangan saksi yang menyebut anggotanya itu sempat menembakkan senjatanya dua kali. Kata dia, pistol di tangan Kapten A bukan senjata, tapi mainan airsoft gun. (umi)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
thanbughost
08/05/2012
Sekalian aja yg ngambil gambar ama yg upload di YouTube dijadikan saksi, trus belakangan bisa dijadikan terdakwa dengan tuduhan pencemaran nama baik....
Balas   • Laporkan
zulkarnaens28
06/05/2012
Simon Ayam sayur.Masa sama Tentara aja Takut,bukanny kemarin wkt Nendang Pintu Mobil Sang Koboy mau nantangin berantem.Makanya Kalian yg comment jgn asal ngomong.Kalian belum tahu video scr utuh.
Balas   • Laporkan
agusdidong
04/05/2012
Ini memang beneran seorang kapten senjatanya "cuma" airsoft-gun. Emangnya lagi mau pergi sport ya???? Maaf saya cuma orang yang bodoh, nggak ngerti seharusnya kapten itu pegangannya senjata apaan. He..he..he....
Balas   • Laporkan
azzzzu | 05/05/2012 | Laporkan
Makanya sama Malay gak berani..... wong cuma softexxxxx......
bidadaricute
04/05/2012
dari video itu udah jelas kok apapun alasannya dijalan raya apalagi tni tidak layak dan pantas mengeluarkan senjata api?ngapain lagi cari korban?korbannya ini seluruh masyarakat yang melihat video itu,dibuat jijik dengan adegan itu
Balas   • Laporkan
padabutasemua | 04/05/2012 | Laporkan
betull.. gak ada hubungan ma korban, video itu udah lebih dr cokop untuk pecat itu kapten, tp masalahnya Para Petinggi TNI pd BUTA semua, jadi itu video gak guna.
padabutasemua
04/05/2012
MASYA OLO, NEGRI INI DI PENUHI OLEH ORANG2 BUTA !!!!
Balas   • Laporkan
padabutasemua | 04/05/2012 | Laporkan
BUTA HARTA BUTA JABATAN BUTA MATA JG KARMA, NANTI ANAK2 JENDRAL DI TEMBAK MA RAMPOK!
kopasuss
04/05/2012
Pangkat "KAPTEN" kok pegangannya airsof gun>>>>Pantes aja sama brimob mati satu>>......... klo kopral berarti senjatanya "KETAPEL" kali....wkwkkwkwkwkwk (ysuka) lucu< kl jendral pegang apa hayo?? pegang rudalnya masing2.. heheheeeee.. peace n love
Balas   • Laporkan
yukchatsex | 04/05/2012 | Laporkan
nah kalo ini gw ga demen, orang mati dibawa bawa.....* siapin FN buat matiin kopassus
george212 | 04/05/2012 | Laporkan
hehehe lucu ya dikau, lucu lagi klo dikau tdk menjelekan TNI yg sah dibentuk oleh negara deh bung...dikau bisa apa?...pungli?.
tanpabeban | 04/05/2012 | Laporkan
hahahaha.... koplak... (lucunya militer negara ini)
kapolsek
04/05/2012
Kalo simon keluar, nanti identitas kapten A bisa terbuka di depan publik dong. Jd ya lbh baik korban menghilang supaya kasusnya jg menguap. Korban dpt melanjutkan hidupnya dgn nyaman, si kapten kasusnya jg jd aman. Win-Win solution kan...
Balas   • Laporkan
neosack | 04/05/2012 | Laporkan
btul, kapten A uda ketauan salah tuhh ngapain di usut kasus nya, pecat ajah lahh.
kopasuss | 04/05/2012 | Laporkan
win solution? hah begitukah ? kenapa harus takut? pecat saja lah,, dah tua kok,, bentar lg pensiun.. ok ga? makanya ga usah jd jagoan,,
s4y4
04/05/2012
jgn2 si simon udah diamankan dluan nih,...masa ilang, di culik kali ya...
Balas   • Laporkan
tanpabeban | 04/05/2012 | Laporkan
betul juga bro... biasa lah cara langaw...
fat_bastard
03/05/2012
aparat bertingkah laku keparat bknya melindungi dan mengayomi.......sana perang aja lawan malingsia dari pada perang lawan bangsa sendiri
Balas   • Laporkan
mahadewa
03/05/2012
pomad
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru