METRO

Dilarang Lewat Bawah Flyover Kuningan

Kebijakan baru ini berlaku setiap hari sejak pukul 06.00-10.00 WIB. Apa alasannya?

ddd
Jum'at, 25 Mei 2012, 05:56 Desy Afrianti, Dwifantya Aquina
Macet di Jakarta
Macet di Jakarta (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas pada kawasan Tegal Parang hingga perempatan Kuningan dan persimpangan Cendrawasih, Gandaria, Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan mengingat padatnya kawasan tersebut sehingga kemacetan tak bisa dihindari.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, mengatakan mulai Senin, 28 Mei 2012, Dishub akan melarang kendaraan dari arah Semanggi menuju Cawang, menggunakan jalan di bawah flyover Kuningan. Seluruh kendaraan diimbau untuk melintas melalui flyover.
 
Kebijakan ini berlaku setiap hari sejak pukul 06.00-10.00. Sedangkan di persimpangan Cendrawasih, kendaraan akan dilarang belok kanan dari Jalan Iskandar Muda.

"Rekayasa lalulintas ini akan dibakukan mulai hari Senin mendatang karena antrean di kawasan Kuningan panjangnya mencapai 650 meter, yakni yang dari arah Tegal Parang. Bahkan kemacetan terpanjang terjadi dari simpang Jalan Tendean menuju Kuningan yang panjangnya mencapai 1.200 meter. Volume kendaraan ini begitu banyak dan tidak seimbang saat bertemu di titik persimpangan di Kuningan,” ujar Udar Pristono.
 
Menurut Pristono, hasil observasi di lapangan, kemacetan di kawasan perempatan Kuningan, terjadi karena kendaraan dari off ramp tol dalam kota Tegal Parang, menuju traffic light Kuningan banyak hambatan. Sehingga mereka harus antre di traffic light untuk menuju arah Jalan HR Rasuna Said Kuningan maupun yang berjalan lurus menuju Semanggi serta berbelok kiri menuju Mampangprapatan.
 
Dijelaskan olehnya, kendaraan yang bergerak dari off ramp Tegal Parang, baik dari tol dalam kota maupun jalan arteri, 80 persen di antaranya akan menuju arah Jalan HR Rasuna Said Kuningan. Kemudian yang menuju ke arah Semanggi atau lurus hanya 12 persen dan selebihnya berbelok menuju arah Mampangprapatan.

"Kendaraan tidak berani bergerak lurus karena di Jalan Gatot Subroto itu diberlakukan sistem three in one, sehingga kendaraan lebih memilih kearah Kuningan atau berbelok kanan," ujarnya.
 
Menurut Pristono, dengan dilakukannya rekayasa lalulintas ini maka 85 persen kendaraan yang bergerak dari arah Tegal Parang menuju Kuningan ini dapat tersalurkan dengan baik sebab green time-nya diperpanjang, dari 135 detik menjadi 175 detik. Kendaraan tidak lagi harus berlama-lama antre di perempatan Kuningan untuk menunggu lampu hijau. Sebab green time 40 detik yang ada di traffic light arah Semanggi menuju cawang ini telah dialihkan ke traffic light arah Tegal Parang menuju Kuningan.

"Rekayasa lalulintas ini diprediksi dapat mengurangi kemacetan sebesar 20 persen di kawasan tersebut," ungkap Pristono.
 
Selanjutnya bagi kendaraan yang memerlukan akses menuju gedung-gedung di sekitar simpang Kuningan maka dapat menggunakan jalur alternatif. Yakni, dari arah Jalan Gatot Subroto, dapat belok kiri menuju HR Rasuna Said dan berputar arah menuju perempatan Kuningan melalui U-turn sebelum Underpass Casablanca. Alternative berikutnya adalah, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto belok kanan menuju Jalan Kapten Piere Tendean dan belok kiri melintasi untuk melintasi Jalan Gatot Subroto lagi. Kemudian di kolong flyover Kuningan ini langsung putar arah.
 
Nantinya, Dinas Perhubungan DKI juga akan melakukan penataan geometric di kawasan Kuningan. Yakni penutupan doorbrak atau bukaan jalan di enam titik. Masing-masing doorbrak jalur cepat ke lambat di depan gedung Kementerian Kesehatan, gedung Group Tempo, gedung Setia Budi, Century Tower, Jasa Raharja, Wisma Budi dan Kedubes Australia.
 
Selain itu, Dinas Perhubungan DKI juga akan melakukan penggeseran U-turn di depan gedung Granadi sejauh kurang lebih 125 meter ke arah selatan. Kemudian penggeseran U-turn di depan gedung Arionimo atau Gorup Tempo sejauh kurang lebih 200 meter ke arah utara dari U-turn eksisting.
 
“Kami sudah koordinasi dengan Ditlantas Polda Metro Jaya, untuk melakukan rekayasa lalulintas ini. Sehinggga saat pelaksanaannya nanti akan dijaga ketat oleh petugas kepolisian maupun Dinas Perhubungan. Khusus untuk Dinas Perhubungan akan dikerahkan 30 petugas yang dibagi pada dua titik,” katanya.
 
Sementara, guna mengatasi kemacetan di kawasan perempatan Cendrawasih, Gandaria, pihaknya akan melakukan pelarangan belok kanan. Yakni kendaraan yang bergerak dari arah selatan menuju utara, tepatnya dari Jalan Iskandar Muda menuju Jalan Dharma Putra maupun dari arah utara, yakni dari Jalan Iskandar Muda menuju Jalan Cendrawasih.

Nantinya, di mulut persimpangan Jalan Cendrawasih dan Jalan Dharma Putra akan dipasangi movable concrete barrier (MCB). Demkian halnya di tengah Jl Iskandar Muda, akan dipasangi MCB.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
omslam
04/06/2012
AWAS JEBAKAN BATMAN , TRANS ADA SOLUSI KENDARAAN MASSAL HARUS NYA DIPERBANYAK BUKAN DIKURANGI...
Balas   • Laporkan
cara paling murah, cepat, tdk memindahkan masalah, adalah dengan BUBARKAN TRANS JAKARTA !!!!
Balas   • Laporkan
trans jakarta: - ambil jatah jalan lebih dari 1 jalur - red time jadi lama karena dibagi untuk trans jakarta - jalur trans tdk efektif karena sering kosong - tdk dapat mengatasi kemacetan di jakarta yg fluktuasi (macet pada jam2 tertentu)
Balas   • Laporkan
hanya memindahkan masalah: perempatan lebih lancar tapi jalan alternatif jadi MAAAACEETTTT!!!!
Balas   • Laporkan
papi
25/05/2012
Bagaimana dengan perempatan kostrad, jl Iskandar muda? sebaiknya kendaraan dari arah keb lama ke pd indah yg akan belok ke arah tanah kusir tidak boleh langsung belok di perempatan kostrad, tapi balik arah di perempatan PIM
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru