Soal DPS, Tak Ada Niat DKI Buat Data Fiktif
DKI memastikan bahwa DP4 sudah dipersiapkan sebaik mungkin.
Simulasi pemilu (Antara/ Ismar Patrizki)
VIVAnews - Sejumlah pihak mempermasalahkan Data Pemilih Sementara (DPS) yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta. Hal ini yang kemudian menimbulkan desakan untuk menunda penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Menjawab persoalan ini, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea, membantah mengenai tuduhan adanya penyimpangan angka Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang menyebabkan banyak data fiktif pada DPS. Purba memastikan bahwa DP4 sudah dipersiapkan sebaik mungkin.
"Sama sekali tidak ada niat membuat data fiktif. Apalagi membuat adanya ghost voters untuk memenangkan cagub tertentu," kata Purba, dalam jumpa pers di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jakarta, Selasa, 22 Mei 2012.
Purba mengakui jumlah penduduk yang merekam e-KTP memang jauh berbeda dengan jumlah pemilih pada DPS yang telah dirilis. Namun penduduk yang merekam data e-KTP saat ini baru sekitar 80,5 persen.
"Memang ada perbedaan. Tapi sekali lagi dijelaskan, e-KTP ini masih belum 100 persen. Target hingga akhir April memang sudah. Tapi itu bukan berarti 100 persen," katanya.
Purba menuturkan penduduk Jakarta yang belum melakukan rekam data e-KTP masih dipersilakan datang ke kelurahan untuk merekam data e-KTP dalam pelayanan reguler yang sudah dimulai pada 1 Mei lalu. Pelayanan reguler ini ditargetkan selesai pada akhir 2012.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, sebanyak 5.670.706 warga sudah melakukan rekam data e-KTP hingga 14 Mei lalu. Sementara jumlah DPS yang terdata sebanyak 7.044.991 per tanggal 18 April 2012.
"Memang masih ada sisa penduduk 1.374.285 yang belum rekam data e-KTP. Tapi ini terus bergerak karena penduduk masih terus berdatangan ke kelurahan," ujarnya.
Dia membenarkan memang ada penduduk yang sudah meninggal dan pindah tinggal. Namun angka ini tetap bergerak mengingat banyak warga yang baru berusia 17 tahun dan berhak mendapatkan KTP sejak 1 Januari 2012 hingga 11 Juli 2012.
"Ini kan masih ada pelayanan reguler. Jadi angkanya tidak akan berhenti pada angka lima juta ini," katanya lagi. (adi)
-
Bikini Melorot, WAGs ManCity Umbar Payudara
-
Kiper Ini Tetap Tampil Meski Sebutir Peluru Bersarang di Kepalanya
-
Andik Lengkapi Koleksinya dengan Kostum Radja Nainggolan
-
Payudara Artis Ini Pikat Perusahaan Pakaian Italia
-
RD Puji Penampilan Radja Nainggolan
-
BBM Naik Ditolak, Bagi-bagi Dana Kompensasi Didukung
- Info Momentum
- Para Pemimpin Dunia Disusupi Alien?
- Kisah Kim Ung Yong, Manusia Super Jenius
- Ilmuwan: Ada Puluhan Miliar Planet Mirip Bumi di Jagat Raya
- Jaman Dulu Nenek Moyang Bangsa Indonesia Menguasai 2/3 Bumi
- Tragedi Pembantaian Massal 'Kali Angke'
- Idol Rock, Batu Seberat 200 Ton yang Seimbang
- Foto: F(X) Girl Band Asal Korea Selatan 5 Bidadari Cantik



