METRO

Adukan Senior Pakai Narkoba, Polisi Dipukuli

Ia mengalami gagal ginjal setelah dipukuli dengan kayu dan ditendang pakai sepatu laras.

ddd
Rabu, 30 Mei 2012, 16:17 Desy Afrianti, Luqman Rimadi
Anggota polisi
Anggota polisi (Vivanews/Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Seorang anggota polisi dari Unit Patroli Kota (Patko) Polsek Pulogadung Brigadir Rahmat Leburaya, 28, harus menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati karena menjadi korban kekerasan seniornya.

Diduga kekerasan didapatkan Rahmad setelah ia membuka aib rekannya sesama anggota polisi yang kerap mengonsumsi narkoba kepada POM Mabes Polri. Rahmat mengatakan, ia mengalami gagal fungsi ginjal setelah mengalami penyiksaan dari seniornya saat pendidikan dan pelatihan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

"Semuanya terjadi karena saya menunjuk anggota-anggota polisi lain yang juga mengonsumsi narkoba," kata Rahmat di ruang Mahoni RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 30 Mei 2012.

Istri Rahmat, Yolanda, mengatakan penganiayaan bermula saat Rahmat dan rekan-rekan seniornya itu dikirim ke Cikarang menjalani pelatihan karena sama terbukti positif sebagai pengguna narkoba.

"Saat pendidikan itu, hanya dirinya yang terbukti positif narkoba, karena hanya ia yang menjalani pemeriksaan," katanya.

Menurut dia, para senior suaminya tidak menjalani tes narkoba. Merasa mendapatkan diskriminasi, Rahmat akhirnya menyebutkan beberapa nama rekan lainnya yang juga mengonsumsi narkoba.

Setelah dilakukan tes, anggota polisi yang ditunjuk Rahmat itu juga terbukti positif narkoba. "Karena itulah suami saya langsung dipukuli senior-seniornya," kata Yolanda.

Yolanda mengungkapkan penganiayaan tersebut diterima Rahmat selama tiga hari berturut-turut pada minggu lalu. Selama tiga hari Rahmat dipukuli di bagian paha, kaki dengan menggunakan kayu. "Mereka juga menendang perutnya dengan sepatu laras, dan memukuli di bagian tubuh lain," ucap dia.

Hingga saat ini Rahmat masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati, tampak beberapa anggota polisi menjaga ruangan tempat ruangan rahmat dirawat di ruang Mahoni sejak tadi malam.


© VIVA.co.id   |   Share :  
Rating
KOMENTAR
andre.nababan25
31/05/2012
Memang selalu yang dibawah dijepit.....walaupun itu polisi....apalagi masyarakat.......
Balas   • Laporkan
todzlah
31/05/2012
wew, enak bgt polisi kalo ketauan narkoba di hukumnya cuma pelatihan doang... ckckckckck MAMPUSSS AJE LO POLISI
Balas   • Laporkan
ooo jadi polisi kl kedapatan narkoba, cuma dkasi pelatihan "penganiayaan bermula saat Rahmat dan rekan-rekan seniornya itu dikirim ke Cikarang menjalani pelatihan karena sama terbukti positif sebagai pengguna narkoba" kirain di penjara mas bro.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
Close X
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com
Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Lowongan
Copyright © 2013 PT. VIVA Media Baru