KPU DKI Coret 10 Ribu Pemilih Ganda
Hingga saat ini masih dilakukan penyisiran data pemilih yang diduga ganda.
Kenali Cagub-Cawagub DKI Jakarta (VIVAnews/ Muhamad Solihin)
VIVAnews - Hingga siang ini Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta dan tim sukses calon gubernur dan wakil gubernur DKI masih terus menyisir data pemilih yang diduga ganda. KPU DKI sudah mencoret sebanyak 9.103 nama pemilih ganda sejak semalam.
“Tapi datanya bergerak terus, kemungkinan lebih dari 10 ribu,” ujar petugas KPU DKI bagian pendataan pemilih, Prianda, di kantor KPU DKI, Jalan Budi Kemuliaan Jakarta Pusat, Jumat, 1 Juni 2012.
Hasil penyisiran ini sudah dilakukannya sejak Senin lalu, 28 Mei 2012. Hingga hari ini, sebanyak 311 petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) menyisir data tersebut.
“Untuk menghapus data pemilih kami juga tidak boleh sembarangan. Ada tahapan-tahapan teknisnya,” ujar Prianda.
Dijelaskan oleh Prianda, tahapan tersebut antara lain, setiap rekapitulasi dari setiap PPS dan PPK yang didapat KPU DKI, diterima oleh server. Di server ini bisa mendeteksi dugaan nama atau Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sama. Kemudian, disisir dengan Sistem Aplikasi Data Pemilih atau SIDAP. Sistem ini juga langsung bisa mendeteksi dugaan hak pilih ganda seseorang.
Setelah terdeteksi, pihaknya langsung memperbaiki data hak pemilih dan hasilnya diprint. “Semua data wajib kami olah,” terangnya. Dia mengakui tinggal data tambahan saja yang belum dicek keabsahannya yakni sebanyak 224 orang.
Menurut Prianda hasil yang dicoret adalah NIK di luar 16 digit, termasuk NIK kosong. Dan NIK ganda yang tidak diperkuat dengan Kartu Keluarga. NIK luar Jakarta yang juga dihapus namun akan dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, guna mengetahui apakah pemilik NIK tersebut sudah sah sebagai warga Jakarta atau belum. Penghapusan juga dilakukan terhadap NIK dan nama sama yang ada di lebih dari Tempat Pemungutan Suara atau TPS.
Sementara itu, juru bicara tim sukses pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Muhammad Taufik yang sudah mengawal penyisiran ini sejak kemarin sore menyatakan akan kembali mendatangi kantor KPU hingga selesai prosesnya selesai.
“Masih ada kami, dan dari tim pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J.Racbini. Katanya tim Alex-Nono sudah oke semalam,” ujarnya.
Dia mengatakan sistem penyisiran yang dilakukan oleh petugas KPU masih belum benar. Semalam timnya masih menemukan banyak pemilih ganda. “Itu masih ada sampai puluhan ribu, saya tidak yakin jika selesai besok," kata Taufik. Timnya merasa jika penyisiran ini belum selesai juga hingga nanti malam maka tidak boleh ditetapkan pada 2 Juni mendatang.
“Akan kami pelototi terus, kan prinsipnya harus membetulkan yang salah. Kalau belum beres maka kita harus fair. Jika tidak selesai maka harus ditunggu,” tuturnya.
Bahkan Taufik menegaskan agar KPU jangan memaksakan kehendak untuk langsung menetapkan data pemilih tetap. “Jangan sampai memaksakan kehendaklah, kalau belum selesai ya sudah jangan ditetapkan dulu,” katanya. (eh)
-
Artis Hollywood Ini Kepergok Tanpa Celana Dalam
-
Pesta Miras dan Seks, 8 Remaja Dicokok di Kamar Kos
-
Temuan Baru Tim Riset Gunung Padang
-
Akibat Bencana, Peradaban Indonesia Pernah Hilang
-
Ada Dialog Indonesia di Film 'Fast and Furious 6'
-
Efek Domino Kepindahan Mourinho dan Ancelotti pada 3 Raksasa Eropa
- Info Momentum
- 40% Manusia Terinfeksi "Parasit Pengontrol Pikiran"
- Misteri Harta Karun 8 Ton Suku Maya
- Misteri Orang Sumeria dari Planet Nibiru
- Kebetulan yang Menakjubkan dalam Kematian
- FOTO: Paola Cazzola, Pembalap Wanita Cantik Pertama di Dunia
- Sum Kuning, Kasus Pemerkosaan Misterius di Indonesia
- FOTO: Kucing Bersayap dari China



