METRO

Kenali Modifikasi Politik Uang di Pilkada DKI

Politik uang sudah tidak lagi membagikan uang secara langsung, tapi sudah banyak modelnya.

ddd
Rabu, 9 Mei 2012, 16:16 Eko Priliawito, Luqman Rimadi
Simulasi pemungutan suara
Simulasi pemungutan suara (Antara/ Ari Bowo Sucipto)

VIVAnews - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta diminta untuk lebih jeli mengawasi politik uang yang kemungkinan akan terjadi dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta pada Juli nanti.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Syaiful Bahri mengatakan, politik uang saat ini tidak hanya membagi-bagikan uang secara langsung kepada masyarakat, tapi sudah banyak macam dan cara melakukannya.

"Saat ini money politic sudah dimodifikasi dengan banyak cara untuk menghindari delik hukum. Seperti doorprize, sunatan masal, honor tim relawan, asuransi dan cara lain," kata Syaiful dalam diskusi 'Potensi Politik Uang dan Jual Beli Suara' di Hotel The Acacia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu,  9 mei 2012.

Guna menghindari hal itu, menurut Syaiful, peran aktif Panwaslu sangatlah diharapkan, lembaga pengawas ini diminta untuk lebih berkoordinasi dengan penegak hukum.

"Karena dari pengalaman Pemilukada di berbagai daerah, penegakan hukum terhadap pelanggaran pemilu, khususnya politik uang masih sangat lemah," kata Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Politik UI itu.

Menurutnya, politik uang yang sudah dilakukan secara massif dan sistematis ini hendaknya menjadi tantangan Panwaslu DKI Jakarta dan penegak hukum.

"Karena sejauh ini pelanggaran Pemilukada masih dilakukan di level perorangan," kata Syaiful. (eh)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
indra_k
11/05/2012
Ambil uangnya, tapi jangan pilih calonnya!
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru