METRO

Foke Tak Setuju Kampung Ambon Direlokasi

Kebijakan relokasi penduduk Kampung Ambon dinilainya tidak efektif dan bukan solusi tepat.

ddd
Rabu, 9 Mei 2012, 13:16 Desy Afrianti, Dwifantya Aquina
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAnews - Beberapa pihak mengusulkan agar pemerintah merelokasi Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, akibat peredaran narkoba yang kian marak.

Namun, menanggapi masalah ini, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, keputusan relokasi tidak bisa begitu saja diambil. Dia sudah mempercayakan penanganan masalah ini kepada Walikota Jakarta Barat.

"Terus terang saja, dalam mengelola kota ini, bukan berarti harus terus gubernur yang mengurusi RT sama RW," ujar Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu, 9 Mei 2012.

Menurut Foke, sapaan Fauzi Bowo, ketika dia menjabat sebagai ketua Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta, dirinya sudah melakukan langkah-langkah yang cukup efektif. Salah satunya dengan merazia rutin bersama dengan Badan Narkotika Nasional, Badan Narkotika Provinsi, dan kepolisian.

"Semua harus bersatu padu merancang kegiatan terpadu, aksi terpadu, dan memelihara keberhasilan itu dalam jangka waktu yang panjang," tuturnya.

"Jadi, kalau cuma melakukan satu kali operasi, lalu ditinggal begitu saja, pengalaman masa lalu menunjukkan itu tak efektif," tegasnya. Kebijakan relokasi penduduk Kampung Ambon dinilainya tidak efektif dan bukan solusi yang tepat.

"Saya kira kembalikan ke aturan hukum yang berlaku. Yang melanggar aturan tak ada tempatnya untuk bergerak bebas seperti sekarang," ujarnya.

Selain itu, usulan perubahan nama Kampung Ambon yang identik dengan sarang narkoba juga dianggap tak sesuai. Dia merasa hal tersebut tak perlu dilakukan selama penegakan hukum berjalan dengan baik dan tegas.

"Kalau nama Kampung Ambon harus diubah, apakah Kampung Bali harus diubah juga? Kampung Arab juga? Tidak ada hubungan satu dengan yang lainnya," ujarnya.

"Yang penting, yang harus diubah adalah perilaku yang kurang baik dan negatif. Tak hanya di Kampung Ambon, tapi yang lain juga diperbaiki," ungkapnya. (art)


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
imansukmana
23/05/2012
Biasalah...lagunya cari dukungan tuai simpati PILKADA DKI......, ecak-ecaknya pedui...............
Balas   • Laporkan
leser
17/05/2012
Perilaku itu terbentuk oleh lingkungan. Kalo nggak bisa bikin lingkungan yg baik dan bermoral ya gini akibatnya. Coba dong lihat dengan pikiran jernih apa yg bikin lingkungan rusak? Ada titik2 penyebab lingkungan kotor tapi tersamar kegiatan ekonomi.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru