METRO

Survei: Macet Jakarta Salah Gubernur

Setidaknya begitu hasil survei yang dilakukan Indo Barometer.

ddd
Minggu, 27 Mei 2012, 17:31 Ismoko Widjaya, Nila Chrisna Yulika
Warga menumpahkan kesalahan soal macet kepada Gubernur
Warga menumpahkan kesalahan soal macet kepada Gubernur (Antara/ Saptono)

VIVAnews - Sebagian besar warga Jakarta menyalahkan Gubernur dan pemerintah daerah karena masalah macet tak dapat terselesaikan. Setidaknya begitu hasil survei yang dilakukan Indo Barometer dengan melibatkan 440 responden yang nmerupakan warga Jakarta.

Lebih rinci diungkapkan bahwa 29,8 persen warga Jakarta kecewa dengan kinerja Gubernur saat ini. Sementara 29,5 persen warga menuding pemerintah daerah tak dapat selesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Dengan responden yang sama, terungkap 52,7 persen warga berpendapat saat ini Jakarta justru bertambah macet.

"Ini kita lihat bagaimana persepsi publik tentang kemacetan. Rupanya Jakarta semakin macet. Artinya tidak ada perubahan dari yang dulu," kata Direktur Riset Indo Barometer, M Yusuf Kosim di Jakarta, Minggu 27 Mei 2012.

Kebijakan pemerintah daerah seperti pembatasan kendaraan, diterapkannya 3 in 1 juga dinilai bukan solusi mengurai kemacetan. Sementara, penggunaan Transjakarta juga tak berpengaruh banyak terhadap tingkat kemacetan.

Menanggapi hal itu, pengamat tata kota, Yayat Supriyatna juga melihat hal yang sama. "Menarik dan menegaskan kerucut persoalan di Jakarta semakin jelas. Macet priotitas utama. Macet jadi primadona," kata Yayat.

Sebetulnya, kata Yayat, macet merupakan kerangka kebijakan yang sudah dirancang oleh pemerintah. Pada tahun 2003 misalnya, pemerintah melakukan kebijakan, empat solusi, yaitu Mass rapid transit (MRT), Bus Rapid Transit (BRT), Light Rapid Transit (LRT), dan Angkutan Sungai (Waterways).

Namun proyek ini tidak pernah berjalan. Bahkan, diungkapkan bahwa 72,7 persen warga tidak pernah mendengar istilah-istilah itu.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengakui masalah transportasi ini merupakan problem yang paling berat diantara problem lainnya. Dia pun menyadari serangan kritik atas dirinya. "Saya akui, banyak orang bilang Fauzi ngapain saja sih selama 5 tahun? Jabatan sudah mau habis, tapi masih macet saja," kata Fauzi Bowo beberapa waktu lalu.

Foke, begitu biasa dia disapa, mengklaim dirinya sudah berusaha sebaik mungkin untuk menanggulangi masalah kemacetan ini melalui pembenahan sistem transportasi di ibukota. (adi)

 


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
sjahrie.putra
28/05/2012
Salah 1 penyebab kemacetan juga dikarenakan arus keluar masuknya kendaraan yang tiap tahunnya bertambah. Dan untuk menahan lajunya kan hanya Pemerintah Pusat yang dapat membuat regulasinya.
Balas   • Laporkan
rakyat_kecil
27/05/2012
Busway menyalahi filosofi dengan bertambahnya kendaraan maka jalan juga hrs bertambah, yg ini jalan malah diambil dan dianggurin karena yg lewat mungkin hanya sekali dalam sejam. Terus monorail malah dihentikan...buset ....
Balas   • Laporkan
kun19
27/05/2012
Saya setuju sekali pernyataan Viva akan juduk diatas!, Karena proyek Busway itu hanya akal2an dari pengusaha yg bekerja sama dengan pemerintah, masa jalan yg udah sempit disempitin lagi, bukan cari solusi yg bagus lihat aja fakta sebelum ada Busway...
Balas   • Laporkan
kocan
27/05/2012
Yang di pentingkan hanya P A D.Lingkungan dan masa depan hancur pun rela.
Balas   • Laporkan
aidem96 | 27/05/2012 | Laporkan
bener bener tuh om...... gedein PAD sama kumis doang


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru