Korban "Koboi Palmerah" Suka Bercelana Pendek
Warga yakin karena melihat dari postur tubuhnya dan kendaraan yang dipakai.
Aksi (youtube)
VIVAnews - Pria berbaju biru bernama Soeng Simon Priyadi, yang terlibat keributan dengan Kapten A, dan sempat terekam dalam video berjudul "Koboy Palmerah" tidak tinggal menetap di kawasan Tomang, Jakarta Barat.
Menurut Sekertaris RT 6 RW 1, Kelurahan Jati Pulo, Tomang, Jakarta Barat, bernama Suparmin, Simon memang sering datang ke rumah kakeknya di Jalan Mawar 16. Tapi secara tetap menurut keluarga, Simon tinggal di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan.
Semula warga tidak menduga kalau pria berbaju biru yang terlibat keributan seorang Kapten TNI di kawasan Palmerah itu adalah Simon. Tapi setelah melihat berkali-kali di televisi, warga yakin karena melihat dari postur tubuhnya dan kendaraan yang dipakai.
"Selain itu, warga yakin karena Simon memang suka pakai celana pendek," kata Suparmin kepada VIVAnews.
Dijelaskan Suparmin, kalau dirinya terakhir kali bertemu dengan Simon saat pembuatan e-KTP di kelurahan. Saat itu, petugas Linmas melarang Simon masuk karena hanya menggunakan celana pendek.
"Ribut dengan Linmas karena waktu itu pakai celana pendek dan ada tato di kaki. Saya lihat dan melerai, kemudian meminjamkan celana panjang. Baru dia bisa ikut perekaman e-KTP," katanya.
Sejak kejadian keributan itu, Simon itu tidak pernah terlihat datang ke rumah kakeknya yang bernama Soeng Cuek Kwung. Sejak dia menghilang, ada dua anggota POMAD berseragam dan satu berpakaian bebas datang dan menanyakan Simon.
Hari ini sekitar pukul 09.00 WIB, tiga orang yang juga mengaku sebagai anggota TNI datang dan kembali mencari Simon. Mereka menjelaskan kepada Suparmin, bahwa Simon ingin dimintai keterangan seputar kejadian itu.
Dalam video berjudul "Koboy Palmerah", seorang pria berpakaian putih dan krem, tangan kanan memegang tongkat besi dan pistol di tangan kiri, menghadapi seorang pengendara skuter yang tak sempat, atau mungkin tak berani, melepas helmnya.
Pria berbaju putih tampak agresif, berteriak-teriak, memukulkan tongkatnya berkali-kali ke arah lelaki berbaju biru yang terus berusaha menangkis. Pistol masih tergenggam di tangannya. Adegan kekerasan itu disaksikan banyak mata, para pengguna jalan yang melintas dengan perasaan ngeri.
Mobil berpelat nomor 1394-00 dengan tanda bintang memberi petunjuk siapa pria yang mengumbar senjata itu. Saat dikonfirmasi, Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin, bahwa oknum itu adalah anggotanya. Pangkatnya kapten, berinisial A. "Koboi Palmerah" itu adalah Kapten A.
Namun, Zaenal membantah keterangan saksi yang menyebut anggotanya itu sempat menembakkan senjatanya dua kali. Kata dia, pistol di tangan Kapten A bukan senjata, tapi mainan airsoft gun.
rakyat mana ada yang arogan ???? Lihaat kiri kananmu bung.... Rakyat juga banyak yang semaugue.... Oh.. God... kenapa negriku dipenuhi orang2 munafik........
woii songong...rakyat mana ada yang arogan.....aparat,pejabat,dll baru bener.....
- Info Momentum
- Efek Music Mozart Terhadap Kesehatan dan Kecerdasan
- Memori Otak Bisa Disimpan dalam Hardisk
- Misteri Kasus Frederick Valentich Diculik UFO
- Misteri Dibalik Uang Pecahan 20 Dollar Amerika
- Beredar Foto Seksi Mirip Sefty Sanustika Istri Fathanah
- Kisah Misteri Penyebab Kecelakaan di Gunung Lipan Kalimantan
- FOTO dan VIDEO : Darin Mumtazah Pelajar Cantik Simpanan Lutfi Hasan



