METRO

Keluarga Polri Sudah Tetapkan Cagub Pilihan

Sebanyak 40 ribu anggota KBPPP bulat menjatuhkan pilihan pada dua pasang calon gubernur.

ddd
Kamis, 3 Mei 2012, 20:14 Denny Armandhanu, Siti Ruqoyah
Polisi pada pengamanan KTT ASEAN 2011
Polisi pada pengamanan KTT ASEAN 2011 (VIVAnews/Denny Armandhani)

VIVAnews - Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) menyatakan telah mengantungi dua nama pasangan calon gubernur DKI Jakarta yang akan mereka pilih Juli mendatang. Ketetapan ini diambil secara bulat setelah KBPPP melakukan penyeleksian terhadap enam pasangan cagub dan cawagub.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum KBPPP, Agenanda Djatmika, pada konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis 3 Mei 2012. Namun, dia menyimpan rapat-rapat nama dua pasang calon tersebut sebelum keputusan dari KPU keluar.

"Yang pasti 40 ribu suara akan kita sumbangkan untuk mendukung calon gubernur, sudah ada dua orang yang kami pegang. Tetapi kami tidak mau mendahului proses di KPU Provinsi DKI Jakarta, takutnya yang kita dukung dan diumumkan sekarang malah tidak lolos di 10 Mei nanti," ujar Agenanda.

Rencananya, pengumuman cagub yang akan mereka pilih akan diumumkan sehari sebelum keputusan lulus seleksi KPU. Agenanda mengatakan, pilihan mereka jatuh pada calon gubernur yang memiliki wawasan tentang Jakarta, mengetahui birokrasi pemerintahan, serta bisa berkomitmen terhadap keamanan ibukota, serta bisa bekerjasama dengan TNI dan Polri.

Agenanda memastikan, seluruh anggota KBPPP akan memilih calon yang mereka tetapkan. Hal ini, ujarnya, karena sebagai organisasi, KBPPP memiliki komando. Ketika diperintahkan, maka seluruhnya harus melaksanakan.

Dia mencontohkan, pada pemilihan gubernur Jakarta lima tahun lalu, 100 persen anggota KBPPP menjatuhkan pilihan pada Wakapolri Adang Daradjatun. Hasilnya juga signifikan. Walaupun kalah, namun kalah dengan terhormat.

"Kekuatan yang luar biasa ini yang harus kita kelola dengan baik. Lima tahun lalu hampir semua asrama polri memenangkan Adang Daradjatun karena kita ada di belakangnya. Saat pemilu ini, seluruh asrama polisi juga harus memenangkan calon yang sudah ditentukan oleh pimpinan daerah," kata Agenanda.

Dalam pemilihan nanti, Agenanda menegaskan, KBPPP tidak akan memilih gubernur yang didukung oleh partai yang dulu mengusung Adang Daradjatun. Pada pemilihan gubernur 2007, Adang hanya didukung oleh satu partai, yaitu Partai Keadilan Sejahtera.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
robbyf
04/05/2012
Demokrasi seperti apa ini???? ini namanya demokrasi dagelan... disuruh memilih, tapi pilihanya sudah di tentukan... PELAWAK POLITIK...
Balas   • Laporkan
pacesorong
04/05/2012
Wah ini Orang manfaatin organisasi keluarga polisi untuk kepentingan pribadinya...pasti udah ada deal2 tertentu dgn pasangan calon..Kaco nih orang. Jangan bawa2 nama institusi dong.. Keluarga besar polisi bebas memilih sesuai hati nurani
Balas   • Laporkan
bayumas
04/05/2012
SETUJU DARI PADA RIBERT DAN YG LAIN NGGAK JELAS DENGAN PROGRAMNYA....PILIH AJA FOKE...REPORT2 AMAT SIH.KAN KRETERIANYA MASUK TUH BANG FOKE...
Balas   • Laporkan
azzzzu | 06/05/2012 | Laporkan
Yuk coblos KUMIS KUCINGNYE...........ah.ah.ah...... asoy geboy... BUKAN BANJIR TAPI GENANGAN AIR
baikbaiksayang
04/05/2012
wah ini pemimpinnya bego kali ye, ini kan pesta demokrasi. dia malah ngajarin hal yg menjurus ke otoriter politik. cacad amat tipe pemimpin kyk begitu....
Balas   • Laporkan
kopasuss
04/05/2012
ini namanya pemaksaan kehendak. bukankah polisi ini jg sipil? itu dilarang bukanya ? kok ini ikut2an politik. jd nya kerja kepolisian tdk maximal. terserahlah anggota milih mana. jangan memaksa,bertumpulah pada tugas pokok polri sbg pengayom masarakat
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru