METRO

Kronologi Keributan di 7 Eleven Salemba

Pada bentrokan kali ini dua orang luka akibat sabetan samurai.

ddd
Selasa, 8 Mei 2012, 15:09 Desy Afrianti, Siti Ruqoyah
Police Line Pasca Bentrok di Minimarket 7-eleve
Police Line Pasca Bentrok di Minimarket 7-eleve (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Keributan kembali terjadi di Gerai 7-Eleven, Salemba, Jakarta Pusat. Dan dalam bentrokan kali ini dua orang menjadi korban. Kini keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Caroulus, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, kejadian bermula saat kedua korban yakni Marlon Mailo, dan Angki Harben bersama beberapa temannya berada di gerai itu pada pukul 17.30 WIB, kemarin.

Menjelang dini hari, lanjut Rikwanto, tiba-tiba salah satu rekan mereka melemparkan kursi ke arah pengunjung lain. "Perbuatan itu menimbulkan kemarahan tamu sehingga dengan tiba-tiba massa yang berada di sekitar tempat tersebut langsung mengeroyok korban dan teman-temannya," ujar Rikwanto, Selasa 8 Mei 2012.

Informasi itu, kata Rikwanto, diperoleh berdasarkan keterangan saksi mata yang juga sekuriti 7-Eleven bernama Edi Supriadi.

Dedi mengungkapkan bahwa para penyerang membawa balok kayu, pedang dan samurai. Pengunjung yang dini hari itu ramai langsung berhamburan ke berbagai penjuru karena panik. Kelompok warga yang mengamuk itu sempat mencoba memecahkan kaca toko dengan bangku dan batu tanpa alasan yang jelas.

Sejumlah pengunjung mengaku kehilangan telepon selulernya karena sibuk menyelamatkan diri. Pecahan kaca-kaca botol bir berserakan, bangku-bangku berantakan.

Kejadian itu tidak berlangsung lama karena dua mobil polisi yang tengah patroli langsung meluncur ke lokasi setelah warga melapor. Menurut Dedi, satu orang yang diduga menjadi biang keributan ini telah digelandang polisi.

Akibat keributan ini Marlon Mailo mengalami luka pada pelipis mata sebelah kiri, dan Angki luka pada betis kanan.

"Sedangkan teman-teman korban lainnya berhasil melarikan diri. Polsek Metro Senen langsung melalukan visum terhadap luka kedua orang tersebut, motifnya sendiri hingga kini masih didalami," kata Rikwanto menambahkan.

Antisipasi Keributan

Untuk penanganan 7-Eleven, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah, apakah izinnya itu sebagai minimarket atau cafe. Mengingat seringnya bentrokan terjadi di minimarket yang beroperasi 24 jam itu, polisi mengimbau kepada pihak keamanan untuk selalu mewaspadai setiap pengunjung. Apakah pengunjung berpotensi menimbulkan keributan atau tidak.

"Beberapa kejadian sudah ada korban, antar komunitas itu atau di luar tempat itu. Kalau menimbulkan kericuhan harus dilaporkan kepolisian setempat," jelas Rikwanto.

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
jessy
16/05/2012
.....mabok bikin onar.....tidak berguna.
Balas   • Laporkan
jonbosra
08/05/2012
namanya juga lg dipengaruhi alkohol, org saling lirik aja bs berantem,mknya tmpt2 spt gini hrsnya dilarang aja lah , di cafe/diskotik yg resmi aja msh srng pd berantem.
Balas   • Laporkan
lovercholic
08/05/2012
bisnis waralaba minimarket,,, harusnya tak menjual miras,, wajar klo di 7 Eleven terjadi keributan cos. jual bahan bakar Iblis....
Balas   • Laporkan
wongndesa
08/05/2012
samurai ? ada senjata juga
Balas   • Laporkan
maarhalim
08/05/2012
7 Eleven Jualan Bir juga ya... Pantesan. Siapa yang menabur angin dia akan menuai badai. Ratakan saja 7 Eleven dengan tanah juga gpp.
Balas   • Laporkan
lanahacker | 08/05/2012 | Laporkan
Jiah Orang nya yang minum, kenapa warungnya yang diratakan bro??
arab_tulen | 08/05/2012 | Laporkan
bukan salah 7 elevennya bos...orang2nya pade ngk ada otaknya...bukan cari temen malah cari musuh...giliran digebukin nangis...
lovercholic | 08/05/2012 | Laporkan
gk usah di ratakan ,,gampang saja ..tolak keberadaan 7-eleven.. jika masih tetap menjual miras dengan bebas


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru