Kronologi Keributan di 7 Eleven Salemba
Pada bentrokan kali ini dua orang luka akibat sabetan samurai.
Police Line Pasca Bentrok di Minimarket 7-eleve (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
VIVAnews - Keributan kembali terjadi di Gerai 7-Eleven, Salemba, Jakarta Pusat. Dan dalam bentrokan kali ini dua orang menjadi korban. Kini keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Santo Caroulus, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, kejadian bermula saat kedua korban yakni Marlon Mailo, dan Angki Harben bersama beberapa temannya berada di gerai itu pada pukul 17.30 WIB, kemarin.
Menjelang dini hari, lanjut Rikwanto, tiba-tiba salah satu rekan mereka melemparkan kursi ke arah pengunjung lain. "Perbuatan itu menimbulkan kemarahan tamu sehingga dengan tiba-tiba massa yang berada di sekitar tempat tersebut langsung mengeroyok korban dan teman-temannya," ujar Rikwanto, Selasa 8 Mei 2012.
Informasi itu, kata Rikwanto, diperoleh berdasarkan keterangan saksi mata yang juga sekuriti 7-Eleven bernama Edi Supriadi.
Dedi mengungkapkan bahwa para penyerang membawa balok kayu, pedang dan samurai. Pengunjung yang dini hari itu ramai langsung berhamburan ke berbagai penjuru karena panik. Kelompok warga yang mengamuk itu sempat mencoba memecahkan kaca toko dengan bangku dan batu tanpa alasan yang jelas.
Sejumlah pengunjung mengaku kehilangan telepon selulernya karena sibuk menyelamatkan diri. Pecahan kaca-kaca botol bir berserakan, bangku-bangku berantakan.
Kejadian itu tidak berlangsung lama karena dua mobil polisi yang tengah patroli langsung meluncur ke lokasi setelah warga melapor. Menurut Dedi, satu orang yang diduga menjadi biang keributan ini telah digelandang polisi.
Akibat keributan ini Marlon Mailo mengalami luka pada pelipis mata sebelah kiri, dan Angki luka pada betis kanan.
"Sedangkan teman-teman korban lainnya berhasil melarikan diri. Polsek Metro Senen langsung melalukan visum terhadap luka kedua orang tersebut, motifnya sendiri hingga kini masih didalami," kata Rikwanto menambahkan.
Antisipasi Keributan
Untuk penanganan 7-Eleven, polisi menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah, apakah izinnya itu sebagai minimarket atau cafe. Mengingat seringnya bentrokan terjadi di minimarket yang beroperasi 24 jam itu, polisi mengimbau kepada pihak keamanan untuk selalu mewaspadai setiap pengunjung. Apakah pengunjung berpotensi menimbulkan keributan atau tidak.
"Beberapa kejadian sudah ada korban, antar komunitas itu atau di luar tempat itu. Kalau menimbulkan kericuhan harus dilaporkan kepolisian setempat," jelas Rikwanto.
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
RD Puji Penampilan Radja Nainggolan
-
Andik Lengkapi Koleksinya dengan Kostum Radja Nainggolan
-
BBM Naik Ditolak, Bagi-bagi Dana Kompensasi Didukung
bukan salah 7 elevennya bos...orang2nya pade ngk ada otaknya...bukan cari temen malah cari musuh...giliran digebukin nangis...
gk usah di ratakan ,,gampang saja ..tolak keberadaan 7-eleven.. jika masih tetap menjual miras dengan bebas
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



