Otak Pembunuh Wartawan TVRI Ditangkap
Tersangka juga berperan sebagai pembonceng eksekutor untuk merampas motor Djuli Elfano.
Sketsa wajah penembak wartawan senior TVRI
VIVAnews - Setelah menangkap para anggota komplotan penembak wartawan TVRI, Djuli Elfano, polisi dari Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap seorang tersangka otak kejahatan itu.
Kepala Sub-Direktorat Reserse Mobil dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, mengatakan tersangka ditangkap di Karawang, Jawa Barat, Sabtu 26 Mei 2012.
"Tersangkanya satu atas nama Hendra, dia ditangkap di Dusun Cilebar 1, Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat," ujar Herry, Minggu 27 Mei 2012.
Dijelaskan Herry, peran Hendra yakni sebagai orang yang membonceng eksekutor untuk mengambil motor Djuli waktu itu, tetapi karena ketahuan oleh korban, akhirnya eksekutor yang hingga kini masih buron menembak Djuli hingga tewas pada 17 Maret 2012. "Untuk eksekutornya masih dilakukan pengejaran," jelas Herry.
Penembakan tersebut berawal saat produser berita pagi TVRI itu akan mengeluarkan dua sepeda motornya. Namun, saat dia akan mengambil sepeda motor yang kedua, tiba-tiba dia melihat motor yang sudah diparkir lebih dulu di luar sedang diutak-atik orang tak dikenal.
"Korban langsung berteriak. Ancaman pelaku pun tidak dipedulikan. Akhirnya Djuli ditembak,"
Menurut saksi mata, Fadli, 17, sesaat setelah kejadian dia melihat ada motor matic berwarna hitam berpenumpang dua orang kabur dari depan rumah korban. Dua pengemudi menggunakan topi, berbadan tegap dan berambut gondrong.
Fadli menambahkan, korban tergeletak di jalan bersimbah darah dengan sepeda motor Suzuki Satria 6481 WET di sampingnya. Keluarga langsung membawa korban ke Rumah Sakit EMC Bintaro, namun nyawanya tidak tertolong.
Pada 6 Mei 2012 lalu polisi menangkap empat anggota komplotan, yakni R, A, I dan S. Mereka ditangkap di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Sementara S ditangkap di Sukabumi.
Menurut Herry, awalnya para penyidik mencari motif penembakan Djuli. Penyidik mulanya mengira para penembak dan Djuli saling kenal. Sehingga ada motif balas dendam dalam kasus ini.
Tetapi, lanjut Herry, setelah melakukan pendalaman, ternyata para penyidik menemukan fakta bahwa pelaku penembakan ini murni ingin mengambil sepeda motor Djuli yang diparkir di depan rumah.
Kelompok Lampung
Herry menambahkan, geng ini merupakan Kelompok Lampung yang setiap aksinya menggunakan senjata api. Senpi itu digunakan untuk berjaga-jaga jika ada massa yang menghalangi aksinya.
Setidaknya, komplotan ini telah beraksi sebanyak 60 kali. "Kelompok ini juga yang menembak satpam hingga tewas di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan beberapa waktu lalu," kata Herry.
Berdasarkan keterangan pelaku, tambah Herry, mereka sering melakukan aksinya dengan bergantian peran. Ada yang berperan sebagai eksekutor dan pengendara sepeda motor.
Selain itu, diketahui tiga dari empat pelaku yang ditangkap ini merupakan residivis kasus yang sama. Herry juga menceritakan, para pelaku ini masih melakukan aksi pencurian menjelang penangkapan. "Daerah sasaran kelompok ini yakni Jakarta," ujar Herry. (ren)
- Info Momentum
- Misteri Persamaan Kasus Pembunuhan Mary Ashford dan Barbara Forrest
- Corpse Candle, Menguak Misteri Lilin Kematian
- Misteri Dimensi Pararel di Segitiga Bennington
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- 5 Pasangan Ayah dan Anak Menjadi Presiden
- Join [Game] Team A vs Team B
- FOTO Kegiatan Harian Pesumo di Jepang



