METRO

Diserbu FPI, Diskusi Buku Dibubarkan Polisi

Massa berbagai ormas, di antaranya FPI dan FBR, berkerumun di depan gerbang Salihara.

ddd
Jum'at, 4 Mei 2012, 22:40 Denny Armandhanu, Oscar Ferri
Sebuah pementasan di Salihara
Sebuah pementasan di Salihara (ANTARA/Aldino Anatusa)

VIVAnews - Sebuah diskusi peluncuran buku di Komunitas Salihara, Jl. Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibubarkan polisi dengan alasan tidak memiliki izin. Ratusan massa dari berbagai ormas menunggu di luar gerbang Salihara.

Acara yang dibubarkan polisi itu adalah kuliah umum dan peluncuran buku "Iman, Cinta dan Kebebasan" oleh tokoh feminis asal Kanada, Irshad Manji, Jumat 4 Mei 2012. Menurut Kanit Reserse Polres Jakarta Selatan, AKP Anggara S. Wiritanya, acara tersebut tidak berizin.

"Kami dari kepolisian menghimbau agar acara itu dibubarkan karena tidak ada izinnya. Namun mereka menolak dan mengatakan bahwa acara yang mereka gelar tidak melanggar hukum," kata Wiritanya.

Polisi bersikukuh membubarkan, dengan alasan untuk menghindari kekerasan karena ratusan massa FPI dan berbagai ormas lainnya terus menunggu di depan gerbang, memprotes diskusi tersebut. "Ada FPI, FBR dan Forkabi, mereka bilang sedang ada acara lesbi," kata Wiritanya.

Penulis buku, Irshad Manji, langsung diamankan ke markas Polres Jakarta Selatan untuk menghindari amuk massa. Peserta diskusi, di antaranya pendiri Tempo Goenawan Mohamad dan Ketua Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat sekaligus petinggi Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdala, juga turut dievakuasi.

Manji adalah tokoh feminis Islam asal Kanada yang disebut oleh koran The New York Times sebagai "mimpi terburuk Osama bin Laden." Wanita 44 tahun kelahiran Uganda ini menuai kontroversi lantaran pemikirannya soal interpretasi baru Islam yang dia sebut "Islam Reformasi."

Wanita yang mengaku seorang lesbian ini mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Alquran memiliki banyak interpretasi yang mendorong umatnya untuk berpikir kritis, dan tidak asal terima. Manji mendukung penghormatan pada wanita, toleransi terhadap kaum homoseksual dan pernikahan beda agama.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
ajaran KASIH, homo lesby gay freesex..? trus kenapa digereja membolehkan/melegalkan homo, lesby, gay, freesex..? apakah ada yg salah...? trus kenapa umat nasrani mati matian membela bahkan menyebarkan homo lesby gay dan freesex..?
Balas   • Laporkan
iwakrabuk
07/05/2012
ingat ingat.. mereka para pembela dan pelaku homo, lesbi dan JIL, setelah mereka mati maka mereka berkata " Ya Allah, kembalikan lagi saya ke dunia, saya akan tobat dan menjadi orang yg lurus, kalo ga percaya tunggu saja waktunya.
Balas   • Laporkan
negrikudamai
06/05/2012
saya bingung dengan si yogurt32...semua komen di komentari...tapi dia sendiri tidak berani posting komen sendiri...hmm...begini ini yang suka memecah belah...dasar provokator!!!
Balas   • Laporkan
iwakrabuk | 07/05/2012 | Laporkan
si yogurt32 itu memang salah satu didikannya ulil...
laki.aja
06/05/2012
Tuhan dan Setan, yg satu menuntun yg lain menggoda.augrrrrh. Tetapi keduanya perlu ada, mutlak, untuk memoralkan manusia. Religious mechanism. Cara kerjanya seperti sistem rewards and punishments.itulah yg sempurna.,diciptakan untuk kaum jahiliyah..
Balas   • Laporkan
marcent89
05/05/2012
yg grebek itu sebagian besar masyarakat umum, knp FPI yg dimuat dijudul. pembela bencong cuma berani ngomong,usir si lesbi IRshad Kanji itu, bumi indinesia tidak butuh pemikiran sesat homo..
Balas   • Laporkan
ielsahab | 06/05/2012 | Laporkan
harus nya di bantai tuh.. bunuh.. bakar.. siksa.. !!! 'Agama damai' gitu lohhhh , Alhamduuu.. ?
robin27 | 06/05/2012 | Laporkan
waduh @ yougurt kaya nya maho nih , suka maen anggar yah haha, bener2 akhir jaman ckckckc
yogurt32 | 05/05/2012 | Laporkan
yang normal saja ndak bisa bikin Indonesia lurus....cape dech....
artanis
05/05/2012
saya tidak paham izin apa yang diperlukan untuk acara diskusi buku?? lebih tepatnya polisi ngaku saja kalah dengan preman dan tidak mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Balas   • Laporkan
hiutodak | 05/05/2012 | Laporkan
klo ngga tau gimana prosedur ijin makanya tanya mas, tuh muatan buku udah di periksa belom sama kejaksaan? apakah ada unsur2 penodaan agama tertentu disana? trus utk acaranya sudah ijinlah sama polisi? semua ada aturannya mas, ini bukan di hutan..
iron maiden
05/05/2012
negara preman, baik yg beragama maupun politisi, semaunya anarkis namun polisi tdk berdaya, agama sdh jadi motivasi untuk berbuat dosa dan menganiaya mereka yg berbeda keyakinan, tak perlu mubaligh dan ustadz utk syiar agama,cukup dgn tukang pukul fpi
Balas   • Laporkan
polaitik
05/05/2012
Kalo acara menghujat islam, memprotes ulama yg namanya ULUL ABSAR itu jagonya, semoga allah sumbingkan otaknya sebagaimana Allah sumbing kan bibirnya
Balas   • Laporkan
yogurt32 | 05/05/2012 | Laporkan
emang yang merasa normal fisiknya sudah baik...mana buktinya...banyak koruptor.....berarti salah ndidik agamanya tuch...
manitou | 05/05/2012 | Laporkan
wkwkwk ada yg tau rupa alloh?.. jangan suka menghina.. ntar dijadikan serupa dgn alloh
cuplin | 05/05/2012 | Laporkan
@iron,ngomong asal jeplak pakai bw alloh segala. Emang loe punya alloh?
ecagiyas2love
05/05/2012
Goenawan Moihammd udah bau tanah msh belum insaf juga,, dasar kelompok munafiq, dimanapun berada dan darimanapun berasal mrk satu hati untuk mengacak2 islam. Pemikiran Ulil & kelompoknya cermin orang2 terjajah pemikirannya. SAMPAHHHHHH !!
Balas   • Laporkan
yogurt32 | 05/05/2012 | Laporkan
emang situ juga insaf...itu hak mereka...otak mereka...situ ndak kasih makan...nape susah....apakah mereka melanggar hukum...tunjukkan....
iron maiden
05/05/2012
lebih baik juru dakwah semuanya diganti tukang pukul fpi
Balas   • Laporkan
yogurt32 | 05/05/2012 | Laporkan
tanpa kolonial negara ini sudah rusak moralnya....ndak ada kolonial emangnya negara ini sekarang baik moralnya...
cuplin | 05/05/2012 | Laporkan
usir dulu makhluk macam kau warisan kolonial yg cuma bs merusak moral dan akidah


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru